Aliansi.co, Jakarta- Media sosial dihebohkan dengan sebuah video yang memperlihatkan speaker di kawasan Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, secara tiba-tiba mengeluarkan suara wanita mendesah.
Insiden ini terjadi pada pagi hari saat sejumlah warga tengah berolahraga di area sekitar stadion.
Video suara wanita mendesah satu diantaranya diunggah oleh akun Instagram @kabarviral24jam.
Dalam video yang diunggah menunjukkan suasana tenang di sekitar pepohonan, kemudian disusul dengan suara aneh dari salah satu speaker taman.
“TOLONG JELASIN INI SPEAKER GBK KENAPA HEY?!?!” tulis narasi video, dikutip Senin (14/7/2025).
Unggahan itu pun langsung viral dan mengundang berbagai komentar dari netizen yang kebingungan sekaligus terhibur dengan kejadian tak lazim tersebut.
“Gue lari pagi malah disambut suara yang bikin mikir dua kali. GBK makin seru aja,” tulis akun @lari_pagi_aja.
“Kirain suara burung, ternyata bukan… auto lari cepet pulang,” tambah akun @olahraga_baper.
Manajemen GBK Angkat Bicara
Tak lama setelah video tersebut viral, Kepala Humas Pusat Pengelola GBK Rini Setiawan angkat bicara memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf terbuka.
“Kami sangat menyesalkan insiden yang terjadi pada pagi hari ini di area publik GBK. Suara yang terdengar melalui speaker tersebut sama sekali tidak mencerminkan nilai, visi, maupun pelayanan yang kami junjung tinggi sebagai pengelola kawasan olahraga dan ruang publik nasional,” ujar Rini Setiawan dalam keterangan tertulisnya.
Menurut penelusuran awal tim teknis internal, insiden ini diduga kuat merupakan akibat dari gangguan sistem atau potensi sabotase pada perangkat speaker eksternal.
Untuk sementara, lanjut Rini, sistem suara di area GBK telah dimatikan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami langsung melakukan langkah cepat dengan mematikan sistem speaker dan melakukan investigasi menyeluruh. Tim keamanan siber juga telah dilibatkan, dan kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menyelidiki potensi pelanggaran hukum yang terjadi,” kata Rini.
Manajemen GBK menyadari bahwa kawasan ini merupakan ruang publik yang digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk keluarga dan anak-anak, sehingga segala bentuk gangguan seperti ini sangat tidak dapat ditoleransi.
“Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada para pengunjung, pelari pagi, serta masyarakat umum yang merasa terganggu atau tidak nyaman atas kejadian ini,” imbuh Rini.
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan sistem pengamanan, baik dari sisi teknis maupun digital, demi menjamin insiden serupa tidak terjadi kembali di masa mendatang,” sambungnya.
