Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai membongkar tiang monorel mangkrak yang berdiri di median Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
Total terdapat 98 tiang monorel yang telah terbengkalai selama lebih dari dua dekade dan kini ditargetkan rampung dibongkar pada September 2026.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin langsung kegiatan penataan kawasan tersebut.
Pembongkaran dilakukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki wajah kota sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kelancaran lalu lintas di salah satu ruas jalan utama Jakarta.
“Pada hari ini kita mulai melakukan penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said dengan memotong besi tiang monorel yang usianya sudah menginjak 22 tahun. Tentunya, untuk melakukan ini prosesnya panjang,” ujar Pramono di lokasi.
Menurut Pramono, biaya pembongkaran tiang monorel tersebut diperkirakan mencapai Rp 254 juta.
Seluruh tiang yang berada di sepanjang Jalan HR Rasuna Said akan dibongkar secara bertahap.
“Biaya pembongkaran tiang monorel ini diperkirakan mencapai Rp 254 juta dengan jumlah tiangnya ada 98 buah di Jalan HR Rasuna Said,” kata dia.
Pramono menjelaskan, setelah pembongkaran selesai, kawasan Jalan HR Rasuna Said akan ditata agar terlihat lebih rapi dan tertib.
Ia berharap langkah tersebut dapat berdampak pada pengurangan kemacetan di kawasan tersebut.
Ia menambahkan, proses pembongkaran akan dilakukan pada malam hari untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas lalu lintas.
“Pengerjaan pembongkaran tiang monorel akan dilakukan pada malam hari, sehingga tidak mengganggu lalu lintas,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menuntaskan persoalan tiang monorel yang selama ini menjadi simbol proyek transportasi mangkrak di ibu kota.
“Dengan dukungan dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan KPK, kita selesaikan hari ini masalah tiang monorel. Mudah-mudahan ini menjadi penanda bahwa Jakarta sedang menata diri untuk memperbaiki fasilitas publik yang dimiliki,” tuturnya.
