Selasa, September 1, 2026

Pemkot Jaksel Minta Maaf AC Gedung Blok A Belum Berfungsi Usai Trafo Terbakar

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menyampaikan permohonan maaf kepada pegawai dan masyarakat atas belum berfungsinya sistem pendingin ruangan (AC) di Gedung Blok A.

Kondisi tersebut terjadi akibat insiden kebakaran trafo listrik yang terjadi pada Minggu (28/12/2025) lalu.

Kepala Bagian Umum dan Protokol Kota Administrasi Jakarta Selatan, Poulinawati, mengatakan hingga kini AC gedung belum dapat dioperasikan secara normal karena kerusakan serius pada trafo dan panel listrik utama.

“Kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini karena AC gedung belum bisa berfungsi akibat trafo listrik yang terbakar beberapa waktu lalu,” ujar Poulinawati saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan, sejak insiden tersebut terjadi, Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan langsung menginstruksikan agar gangguan kelistrikan tidak sampai menghambat pelayanan publik maupun aktivitas perkantoran.

Baca Juga :  Tuduhan KKN Sekda DKI Marullah Matali Berujung Laporan Polisi

“Pak Wali begitu kejadian memastikan jangan sampai ini mengganggu pelayanan. Artinya, tidak mengganggu aktivitas perkantoran. Orang masih bisa bekerja, walaupun mungkin kondisinya panas,” katanya.

Sebagai langkah penanganan awal, Pemkot Jaksel langsung berkoordinasi dengan PLN.

Namun, karena kondisi trafo dan panel utama belum memungkinkan untuk dioperasikan kembali, PLN memberikan dukungan berupa trafo bergerak.

“Sejak kejadian itu langsung didatangkan trafo bergerak dari PLN. Cuma kapasitasnya 1.000 kVA. Setelah kita cek, kapasitas itu sepertinya belum cukup untuk membackup seluruh operasional kantor,” jelas Poulinawati.

Akibat keterbatasan daya tersebut, pengoperasian listrik gedung dilakukan secara bertahap untuk menghindari kelebihan beban.

Setiap lantai dicek satu per satu menggunakan alat pengukur arus listrik.

“Tidak semua panel per lantai langsung kita hidupkan. Kita cek bertahap pakai tang amper. Nyalain per lantai, kita cek dulu, jangan sampai jebol kalau dinyalakan bersamaan,” ujarnya.

Baca Juga :  Amankan Aset Tanah di Permata Hijau, Pemkot Jaksel Kerahkan Ratusan Petugas Gabungan

Menurut Poulinawati, beban listrik saat jam kerja jauh lebih besar dibandingkan hari libur karena banyaknya peralatan yang digunakan.

“Kalau sudah jam kerja, pasti beda bebannya. Komputer hidup, alat-alat kerja lain juga menyala,” imbuhnya.

Terkait sistem pendingin ruangan, ia menyebut Gedung Blok A mengandalkan tiga unit AC chiller yang melayani total 17 lantai.

Saat ini, Pemkot Jaksel telah melakukan pemetaan kebutuhan perbaikan beserta estimasi anggaran pembelian trafo dan panel listrik agar AC chiller dapat kembali digunakan.

Hasil pemetaan tersebut sudah disampaikan kepada dinas terkait untuk dilakukan pemeriksaan dan verifikasi ulang.

“Mapping anggarannya sudah kami lakukan. Tinggal diperiksa dan di-cross-check lagi supaya jangan sampai ada yang terlewat, yang nanti malah bikin trafo atau panel nggak bisa nyala,” jelas Poulinawati.

Baca Juga :  Pramono Pastikan Siswa Pemegang KJP Plus Gratis Masuk Tempat Wisata di Jakarta

Ia menyebut, dari hasil pemeriksaan sementara, dua trafo utama dipastikan sudah tidak dapat digunakan lagi.

Sementara itu, opsi pendanaan perbaikan masih terus dibahas, termasuk kemungkinan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) atau Belanja Tidak Terduga (BTT).

Adapun estimasi anggaran pengadaan trafo diperkirakan mencapai sekitar Rp 2 miliar.

“Kalau APBD-P itu kan kemungkinan di akhir tahun, triwulan empat. BTT bisa saja karena ini kondisi darurat, tapi itu bukan opsi pertama karena harus ada penetapan kondisi darurat dan rapat TAPD,” katanya.

Meski demikian, ia menyebut beberapa lantai gedung masih terasa cukup sejuk saat ini, terutama saat kondisi cuaca mendung.

“Ini lantai 6 masih adem, sampai lantai 7. Mungkin karena cuaca juga masih mendung,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Viral Pria Gesek-gesek Kolong Mobil di GBK, Dugaan Polisi Debt Collector

Aliansi.co,jakarta- Aksi dua pria yang diduga menggesek nomor rangka kendaraan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, viral di media sosial. Aksi keduanya terekam...

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...