Aliansi.co, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara blak-blakan mengungkapkan bahwa proses pembebasan lahan untuk normalisasi Kali Ciliwung yang dilakukan Dinas Sumber Daya Air berlangsung adem ayem.
Pernyataan itu disampaikannya di hadapan Kepala Dinas Sumber Daya Air (Kadis SDA) DKI Jakarta Ika Agustin, saat meninjau lokasi pembebasan lahan di Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026).
Pramono mengatakan, proses pembebasan lahan yang berlangsung secara adem ayem tanpa gejolak di masyarakat menjadi bukti keseriusan Pemprov DKI dalam mengendalikan banjir, khususnya di wilayah aliran Sungai Ciliwung.
“Saya menginginkan normalisasi Ciliwung ini berjalan dengan tidak ribut-ribut. Banyak pasti tidak menyangka, kami sudah melakukan pembebasan yang cukup masif di tempat ini. Dan itu memang dilakukan secara adem ayem,” ujar Pramono.
Ia menegaskan, pembebasan lahan merupakan faktor kunci dalam pengendalian banjir Jakarta, mengingat sekitar 40 persen aliran sungai di ibu kota berada di kawasan Sungai Ciliwung.
Di Kelurahan Cawang, terdapat 411 bidang lahan yang harus dibebaskan untuk kebutuhan normalisasi dengan panjang mencapai 2.401 meter.
Hingga saat ini, pembebasan baru terealisasi pada 20 bidang lahan sepanjang sekitar 150 meter pada 2025.
“Pada 2026 ini akan dilanjutkan pembebasan sebanyak 133 bidang atau sekitar 557 meter, dan sisanya ditargetkan selesai pada 2027,” kata Pramono.
Ia menegaskan seluruh proses pengadaan tanah dilakukan secara transparan oleh Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta tanpa melibatkan perantara.
Penilaian nilai lahan pun dilakukan langsung oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Kami melakukan pembebasan ini langsung oleh pemerintah, tidak ada perantara. Penilaiannya juga dilakukan oleh BPN,” ujarnya.
Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran BPN DKI Jakarta yang telah mendukung kelancaran proses pembebasan lahan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Kepala Kantor Wilayah BPN DKI Jakarta. Mudah-mudahan normalisasi Kali Ciliwung ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” tutur dia.
Proyek normalisasi Sungai Ciliwung sendiri terbagi ke dalam dua segmen.
Segmen pertama mencakup wilayah Manggarai hingga Jalan MT Haryono dengan panjang sungai sekitar 7 kilometer dan rencana pembangunan tanggul sepanjang 14,99 kilometer.
Sementara segmen kedua membentang dari Jalan MT Haryono hingga TB Simatupang sepanjang 12,89 kilometer.
Pada segmen ini direncanakan pembangunan tanggul sepanjang 18,70 kilometer, dengan realisasi yang telah mencapai sekitar 8,90 kilometer.
Secara keseluruhan, dari total rencana pembangunan tanggul sepanjang 33,69 kilometer di sepanjang Sungai Ciliwung, hingga kini telah terealisasi sekitar 17,14 kilometer.
