Rabu, Agustus 19, 2026

Ribuan Sapi Australia Masuk Jakarta, Solusi Inflasi atau Beban Baru?

WIB

Aliansi.co, Jakarta-Masuknya ribuan sapi impor asal Australia ke Jakarta memunculkan pertanyaan: apakah langkah ini benar-benar menjadi solusi menekan inflasi jelang Ramadan dan Idulfitri, atau justru berpotensi menimbulkan persoalan baru?

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan kebijakan tersebut diambil demi menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau langsung kedatangan 3.100 ekor sapi impor di Dermaga 101 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2/2026).

Total sapi yang direncanakan masuk pada tahap awal mencapai 7.500 ekor melalui Perumda Dharma Jaya.

“Dengan masuknya sapi dari Australia ini, kami berharap harga daging bisa tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan,” ujar Pramono dalam keterangannya, dikutip Selasa (24/2/2026).

Baca Juga :  Heru Budi Akan Kumpulkan Istri-Anggota Satpol PP yang Terlibat Judi Online

Menurut Pramono, inflasi di Jakarta cenderung meningkat saat Ramadan dan Idulfitri, terutama pada komoditas daging, cabai, dan beras.

Karena itu, langkah impor dinilai sebagai upaya antisipatif agar lonjakan harga tidak memberatkan masyarakat.

Pramono menyebut, ini merupakan impor sapi langsung pertama yang dilakukan Jakarta setelah 28 tahun.

Ia menilai kepercayaan dari Australia kepada Jakarta menunjukkan kesiapan Pemprov DKI dalam mengelola pasokan daging secara mandiri dan profesional.

“Kami memiliki kerja sama sister city dengan beberapa kota di Australia, dan itu ikut memperkuat hubungan serta kepercayaan yang ada. Dengan dasar kerja sama tersebut, proses impor ini dapat berjalan lebih baik dan terkontrol,” katanya.

Baca Juga :  Tekan Polusi, Pramono dan Wali Kota Jaktim Tanam Pohon di Kawasan Industri Cakung 

Ia menegaskan, kepercayaan tersebut harus dijaga dengan memastikan seluruh prosedur, termasuk aspek kesehatan dan kelayakan ternak, dipenuhi secara ketat.

Pemprov DKI mencatat, cadangan daging sapi saat ini mencapai sekitar 1.000 ton.

Sementara stok sapi hidup di kandang Perumda Dharma Jaya sekitar 1.500 ekor, termasuk 590 ekor yang baru diturunkan dari kapal.

Kebutuhan daging sapi dan kerbau di Jakarta mencapai sekitar 65 ton per hari dan biasanya meningkat sekitar 4 persen saat hari besar keagamaan.

“Stok ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan Ramadan sekaligus menggantikan sebagian sapi yang akan dipanen bulan ini. Jadi, pasokan tetap aman dan terjaga,” ujar Pramono.

Baca Juga :  Pramono Siapkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Sekolah Rusak, Empat Gedung Ini Diprioritaskan

Masyarakat juga dapat memantau perkembangan stok dan harga melalui sistem Info Pangan Jakarta yang terintegrasi dalam aplikasi JAKI (Jakarta Kini).

Di tengah kekhawatiran soal penyakit hewan, Pramono memastikan seluruh sapi impor dalam kondisi sehat dan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebelum keberangkatan dan setelah tiba di Jakarta.

“Kami sudah mendapatkan laporan bahwa sapi yang datang dari Australia dalam kondisi sehat dan tidak terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku. Dari sekitar 2.000 ekor yang sudah tiba sebelumnya, tidak ada satu pun yang terindikasi sakit,” tegasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...