Selasa, September 1, 2026

Tiang Monorel Mangkrak di HR Rasuna Said Mulai Dibongkar, Rampung September 2026

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai membongkar tiang monorel mangkrak yang berdiri di median Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).

Total terdapat 98 tiang monorel yang telah terbengkalai selama lebih dari dua dekade dan kini ditargetkan rampung dibongkar pada September 2026.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin langsung kegiatan penataan kawasan tersebut.

Pembongkaran dilakukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki wajah kota sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kelancaran lalu lintas di salah satu ruas jalan utama Jakarta.

Baca Juga :  Cerita Rano Karno Nahan Pusing Buntut Pernyataan Keliru Dinas Bina Marga

“Pada hari ini kita mulai melakukan penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said dengan memotong besi tiang monorel yang usianya sudah menginjak 22 tahun. Tentunya, untuk melakukan ini prosesnya panjang,” ujar Pramono di lokasi.

Menurut Pramono, biaya pembongkaran tiang monorel tersebut diperkirakan mencapai Rp 254 juta.

Seluruh tiang yang berada di sepanjang Jalan HR Rasuna Said akan dibongkar secara bertahap.

“Biaya pembongkaran tiang monorel ini diperkirakan mencapai Rp 254 juta dengan jumlah tiangnya ada 98 buah di Jalan HR Rasuna Said,” kata dia.

Baca Juga :  HUT Kota Jakarta, Pemprov DKI Gelar Uji Emisi Kendaraan Gratis di TMR Ragunan

Pramono menjelaskan, setelah pembongkaran selesai, kawasan Jalan HR Rasuna Said akan ditata agar terlihat lebih rapi dan tertib.

Ia berharap langkah tersebut dapat berdampak pada pengurangan kemacetan di kawasan tersebut.

Ia menambahkan, proses pembongkaran akan dilakukan pada malam hari untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas lalu lintas.

“Pengerjaan pembongkaran tiang monorel akan dilakukan pada malam hari, sehingga tidak mengganggu lalu lintas,” ujarnya.

Baca Juga :  WJS Peduli Ramadan, Jurnalis Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Dalam kesempatan itu, Pramono juga menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menuntaskan persoalan tiang monorel yang selama ini menjadi simbol proyek transportasi mangkrak di ibu kota.

“Dengan dukungan dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan KPK, kita selesaikan hari ini masalah tiang monorel. Mudah-mudahan ini menjadi penanda bahwa Jakarta sedang menata diri untuk memperbaiki fasilitas publik yang dimiliki,” tuturnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Viral Pria Gesek-gesek Kolong Mobil di GBK, Dugaan Polisi Debt Collector

Aliansi.co,jakarta- Aksi dua pria yang diduga menggesek nomor rangka kendaraan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, viral di media sosial. Aksi keduanya terekam...

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...