Minggu, Juli 5, 2026

Pemkot Jaksel Gandeng BBPOM, Sidak Penjual Takjil Bercampur Zat Berbahaya

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan menggandeng Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta untuk melakukan razia takjil selama bulan Ramadan.

Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh pangan olahan yang beredar bebas dari zat berbahaya demi mewujudkan Kota Pangan Aman.

Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, M Anwar, mengatakan razia bersama BBPOM mengingat menjelang dan selama Ramadan banyak pedagang musiman yang menjajakan takjil di berbagai titik.

Menurut dia, kondisi tersebut perlu diantisipasi karena dikhawatirkan terdapat pangan yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin, pewarna tekstil, maupun zat aditif berbahaya lainnya.

Baca Juga :  Enam Anggota DPRD DKI Hasil PAW Resmi Dilantik, Begini Sumpah dan Janjinya

“Dalam waktu dekat bersama BBPOM kami akan mulai turun ke lapangan. Sasaran utama kami adalah penjual takjil,” kata Anwar usai audensi dengan BBPOM di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).

Ia menambahkan, ke depan Pemkot Jakarta Selatan bersama BBPOM di Jakarta juga akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Obat dan Makanan.

Pembentukan satgas tersebut akan mengacu pada Surat Keputusan (SK) Gubernur Provinsi DKI Jakarta, sehingga pembagian tugas dalam pengawasan menjadi jelas dan terstruktur.

“Sasaran kami selanjutnya adalah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan tempat-tempat lain yang dianggap perlu untuk dilakukan pemantauan secara rutin,” ujarnya.

Baca Juga :  Kejar Target Pendapatan, Bapenda Jaksel Dorong Kominfotik Bantu Sosialisasi Pajak

Dalam pembentukan satgas itu, Pemkot Jaksel akan melibatkan sejumlah suku dinas terkait, di antaranya Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), Suku Dinas Kesehatan, serta Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP).

Tak hanya itu, Pemkot juga akan merangkul para pemangku kepentingan di tingkat lokal.

Di Jakarta Selatan, misalnya, koordinator lapangan dari lokasi binaan pedagang kaki lima (PKL) akan dilibatkan untuk memastikan area tersebut bebas dari campuran zat berbahaya.

“Kami melibatkan koordinator lapangan dari lokasi binaan pedagang kaki lima untuk memastikan tempat tersebut bebas dari zat berbahaya atau campuran yang dapat membahayakan masyarakat saat mengonsumsinya,” ucap Anwar.

Baca Juga :  Lantik 404 Pejabat DKI, Heru Budi Minta Konsep Kota Global Dipelajari

Sementara itu, Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati, mengapresiasi komitmen Pemkot Jakarta Selatan dalam memperkuat pengawasan obat dan makanan di wilayahnya.

Ia menilai respons Wali Kota sangat positif dan tegas dalam mendorong sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) bersama BBPOM.

“Respon beliau (Wali Kota M Anwar) sangat positif dan tegas dalam memotivasi OPD serta kami di BBPOM untuk bersinergi mewujudkan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan berkhasiat di wilayah Jakarta Selatan,” tandas Sofiyani.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...