Rabu, Agustus 19, 2026

Trotoar yang Tak Lagi Seragam di Pondok Indah, Berbeda Usai Dibongkar Pasang

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Langit siang itu cerah di Pondok Indah, Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Matahari memantul di aspal Jalan Metro Pondok Indah, sementara laju kendaraan mengalir padat tanpa jeda.

Klakson bersahutan, roda berdesing.

Bagi pejalan kaki, satu langkah yang keliru bisa berujung senggolan dengan kendaraan yang melintas rapat di tepi jalan.

Di sisi jalan itulah trotoar membentang.

Sekilas tampak rapi, namun langkah kaki yang menyusurinya segera menangkap kejanggalan.

Baca Juga :  Heru Budi Cek Sembako Paketan Rp 100 Ribu Jualan Dinas KPKP DKI

Susunan paving block abu-abu muda yang biasanya seragam, tiba-tiba terputus oleh pola lain.

Ukurannya lebih besar, warnanya sedikit berbeda, seolah menjadi tambalan yang sengaja dibiarkan terlihat.

Trotoar ini memang tak lagi sepenuhnya mulus-bukan hanya secara fisik, tapi juga dalam ceritanya.

Trotoar di kawasan ini sebelumnya sempat dibongkar tanpa izin untuk akses kendaraan sebuah hotel.

Kini, meski sudah diperbaiki, bekas pembongkaran itu masih menyisakan jejak tentang ruang pejalan kaki yang sempat terabaikan.

Baca Juga :  Terungkap, Pembongkaran Trotoar di Pondok Indah Ternyata untuk Akses Hotel 

Pantauan di lokasi, Selasa (9/2/2026), trotoar berada tepat di tepi jalan aspal dengan pembatas kanstin hitam-putih.

Sebagian besar permukaannya menggunakan paving block persegi panjang yang tersusun rapi, khas jalur pedestrian kawasan elite.

Namun, di satu titik, material konblok berukuran lebih besar tampak menonjol.

Polanya tak serasi dengan sekitarnya, seolah menjadi penanda sunyi bahwa area itu baru saja “ditambal” setelah sesuatu yang tak beres terjadi sebelumnya.

Baca Juga :  Rugikan Negara Rp 1,9 Triliun, Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Kasus Laptop Chromebook Era Mendikbudristek Nadiem Makarim

Cerita trotoar ini tak berhenti pada urusan material.

Di sisi kiri jalur pejalan kaki berdiri pagar seng proyek yang ditopang balok-balok kayu.

Gulungan kabel dan tiang utilitas berada tak jauh dari lintasan kaki. Ruang berjalan pun menyempit.

Pejalan kaki mau tak mau harus melambat, menyesuaikan langkah, bahkan sesekali turun mendekati badan jalan demi menghindari halangan.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...