Sabtu, Oktober 3, 2026

Momen Prabowo Ingatkan Sejarah hingga Perlakuan Penjajah kepada Prajurit TNI

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para prajurit muda Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk tidak pernah melupakan sejarah kelam bangsa Indonesia yang pernah dijajah, diperbudak, dan diperlakukan tidak manusiawi oleh bangsa asing.

Momen ini ditegaskan Prabowo saat menjadi Inspektur Upacara dalam Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Kopassus, Batujajar, Jawa Barat, pada Minggu (10/8/2025).

Baca Juga :  Jangan Khawatir, Kapolri Pastikan Beri Pengawalan Pemudik Selama 24 Jam

“Prajurit-prajurit muda di depan saya, jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Nenek moyang kita, kakek-nenek kita, orang tua kita pernah dijajah, diperbudak, dan diperlakukan lebih rendah dari binatang. Jangan pernah lupa sejarahmu,” kata Prabowo dalam sambutannya, dilansir dari tayangan video, Senin (11/8/2025).

Prabowo mengatakan, kekuatan militer merupakan syarat mutlak bagi kemerdekaan dan kedaulatan sebuah negara.

Baca Juga :  Kemnaker Terima 938 Kasus Pembayaran THR, Paling Banyak Aduan dari DKI Jakarta

Ia menekankan bahwa meskipun Indonesia cinta damai, bangsa ini tidak boleh lengah terhadap berbagai ancaman.

“Bangsa Indonesia ingin damai, tapi bangsa Indonesia telah mengalami pengalaman pahit. Setiap kali kita mau bangkit, kita diganggu. Setiap kali kita mau menyejahterakan rakyat kita, kita diganggu. Kekayaan kita dirampok. Kita diadu domba di antara kita,” ujar Prabowo.

Baca Juga :  Jokowi: ASEAN Harus Siap Hadapi Tantangan yang Semakin Kompleks

Ia juga mengingatkan bahwa berbagai kekuatan eksternal masih berupaya untuk merongrong kedaulatan Indonesia, termasuk melalui pencurian sumber daya alam dan strategi adu domba.

Oleh karena itu, penguatan sistem pertahanan nasional menjadi sangat penting.

“Dan untuk itu, memang kita sedang perkuat pertahanan kita. Kita harus mempertahankan wilayah kita. Kita harus mempertahankan kedaulatan kita. Kita harus mempertahankan kekayaan kita,” imbuhnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...