Sabtu, Juli 4, 2026

Dalan Alus Rezeki Mulus, Jargon Bupati Pekalongan yang Terjaring OTT KPK di Semarang

WIB

Aliansi.co, Semarang- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah.

Kali ini, Bupati Pekalongan Fadia A Rafiq terjaring OTT di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya penindakan tersebut.

“Benar, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya Bupati,” kata Budi dalam keterangannya, Selasa.

Fadia bersama sejumlah pihak yang turut diamankan langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  KPK OTT Pejabat Bea Cukai dan Pajak, Purbaya: Kemarin Sudah Saya Obrak-abrik

Hingga kini, KPK belum membeberkan perkara yang menjerat Bupati Pekalongan tersebut.

Budi juga belum mengungkapkan jenis barang bukti yang diamankan dalam operasi senyap tersebut. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring OTT.

Mengutip sejumlah sumber, Fadia A Rafiq memiliki nama asli Laila Fathiah. Ia lahir pada 23 Mei 1978 dan merupakan anak dari pedangdut senior Indonesia, A. Rafiq.

Baca Juga :  KPK OTT di Ternate, Gubernur Maluku Utara Ditangkap di Hotel Jakarta

Namanya dikenal publik saat merilis singel “Cik Cik Bum Bum” pada tahun 2000. Setelah berkarier di dunia hiburan, Fadia beralih ke politik.

Ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan periode 2011–2016 mendampingi Amat Antono.

Selanjutnya, Fadia mencalonkan diri sebagai Bupati Pekalongan berpasangan dengan H. Riswadi dan terpilih untuk periode 2021–2025.

Baca Juga :  Rekam Video Tak Senonoh dengan Anak Angkat, Mamah Muda di Sambas Ditetapkan Tersangka
Jargon dan Program Unggulan

Selama menjabat sebagai Bupati Pekalongan, Fadia dikenal dengan sejumlah jargon yang kerap disampaikan dalam berbagai kesempatan, di antaranya “Dalan Alus Rezeki Mulus” dan “Kudu Sekolah”.

Selain itu, ia juga menggulirkan sejumlah program unggulan, seperti layanan kesehatan gratis cukup menggunakan KTP serta bantuan seragam sekolah bagi siswa SD dan SMP di Kabupaten Pekalongan.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...