Selasa, Mei 19, 2026

Dalan Alus Rezeki Mulus, Jargon Bupati Pekalongan yang Terjaring OTT KPK di Semarang

WIB

Aliansi.co, Semarang- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah.

Kali ini, Bupati Pekalongan Fadia A Rafiq terjaring OTT di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya penindakan tersebut.

“Benar, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya Bupati,” kata Budi dalam keterangannya, Selasa.

Fadia bersama sejumlah pihak yang turut diamankan langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Kasus Korupsi Proyek Jalur Kereta Api, Jokowi Sudah Prediksi Dapat Masalah

Hingga kini, KPK belum membeberkan perkara yang menjerat Bupati Pekalongan tersebut.

Budi juga belum mengungkapkan jenis barang bukti yang diamankan dalam operasi senyap tersebut. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring OTT.

Mengutip sejumlah sumber, Fadia A Rafiq memiliki nama asli Laila Fathiah. Ia lahir pada 23 Mei 1978 dan merupakan anak dari pedangdut senior Indonesia, A. Rafiq.

Baca Juga :  Gercep, Syamsul Hariyanto Tinjau Gorong-gorong Rusak di Serpong, Tak Peduli Susuri Semak Demi Warga Bebas Banjir

Namanya dikenal publik saat merilis singel “Cik Cik Bum Bum” pada tahun 2000. Setelah berkarier di dunia hiburan, Fadia beralih ke politik.

Ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan periode 2011–2016 mendampingi Amat Antono.

Selanjutnya, Fadia mencalonkan diri sebagai Bupati Pekalongan berpasangan dengan H. Riswadi dan terpilih untuk periode 2021–2025.

Baca Juga :  Bukan Bunuh Diri, Ini Hasil Olah TKP Tewasnya Ajudan Kapolda Kaltara Brigpol Setyo Herlambang
Jargon dan Program Unggulan

Selama menjabat sebagai Bupati Pekalongan, Fadia dikenal dengan sejumlah jargon yang kerap disampaikan dalam berbagai kesempatan, di antaranya “Dalan Alus Rezeki Mulus” dan “Kudu Sekolah”.

Selain itu, ia juga menggulirkan sejumlah program unggulan, seperti layanan kesehatan gratis cukup menggunakan KTP serta bantuan seragam sekolah bagi siswa SD dan SMP di Kabupaten Pekalongan.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...