Kamis, Juli 16, 2026

Pemkot Jaksel Minta Maaf AC Gedung Blok A Belum Berfungsi Usai Trafo Terbakar

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menyampaikan permohonan maaf kepada pegawai dan masyarakat atas belum berfungsinya sistem pendingin ruangan (AC) di Gedung Blok A.

Kondisi tersebut terjadi akibat insiden kebakaran trafo listrik yang terjadi pada Minggu (28/12/2025) lalu.

Kepala Bagian Umum dan Protokol Kota Administrasi Jakarta Selatan, Poulinawati, mengatakan hingga kini AC gedung belum dapat dioperasikan secara normal karena kerusakan serius pada trafo dan panel listrik utama.

“Kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini karena AC gedung belum bisa berfungsi akibat trafo listrik yang terbakar beberapa waktu lalu,” ujar Poulinawati saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan, sejak insiden tersebut terjadi, Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan langsung menginstruksikan agar gangguan kelistrikan tidak sampai menghambat pelayanan publik maupun aktivitas perkantoran.

Baca Juga :  Ratusan ASN Pemkot Jaksel Serukan Ikrar Netralitas Pemilu 2024

“Pak Wali begitu kejadian memastikan jangan sampai ini mengganggu pelayanan. Artinya, tidak mengganggu aktivitas perkantoran. Orang masih bisa bekerja, walaupun mungkin kondisinya panas,” katanya.

Sebagai langkah penanganan awal, Pemkot Jaksel langsung berkoordinasi dengan PLN.

Namun, karena kondisi trafo dan panel utama belum memungkinkan untuk dioperasikan kembali, PLN memberikan dukungan berupa trafo bergerak.

“Sejak kejadian itu langsung didatangkan trafo bergerak dari PLN. Cuma kapasitasnya 1.000 kVA. Setelah kita cek, kapasitas itu sepertinya belum cukup untuk membackup seluruh operasional kantor,” jelas Poulinawati.

Akibat keterbatasan daya tersebut, pengoperasian listrik gedung dilakukan secara bertahap untuk menghindari kelebihan beban.

Setiap lantai dicek satu per satu menggunakan alat pengukur arus listrik.

“Tidak semua panel per lantai langsung kita hidupkan. Kita cek bertahap pakai tang amper. Nyalain per lantai, kita cek dulu, jangan sampai jebol kalau dinyalakan bersamaan,” ujarnya.

Baca Juga :  Polisi Buru Pelaku Peneror Bom SD di Jaksel, Sosok dan Identitasnya Sudah Dikantongi

Menurut Poulinawati, beban listrik saat jam kerja jauh lebih besar dibandingkan hari libur karena banyaknya peralatan yang digunakan.

“Kalau sudah jam kerja, pasti beda bebannya. Komputer hidup, alat-alat kerja lain juga menyala,” imbuhnya.

Terkait sistem pendingin ruangan, ia menyebut Gedung Blok A mengandalkan tiga unit AC chiller yang melayani total 17 lantai.

Saat ini, Pemkot Jaksel telah melakukan pemetaan kebutuhan perbaikan beserta estimasi anggaran pembelian trafo dan panel listrik agar AC chiller dapat kembali digunakan.

Hasil pemetaan tersebut sudah disampaikan kepada dinas terkait untuk dilakukan pemeriksaan dan verifikasi ulang.

“Mapping anggarannya sudah kami lakukan. Tinggal diperiksa dan di-cross-check lagi supaya jangan sampai ada yang terlewat, yang nanti malah bikin trafo atau panel nggak bisa nyala,” jelas Poulinawati.

Baca Juga :  Senangnya Emak-emak UMKM di Jaksel Ikut Pelatihan Literasi Digital

Ia menyebut, dari hasil pemeriksaan sementara, dua trafo utama dipastikan sudah tidak dapat digunakan lagi.

Sementara itu, opsi pendanaan perbaikan masih terus dibahas, termasuk kemungkinan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) atau Belanja Tidak Terduga (BTT).

Adapun estimasi anggaran pengadaan trafo diperkirakan mencapai sekitar Rp 2 miliar.

“Kalau APBD-P itu kan kemungkinan di akhir tahun, triwulan empat. BTT bisa saja karena ini kondisi darurat, tapi itu bukan opsi pertama karena harus ada penetapan kondisi darurat dan rapat TAPD,” katanya.

Meski demikian, ia menyebut beberapa lantai gedung masih terasa cukup sejuk saat ini, terutama saat kondisi cuaca mendung.

“Ini lantai 6 masih adem, sampai lantai 7. Mungkin karena cuaca juga masih mendung,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Fakta Baru di Balik Teror Bom SD di Jaksel, Ternyata Gegara soal Pembelian Seragam Sekolah

Aliansi.co,Jakarta-Terungkap fakta baru di balik kasus ancaman teror bom yang menyasar SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Polisi mengungkap aksi yang menggegerkan di...

Awal Terungkapnya Wali Murid sebagai Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah, Bermula dari Jejak Ini 

Aliansi.co,Jakarta- Kasus teror ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya berhasil diungkap polisi. Polisi mengungkap identitas pelaku yang ternyata merupakan seorang...

Tiga Polisi Gugur Diserang Gembong Narkoba, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat Anumerta

Aliansi.co, Jakarta- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta kepada tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur saat menjalankan...

Bang Jago di Jagakarsa Positif Narkoba, Dalih Pukul Orang karena Dengar “Bisikan”

Aliansi.co,Jakarta – Polisi mengungkap fakta baru dalam kasus pemukulan yang dilakukan FRS (37), pengendara Kawasaki Ninja RR yang videonya viral setelah menampar seorang pemotor...

“Video Call Bokap Lu”, Bang Jago Pengendara Ninja Ditangkap Polisi

Aliansi.co,Jakarta- Pengendara Kawasaki Ninja RR yang viral karena melakukan aksi pemukulan terhadap pengendara motor lain di Jalan Moch. Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya...