Sabtu, Juli 4, 2026

Trotoar yang Tak Lagi Seragam di Pondok Indah, Berbeda Usai Dibongkar Pasang

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Langit siang itu cerah di Pondok Indah, Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Matahari memantul di aspal Jalan Metro Pondok Indah, sementara laju kendaraan mengalir padat tanpa jeda.

Klakson bersahutan, roda berdesing.

Bagi pejalan kaki, satu langkah yang keliru bisa berujung senggolan dengan kendaraan yang melintas rapat di tepi jalan.

Di sisi jalan itulah trotoar membentang.

Sekilas tampak rapi, namun langkah kaki yang menyusurinya segera menangkap kejanggalan.

Baca Juga :  Trotoar di Pondok Indah Digempur Tanpa Izin, Sudin Bina Marga Buka Suara

Susunan paving block abu-abu muda yang biasanya seragam, tiba-tiba terputus oleh pola lain.

Ukurannya lebih besar, warnanya sedikit berbeda, seolah menjadi tambalan yang sengaja dibiarkan terlihat.

Trotoar ini memang tak lagi sepenuhnya mulus-bukan hanya secara fisik, tapi juga dalam ceritanya.

Trotoar di kawasan ini sebelumnya sempat dibongkar tanpa izin untuk akses kendaraan sebuah hotel.

Kini, meski sudah diperbaiki, bekas pembongkaran itu masih menyisakan jejak tentang ruang pejalan kaki yang sempat terabaikan.

Baca Juga :  Trotoar di Pondok Indah Terbengkalai Usai Dibongkar Tanpa Izin, Bina Marga Minta Satpol PP Turun Tangan

Pantauan di lokasi, Selasa (9/2/2026), trotoar berada tepat di tepi jalan aspal dengan pembatas kanstin hitam-putih.

Sebagian besar permukaannya menggunakan paving block persegi panjang yang tersusun rapi, khas jalur pedestrian kawasan elite.

Namun, di satu titik, material konblok berukuran lebih besar tampak menonjol.

Polanya tak serasi dengan sekitarnya, seolah menjadi penanda sunyi bahwa area itu baru saja “ditambal” setelah sesuatu yang tak beres terjadi sebelumnya.

Baca Juga :  Pemkot Jaksel Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kopi Digital

Cerita trotoar ini tak berhenti pada urusan material.

Di sisi kiri jalur pejalan kaki berdiri pagar seng proyek yang ditopang balok-balok kayu.

Gulungan kabel dan tiang utilitas berada tak jauh dari lintasan kaki. Ruang berjalan pun menyempit.

Pejalan kaki mau tak mau harus melambat, menyesuaikan langkah, bahkan sesekali turun mendekati badan jalan demi menghindari halangan.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...