Sabtu, Oktober 3, 2026

Jaktim Dirikan Posko Anti Tawuran, TNI-Polri hingga Ormas Ikut Berjaga

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Timur mendirikan posko anti tawuran selama bulan Ramadhan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan, pendirian posko tersebut merupakan hasil rapat koordinasi lintas instansi untuk menciptakan suasana yang kondusif selama bulan suci, khususnya dalam mengantisipasi potensi tawuran yang kerap meningkat.

“Masalah tawuran menjadi salah satu bahasan utama. Kondisi nyata di Jakarta Timur memang masih ada tawuran dan kami di Forkopimko selalu berusaha memaksimalkan upaya, bukan hanya menyelesaikan, kalau bisa menghilangkan tawuran di Jakarta Timur,” kata Munjirin, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga :  Pramono Temukan Pelanggaran Harga Sewa Kios yang Viral Mencekik Pedagang Blok M

Munjirin mengakui, kasus tawuran di wilayahnya telah mengalami penurunan, meski belum sepenuhnya hilang.

Karena itu, Forkopimko merancang berbagai strategi pencegahan, salah satunya dengan mendirikan sejumlah posko pengamanan.

“Memang sudah berkurang, tapi masih ada. Jadi ada rencana beberapa posko yang akan didirikan dan diisi oleh beberapa jajaran dan instansi. Nanti organisasi masyarakat dan masyarakat juga ikut serta untuk menjaga lingkungan kita masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga :  Jakarta Timur Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hadapi Musim Penghujan

Dalam pelaksanaannya, Polres Metro Jakarta Timur akan mendirikan sebanyak 29 pos anti tawuran yang tersebar di sejumlah titik rawan.

Setiap pos akan disiagakan 20 personel gabungan.

“Di setiap pos akan ada 10 personel Polri, satu personel TNI, tiga personel Satpol PP, ditambah unsur organisasi masyarakat dan masyarakat setempat,” kata Munjirin.

Baca Juga :  Begal Motor Modus Nunggak Cicilan Beraksi di Jaktim, Polisi Turun Tangan

Adapun sistem penjagaan akan dibagi ke dalam dua shift, yakni shift pertama pada pukul 16.00–24.00 WIB dan shift kedua pada pukul 24.00–08.00 WIB.

Munjirin berharap, sinergi seluruh unsur, mulai dari aparat hingga masyarakat, dapat menciptakan Jakarta Timur yang aman dan bebas dari tawuran selama Ramadhan.

“Kami ingin Jakarta Timur benar-benar zero tawuran, sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadhan dengan aman dan nyaman,” tutupnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...