Aliansi.co, Jakarta- Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, meninjau perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Klenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin, di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (17/2/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Rano menyinggung tema Imlek tahun ini yang menyoroti persoalan keadilan dan kemiskinan.
Ia menilai, pesan yang diangkat sejalan dengan semangat kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila.
“Tema ini mengingatkan kita semua pentingnya menjunjung tinggi keadilan. Kalau keadilan ditegakkan, persoalan kemiskinan bisa ditekan,” ujar Rano, dikutip Rabu (18/2/2026).
Peninjauan itu, kata dia, bertujuan memastikan rangkaian ibadah dan perayaan Imlek berjalan lancar serta aman.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga ingin menegaskan komitmennya dalam menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
“Kami memiliki Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai wadah untuk menyalurkan aspirasi dan memberikan masukan-masukan,” kata Rano.
Menurut Rano, keberadaan FKUB menjadi salah satu instrumen penting dalam merawat harmoni di Ibu Kota yang majemuk.
Ia menegaskan, kondusivitas dan rasa aman dalam menjalankan ibadah merupakan tanggung jawab bersama.
Kunjungan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah, pengurus klenteng, serta warga yang merayakan Imlek.
Rano menyampaikan apresiasinya atas partisipasi masyarakat dalam menjaga suasana perayaan tetap tertib dan penuh kebersamaan.
Adapun tema yang diusung Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) pada perayaan Imlek 2577 Kongzili adalah “Jika Ada Keadilan, Tiada Persoalan Kemiskinan”.
Tema tersebut, lanjut Rano, mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan keadilan sosial sebagaimana tertuang dalam Pancasila, khususnya sila kedua dan sila kelima.
Selain peninjauan di klenteng, Pemprov DKI Jakarta juga menggelar rangkaian Festival Imlek pada 12 hingga 17 Februari.
Kegiatan ini dihadirkan sebagai ruang inklusi yang menegaskan bahwa identitas dan budaya warga Tionghoa merupakan bagian tak terpisahkan dari Jakarta.
“Jakarta adalah rumah bersama. Keberagaman adalah kekuatan kita,” ujar Rano.
