Kamis, April 16, 2026

Demo Pati Jilid II Tuntut Bupati Sudewo Mundur, Mendagri Tito: Boleh-boleh Saja, Tapi…

WIB

Aliansi.co, Jakarta– Aliansi Masyarakat Pati Bersatu dikabarkan bakal kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid II di depan Kantor Bupati dan DPRD Pati, pada Senin, 25 Agustus 2025.

Aksi tersebut digalang untuk mendesak Bupati Pati, Sudewo, agar segera mundur dari jabatannya.

Kabar mengenai rencana demonstrasi ini disampaikan langsung oleh Koordinator Aksi, Ahmad Husein, melalui siaran langsung di akun TikTok pribadinya, @cybeer94.

Baca Juga :  Gerindra Minta Pencuri Baut dan Kabel Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Disanksi Keras

Ahmad menyebut gelombang aksi jilid II akan melibatkan lebih banyak massa sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Bupati Sudewo.

Menyikapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan, bahwa demonstrasi merupakan hak warga negara yang dilindungi undang-undang.

Namun ia mengingatkan agar aksi tersebut tidak berujung pada tindakan anarkistis.

“Menyampaikan pendapat boleh-boleh saja, tapi jaga situasi kondusifistis,” ujar Tito kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (18/8/2025).

Baca Juga :  Jokowi Terbitkan Inpres Dukung Penyelenggaraan Piala Dunia U-17, Ditujukan kepada Menteri hingga Kepala Daerah

Tito juga menambahkan proses politik di DPRD Pati saat ini sudah berjalan melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket sebagai respons terhadap desakan warga.

Menurutnya, jalur hukum dan perundang-undangan harus tetap dihormati.

“Sama seperti dulu waktu di Jember. Jember juga pernah ada pemakzulan oleh DPRD, tapi pemerintahannya tetap berjalan oleh Bupati waktu itu,” kata Tito.

Baca Juga :  Bukan Orang Sembarangan, KPK Ungkap 4 Sosok yang Terjaring OTT Kalsel

“Kemudian, dari DPRD-nya mereka memenuhi kuorum, menyampaikannya kemudian kepada Mahkamah Agung. Nanti MA yang menjadi wasitnya,” sambung Tito.

Di tengah situasi yang memanas, Tito juga menyarankan agar Bupati Sudewo membangun kembali komunikasi dengan masyarakat guna meredam ketegangan.

“Silakan saja kalau Bupatinya mau melakukan komunikasi dengan masyarakat, dengan cara yang lebih santun,” ucap Tito.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Peras Anggota DPR Rp 300 Juta, Empat KPK Gadungan Ditangkap di Jakbar

Aliansi.co, Jakarta-Tim gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polda Metro Jaya menangkap empat orang terduga pelaku pemerasan yang menyasar anggota DPR RI. Para pelaku ditangkap...

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...

Sosok Dua Terduga Pelaku Mutilasi dalam Freezer, Terungkap Usai Kabur ke Majalengka

Aliansi.co,Jakarta- Polisi akhirnya mengungkap identitas dua terduga pelaku dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam freezer di Kabupaten Bekasi. Keduanya diketahui sempat...

Pelarian Dua Pelaku Kasus Mayat dalam Freezer Berakhir di Majalengka

Aliansi.co, Jakarta- Pelarian dua pelaku kasus penemuan mayat dalam freezer di Kabupaten Bekasi akhirnya berakhir di Majalengka, Jawa Barat. Keduanya berhasil ditangkap oleh Tim Subdit...

Dilaporkan ke Polda, Dugaan Transaksi Fiktif Fasilitas Kredit di Medan Diadukan hingga OJK

Aliansi.co-Jakarta- PT Toba Surimi Industries (PT TSI) melaporkan dugaan penarikan dana fiktif senilai Rp124,4 miliar dari fasilitas kredit modal kerja (KMK) miliknya ke Polda...