Selasa, Mei 19, 2026

Ribuan Sapi Australia Masuk Jakarta, Solusi Inflasi atau Beban Baru?

WIB

Aliansi.co, Jakarta-Masuknya ribuan sapi impor asal Australia ke Jakarta memunculkan pertanyaan: apakah langkah ini benar-benar menjadi solusi menekan inflasi jelang Ramadan dan Idulfitri, atau justru berpotensi menimbulkan persoalan baru?

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan kebijakan tersebut diambil demi menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau langsung kedatangan 3.100 ekor sapi impor di Dermaga 101 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2/2026).

Total sapi yang direncanakan masuk pada tahap awal mencapai 7.500 ekor melalui Perumda Dharma Jaya.

“Dengan masuknya sapi dari Australia ini, kami berharap harga daging bisa tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan,” ujar Pramono dalam keterangannya, dikutip Selasa (24/2/2026).

Baca Juga :  Hasrat Prihatin Rugi Usaha PT Jakpro Tembus Rp 701 Miliar

Menurut Pramono, inflasi di Jakarta cenderung meningkat saat Ramadan dan Idulfitri, terutama pada komoditas daging, cabai, dan beras.

Karena itu, langkah impor dinilai sebagai upaya antisipatif agar lonjakan harga tidak memberatkan masyarakat.

Pramono menyebut, ini merupakan impor sapi langsung pertama yang dilakukan Jakarta setelah 28 tahun.

Ia menilai kepercayaan dari Australia kepada Jakarta menunjukkan kesiapan Pemprov DKI dalam mengelola pasokan daging secara mandiri dan profesional.

“Kami memiliki kerja sama sister city dengan beberapa kota di Australia, dan itu ikut memperkuat hubungan serta kepercayaan yang ada. Dengan dasar kerja sama tersebut, proses impor ini dapat berjalan lebih baik dan terkontrol,” katanya.

Baca Juga :  Tekan Polusi, Pramono dan Wali Kota Jaktim Tanam Pohon di Kawasan Industri Cakung 

Ia menegaskan, kepercayaan tersebut harus dijaga dengan memastikan seluruh prosedur, termasuk aspek kesehatan dan kelayakan ternak, dipenuhi secara ketat.

Pemprov DKI mencatat, cadangan daging sapi saat ini mencapai sekitar 1.000 ton.

Sementara stok sapi hidup di kandang Perumda Dharma Jaya sekitar 1.500 ekor, termasuk 590 ekor yang baru diturunkan dari kapal.

Kebutuhan daging sapi dan kerbau di Jakarta mencapai sekitar 65 ton per hari dan biasanya meningkat sekitar 4 persen saat hari besar keagamaan.

“Stok ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan Ramadan sekaligus menggantikan sebagian sapi yang akan dipanen bulan ini. Jadi, pasokan tetap aman dan terjaga,” ujar Pramono.

Baca Juga :  165 PNS Satpol PP Dilaporkan Terjerat Judi Online, Inspektorat Singgung Pembinaan Kasatpol DKI Jakarta

Masyarakat juga dapat memantau perkembangan stok dan harga melalui sistem Info Pangan Jakarta yang terintegrasi dalam aplikasi JAKI (Jakarta Kini).

Di tengah kekhawatiran soal penyakit hewan, Pramono memastikan seluruh sapi impor dalam kondisi sehat dan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebelum keberangkatan dan setelah tiba di Jakarta.

“Kami sudah mendapatkan laporan bahwa sapi yang datang dari Australia dalam kondisi sehat dan tidak terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku. Dari sekitar 2.000 ekor yang sudah tiba sebelumnya, tidak ada satu pun yang terindikasi sakit,” tegasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...