Sabtu, Oktober 3, 2026

Habis Beli Alphard, Anggota DPRD Muara Enim dan Putranya Terjaring OTT

WIB

Aliansi.co, Sumsel- Seorang anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, berinisial KT, ditangkap penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan dalam operasi tangkap tangan (OTT), Rabu (18/2/2026).

KT diamankan bersama putranya, RA, terkait dugaan penerimaan uang suap proyek senilai Rp 7 miliar dari seorang pengusaha.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari, mengatakan uang tersebut diduga merupakan bagian dari proyek Pengembangan Jaringan Irigasi Ataran Air Lemutu di Kecamatan Tanjung Agung yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muara Enim.

Baca Juga :  Lompat ke Sungai Kapuas, Bos Partai Golkar Kubu Raya Diduga Bunuh Diri

“Penangkapan terhadap KT dan anaknya RA terkait dengan adanya penerimaan sejumlah uang sekitar Rp 1,6 miliar yang diperoleh dari seorang pengusaha terkait pencairan uang muka untuk kegiatan Pengembangan Jaringan Irigasi Ataran Air Lemutu Kecamatan Tanjung Agung,” ujar Vanny dalam keterangannya, dikutip Kamis (19/2/2026).

Menurut Vanny, uang Rp 1,6 miliar tersebut merupakan uang muka dari nilai total proyek yang mencapai Rp 7 miliar.

“Uang Rp 1,6 miliar itu merupakan uang muka dari nilai proyek sebesar Rp 7 miliar,” kata Vanny.

Baca Juga :  Terungkap, Perampokan Anggota TNI AL Modus Travel Libatkan Agen

Selain menangkap KT dan RA, penyidik juga melakukan penggeledahan di tiga lokasi berbeda.

Penggeledahan dilakukan di rumah KT yang berada di Perumahan Hunian Sederhana Greencity Blok Q5 dan Q6, Desa Muara Lawai, serta di rumah seorang saksi berinisial MH di Jalan Pramuka 4, Kelurahan Pasar II, Muara Enim.

Dari hasil penggeledahan, penyidik menyita sejumlah barang bukti, termasuk satu unit mobil mewah yang diduga dibeli menggunakan uang hasil suap.

Baca Juga :  Sadis, Suami Tikam Istri saat Live Facebook, Alasan Terbakar Cemburu

“Penyidik menyita satu unit mobil Toyota Alphard warna putih bernomor polisi B-2451-KYR, sejumlah dokumen, handphone, serta surat-surat yang dianggap berkaitan dengan perkara,” ungkap Vanny.

Mobil Toyota Alphard tersebut diduga baru saja dibeli menggunakan sebagian dana Rp 1,6 miliar yang diterima KT dan RA.

Penyidik masih mendalami aliran dana serta peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut.

“Penyidik Kejati Sumsel juga tengah mengumpulkan alat bukti tambahan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...