Sabtu, Oktober 3, 2026

Tinjau Perayaan Imlek di Kebayoran Lama, Rano Karno Singgung Tema Keadilan dan Kemiskinan

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, meninjau perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Klenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin, di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (17/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Rano menyinggung tema Imlek tahun ini yang menyoroti persoalan keadilan dan kemiskinan.

Ia menilai, pesan yang diangkat sejalan dengan semangat kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila.

“Tema ini mengingatkan kita semua pentingnya menjunjung tinggi keadilan. Kalau keadilan ditegakkan, persoalan kemiskinan bisa ditekan,” ujar Rano, dikutip Rabu (18/2/2026).

Baca Juga :  Tinggalkan TPU Menteng Pulo, Anita Sambut Hidup Baru di Rusun Jagakarsa

Peninjauan itu, kata dia, bertujuan memastikan rangkaian ibadah dan perayaan Imlek berjalan lancar serta aman.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga ingin menegaskan komitmennya dalam menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

“Kami memiliki Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai wadah untuk menyalurkan aspirasi dan memberikan masukan-masukan,” kata Rano.

Menurut Rano, keberadaan FKUB menjadi salah satu instrumen penting dalam merawat harmoni di Ibu Kota yang majemuk.

Baca Juga :  Groundbreaking SDN Kebayoran Lama, Rano Karno Singgung Kerja Sama Pendidikan Pramono di New York

Ia menegaskan, kondusivitas dan rasa aman dalam menjalankan ibadah merupakan tanggung jawab bersama.

Kunjungan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah, pengurus klenteng, serta warga yang merayakan Imlek.

Rano menyampaikan apresiasinya atas partisipasi masyarakat dalam menjaga suasana perayaan tetap tertib dan penuh kebersamaan.

Adapun tema yang diusung Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) pada perayaan Imlek 2577 Kongzili adalah “Jika Ada Keadilan, Tiada Persoalan Kemiskinan”.

Baca Juga :  Ketua MUI DKI KH Munahar Muchtar Meninggal Dunia

Tema tersebut, lanjut Rano, mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan keadilan sosial sebagaimana tertuang dalam Pancasila, khususnya sila kedua dan sila kelima.

Selain peninjauan di klenteng, Pemprov DKI Jakarta juga menggelar rangkaian Festival Imlek pada 12 hingga 17 Februari.

Kegiatan ini dihadirkan sebagai ruang inklusi yang menegaskan bahwa identitas dan budaya warga Tionghoa merupakan bagian tak terpisahkan dari Jakarta.

“Jakarta adalah rumah bersama. Keberagaman adalah kekuatan kita,” ujar Rano.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...