Aliansi.co, Jakarta– Aktivasi awal perdagangan di kawasan Teras Lenteng Agung (Teras LA), Jagakarsa, Jakarta Selatan mulai menunjukkan hasil.
Berkat peran aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan yang rutin makan siang dan berbelanja di Teras LA, nilai transaksi pedagang tercatat menembus lebih dari Rp 8 juta dalam sehari.
Peningkatan nilai transaksi itu usai Wali Kota Jakarta Selatan M Anwar meminta jajarannya berperan aktif sebagai rombongan jadi beli (Rojali) untuk membantu menggerakkan ekonomi pedagang di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Selatan Sayid Ali mengatakan, sejak hari pertama surat penugasan wali kota diterbitkan, transaksi belanja dari ASN Pemkot Jakarta Selatan terus mengalami peningkatan.
“Pada hari pertama transaksi dari ASN mencapai Rp 5,7 juta. Hari kedua bahkan meningkat menjadi lebih dari Rp 8 juta,” ujar Sayid Ali saat ditemui di Teras LA, Kamis (29/1/2026).
Memasuki hari ketiga pelaksanaan penugasan, Sayid Ali meninjau langsung aktivitas perdagangan di kawasan Teras LA.
Ia didampingi Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan Dedy Setiono, Kepala Bagian Perekonomian Jakarta Selatan Siswanto, serta sejumlah pejabat lainnya.
Sebelum makan siang, Sayid Ali berkeliling menyambangi ASN dari berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang tengah menikmati hidangan di bawah tenda-tenda pedagang.
Setelah itu, ia memesan menu pecel sayur untuk makan siang.
“Hari ini saya bersama ASN dari 17 SKPD makan siang di Teras LA,” kata Sayid Ali.
Menurut dia, keterlibatan ASN dalam meramaikan Teras Lenteng Agung terbukti cukup membantu pedagang, terutama pada tahap awal pengoperasian kawasan sentra kuliner.
Ia menjelaskan, setiap ASN yang melakukan transaksi diwajibkan melaporkan bukti belanja melalui tautan bid.ly yang telah disediakan.
Bukti transaksi kemudian dikirimkan ke grup WhatsApp masing-masing SKPD sebagai bagian dari mekanisme monitoring.
“Setiap hari ada 17 SKPD yang dijadwalkan. Total ASN yang datang ke sini bisa lebih dari 100 orang per hari,” ujarnya.
Bagi ASN yang berhalangan hadir secara langsung, kata Sayid Ali, tetap diwajibkan berpartisipasi dengan melakukan transaksi melalui tautan yang sama dan menitipkan pembelian kepada rekan kerja.
“ASN yang tidak bisa hadir tetap bertransaksi lewat link bid.ly, biasanya menitip belanja dengan temannya,” kata dia.
Seiring berjalannya aktivasi awal, Sayid Ali berharap omzet pedagang di Teras Lenteng Agung terus meningkat.
Selain ASN, kawasan ini juga mulai ramai dikunjungi masyarakat umum dan anak-anak muda, terutama pada malam hari.
“Tempatnya sejuk dan tidak bising, jadi nyaman. Saya sebenarnya ingin sampai sore menikmati suasananya, tapi masih ada agenda rapat,” ujarnya.
