Jumat, April 3, 2026

Dalan Alus Rezeki Mulus, Jargon Bupati Pekalongan yang Terjaring OTT KPK di Semarang

WIB

Aliansi.co, Semarang- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah.

Kali ini, Bupati Pekalongan Fadia A Rafiq terjaring OTT di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya penindakan tersebut.

“Benar, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya Bupati,” kata Budi dalam keterangannya, Selasa.

Fadia bersama sejumlah pihak yang turut diamankan langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Beredar Surat Permohonan THR Lebaran dari Pembantu Kades di Tangerang, Besar-Kecil Diterima dengan Senang Hati

Hingga kini, KPK belum membeberkan perkara yang menjerat Bupati Pekalongan tersebut.

Budi juga belum mengungkapkan jenis barang bukti yang diamankan dalam operasi senyap tersebut. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring OTT.

Mengutip sejumlah sumber, Fadia A Rafiq memiliki nama asli Laila Fathiah. Ia lahir pada 23 Mei 1978 dan merupakan anak dari pedangdut senior Indonesia, A. Rafiq.

Baca Juga :  KPK OTT Pejabat Bea Cukai dan Pajak, Purbaya: Kemarin Sudah Saya Obrak-abrik

Namanya dikenal publik saat merilis singel “Cik Cik Bum Bum” pada tahun 2000. Setelah berkarier di dunia hiburan, Fadia beralih ke politik.

Ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan periode 2011–2016 mendampingi Amat Antono.

Selanjutnya, Fadia mencalonkan diri sebagai Bupati Pekalongan berpasangan dengan H. Riswadi dan terpilih untuk periode 2021–2025.

Baca Juga :  Jayapura Mencekam, Massa Pengantar Lukas Enembe Bakar Puluhan Ruko dan Kendaraan, Kerugian Tak Terhitung
Jargon dan Program Unggulan

Selama menjabat sebagai Bupati Pekalongan, Fadia dikenal dengan sejumlah jargon yang kerap disampaikan dalam berbagai kesempatan, di antaranya “Dalan Alus Rezeki Mulus” dan “Kudu Sekolah”.

Selain itu, ia juga menggulirkan sejumlah program unggulan, seperti layanan kesehatan gratis cukup menggunakan KTP serta bantuan seragam sekolah bagi siswa SD dan SMP di Kabupaten Pekalongan.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...

Sosok Dua Terduga Pelaku Mutilasi dalam Freezer, Terungkap Usai Kabur ke Majalengka

Aliansi.co,Jakarta- Polisi akhirnya mengungkap identitas dua terduga pelaku dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam freezer di Kabupaten Bekasi. Keduanya diketahui sempat...

Pelarian Dua Pelaku Kasus Mayat dalam Freezer Berakhir di Majalengka

Aliansi.co, Jakarta- Pelarian dua pelaku kasus penemuan mayat dalam freezer di Kabupaten Bekasi akhirnya berakhir di Majalengka, Jawa Barat. Keduanya berhasil ditangkap oleh Tim Subdit...

Dilaporkan ke Polda, Dugaan Transaksi Fiktif Fasilitas Kredit di Medan Diadukan hingga OJK

Aliansi.co-Jakarta- PT Toba Surimi Industries (PT TSI) melaporkan dugaan penarikan dana fiktif senilai Rp124,4 miliar dari fasilitas kredit modal kerja (KMK) miliknya ke Polda...

Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Salemba, Polisi Turun Selidiki Motif OTK

Aliansi.co, Jakarta- Polisi menyelidiki kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus (AY) di kawasan...