Selasa, Mei 19, 2026

Jaktim Dirikan Posko Anti Tawuran, TNI-Polri hingga Ormas Ikut Berjaga

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Timur mendirikan posko anti tawuran selama bulan Ramadhan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan, pendirian posko tersebut merupakan hasil rapat koordinasi lintas instansi untuk menciptakan suasana yang kondusif selama bulan suci, khususnya dalam mengantisipasi potensi tawuran yang kerap meningkat.

“Masalah tawuran menjadi salah satu bahasan utama. Kondisi nyata di Jakarta Timur memang masih ada tawuran dan kami di Forkopimko selalu berusaha memaksimalkan upaya, bukan hanya menyelesaikan, kalau bisa menghilangkan tawuran di Jakarta Timur,” kata Munjirin, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga :  Dewan Kota Gandeng Karang Taruna Jadi Agen Pelopor Genmasta

Munjirin mengakui, kasus tawuran di wilayahnya telah mengalami penurunan, meski belum sepenuhnya hilang.

Karena itu, Forkopimko merancang berbagai strategi pencegahan, salah satunya dengan mendirikan sejumlah posko pengamanan.

“Memang sudah berkurang, tapi masih ada. Jadi ada rencana beberapa posko yang akan didirikan dan diisi oleh beberapa jajaran dan instansi. Nanti organisasi masyarakat dan masyarakat juga ikut serta untuk menjaga lingkungan kita masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga :  Sidak Pangan Jelang Nataru, Wali Kota Jaksel Temukan Ikan Berformalin di Swalayan Ini

Dalam pelaksanaannya, Polres Metro Jakarta Timur akan mendirikan sebanyak 29 pos anti tawuran yang tersebar di sejumlah titik rawan.

Setiap pos akan disiagakan 20 personel gabungan.

“Di setiap pos akan ada 10 personel Polri, satu personel TNI, tiga personel Satpol PP, ditambah unsur organisasi masyarakat dan masyarakat setempat,” kata Munjirin.

Baca Juga :  Satpol PP DKI Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Sitaan, Pemasok dan Penjual Diburu

Adapun sistem penjagaan akan dibagi ke dalam dua shift, yakni shift pertama pada pukul 16.00–24.00 WIB dan shift kedua pada pukul 24.00–08.00 WIB.

Munjirin berharap, sinergi seluruh unsur, mulai dari aparat hingga masyarakat, dapat menciptakan Jakarta Timur yang aman dan bebas dari tawuran selama Ramadhan.

“Kami ingin Jakarta Timur benar-benar zero tawuran, sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadhan dengan aman dan nyaman,” tutupnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...