Aliansi.co, Tangsel- Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dari Fraksi PDI Perjuangan, Syamsul Hariyanto, menepati janjinya untuk meninjau langsung kondisi infrastruktur saluran air yang dikeluhkan warga RW 08, Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Serpong.
Peninjauan lapangan dilakukan menyusul keluhan warga terkait rusaknya gorong-gorong yang terdampak derasnya aliran air dari tandon Maruga.
Dalam peninjauan tersebut, Syamsul ditemani oleh sejumlah tokoh masyarakat dan pengurus lingkungan.
Ia menyusuri area-area terdampak, termasuk sisi-sisi jalan yang dipenuhi semak bambu, serta titik bak kontrol gorong-gorong yang kerap mengalami longsor.
Syamsul mendapati kondisi gorong-gorong yang mengalami kerusakan cukup parah.
Salah satu bak kontrol bahkan dilaporkan sudah beberapa kali mengalami longsor akibat struktur tanah yang tidak stabil.
Syamsul Hariyanto tampak berdiskusi dengan warga sambil memperhatikan kondisi lingkungan sekitar yang terkena dampak dari rusaknya saluran air.
“Setelah kami lihat langsung, memang kondisi saluran dan jalan di sini rusak karena air dari tandon mengalir sangat deras dan gorong-gorong tidak mampu menampung debit air. Ini harus segera ditindaklanjuti,” ujar Syamsul di lokasi, dikutip Selasa (15/7/2025).
Syamsul menyatakan komitmennya untuk segera mengoordinasikan hasil tinjauan ini kepada instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
“Secepatnya akan kita tindak lanjuti ke instansi terkait agar secepatnya diperbaiki. Kita tidak ingin masalah ini berlarut-larut,” ujarnya.
Ketua RW 08, Raden Marudut Sinaga mengapresiasi peninjauan lapangan tersebut
“Kami senang Pak Syamsul menepati janjinya datang melihat langsung. Sekarang kami tinggal menunggu tindakan nyata dari pemerintah,” kata Raden.
Saat pertemuan dengan Syamsul Hariyanto pada akhir pekan lalu, Raden mengungkapkan, luapan air dari tandon Maruga yang mengalir deras melalui gorong-gorong berdampak dengan kerusakan lingkungan warga Nusa Loka.
“Air yang keluar dari tandon mengalir sangat deras melalui gorong-gorong utama, tetapi di ujung komplek, aliran itu dibagi ke dua gorong-gorong kecil. Akibatnya air tertahan dan berbalik arah,” ujar Raden.
Ia mengungkapkan, aliran balik tersebut telah menyebabkan erosi tanah di sekitar gorong-gorong, merusak jalan, serta membuat pagar rumah warga menjadi miring akibat pergeseran tanah.
“Tanah di sekitar gorong-gorong terus tergerus. Jalan jadi pecah-pecah dan pagar rumah warga ikut terdampak. Ini sudah berlangsung cukup lama,” imbuhnya.
