Sabtu, Oktober 3, 2026

Dalan Alus Rezeki Mulus, Jargon Bupati Pekalongan yang Terjaring OTT KPK di Semarang

WIB

Aliansi.co, Semarang- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah.

Kali ini, Bupati Pekalongan Fadia A Rafiq terjaring OTT di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya penindakan tersebut.

“Benar, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya Bupati,” kata Budi dalam keterangannya, Selasa.

Fadia bersama sejumlah pihak yang turut diamankan langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Mengerikan! Bersetubuh dengan Ibu Kandung, Pemuda di Bukittinggi Alami Kerusakan Otak hingga Gangguan Jiwa

Hingga kini, KPK belum membeberkan perkara yang menjerat Bupati Pekalongan tersebut.

Budi juga belum mengungkapkan jenis barang bukti yang diamankan dalam operasi senyap tersebut. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring OTT.

Mengutip sejumlah sumber, Fadia A Rafiq memiliki nama asli Laila Fathiah. Ia lahir pada 23 Mei 1978 dan merupakan anak dari pedangdut senior Indonesia, A. Rafiq.

Baca Juga :  Tersandung Kasus Pemerasan, Wamenaker Noel Ditangkap KPK

Namanya dikenal publik saat merilis singel “Cik Cik Bum Bum” pada tahun 2000. Setelah berkarier di dunia hiburan, Fadia beralih ke politik.

Ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan periode 2011–2016 mendampingi Amat Antono.

Selanjutnya, Fadia mencalonkan diri sebagai Bupati Pekalongan berpasangan dengan H. Riswadi dan terpilih untuk periode 2021–2025.

Baca Juga :  KPK OTT di Ternate, Gubernur Maluku Utara Ditangkap di Hotel Jakarta
Jargon dan Program Unggulan

Selama menjabat sebagai Bupati Pekalongan, Fadia dikenal dengan sejumlah jargon yang kerap disampaikan dalam berbagai kesempatan, di antaranya “Dalan Alus Rezeki Mulus” dan “Kudu Sekolah”.

Selain itu, ia juga menggulirkan sejumlah program unggulan, seperti layanan kesehatan gratis cukup menggunakan KTP serta bantuan seragam sekolah bagi siswa SD dan SMP di Kabupaten Pekalongan.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...