Minggu, Juli 5, 2026

Bang Japar Minta THR, Fahira Idris Angkat Bicara

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pendiri sekaligus Ketua Umum Ormas BANG JAPAR (Kebangkitan Jawara dan Pengacara), Fahira Idris, angkat bicara terkait beredarnya surat permohonan tunjangan hari raya (THR) yang mengatasnamakan organisasi Bang Japar.

Fahira menegaskan, organisasi bernama Bang Japar Indonesia (BJI) yang disebut dalam sejumlah surat permintaan THR bukanlah organisasi yang ia dirikan maupun pimpin.

“Perlu saya tegaskan bahwa organisasi bernama ‘Bang Japar Indonesia (BJI)’ bukan organisasi yang saya pimpin,” kata Fahira dalam keterangannya dikutip dari laman Facebook miliknya, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, jika ada pihak yang menyebarkan proposal, surat, atau permintaan THR dengan mencatut nama Bang Japar Indonesia, maka hal tersebut tidak memiliki kaitan dengan Ormas BANG JAPAR yang ia dirikan sejak 2017.

Baca Juga :  Tak Sesuai Komitmen, Dewi Protes Tanah Keluarganya Sudah Dibangun Calon Pembeli

Ia menegaskan, sejak berdiri pada 25 Februari 2017, organisasi BANG JAPAR tidak pernah meminta THR, sumbangan, maupun pungutan dalam bentuk apa pun kepada perusahaan, pelaku usaha, ataupun masyarakat.

“Sejak awal berdirinya BANG JAPAR pada 25 Februari 2017, organisasi ini tidak pernah dan tidak akan pernah meminta THR, sumbangan, atau pungutan dalam bentuk apa pun kepada perusahaan, pelaku usaha, maupun masyarakat,” ujarnya.

Fahira menjelaskan, BANG JAPAR didirikan dengan tujuan sosial dan pengabdian kepada masyarakat.

Organisasi tersebut selama ini menjalankan berbagai kegiatan seperti advokasi hukum dan kesehatan, penguatan UMKM, layanan ambulans gratis, hingga kegiatan sosial lainnya.

Baca Juga :  Hari Ketiga Lebaran, Stasiun Senen dan Gambir Masih Diserbu Pemudik

“BANG JAPAR berdiri untuk #Berbuat dan #Bermanfaat melalui kegiatan sosial, advokasi hukum dan kesehatan, penguatan UMKM, layanan ambulans gratis, serta pengabdian kepada masyarakat dan pengawalan ulama,” kata dia.

Ia menilai, setiap tindakan yang mengatasnamakan Bang Japar untuk meminta THR atau pungutan jelas bertentangan dengan prinsip, nilai, dan aturan organisasi yang ia pimpin.

Fahira juga mengungkapkan bahwa persoalan tersebut hampir selalu muncul menjelang Lebaran dan kerap menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat karena nama Bang Japar identik dengan dirinya sebagai pendiri organisasi.

Baca Juga :  Pemkot Jaksel Bentuk Tim Survei Teknis Usulan Musrenbang, Begini Arahan Wali Kota Munjirin

“Setiap tahun menjelang Lebaran persoalan ini kembali muncul dan seringkali menimbulkan kebingungan di masyarakat karena nama BANG JAPAR sangat identik dengan saya sebagai pendirinya, ” katanya.

“Namun perlu diketahui bahwa nama organisasi kami berbeda dan logo kami juga berbeda,” lanjutnya.

Karena itu, Fahira mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mencatut nama BANG JAPAR untuk kepentingan tertentu.

Ia juga mempersilakan masyarakat melaporkan jika menemukan informasi atau permintaan yang mengatasnamakan organisasinya.

“Jika ada informasi atau laporan terkait hal tersebut, silakan menyampaikannya kepada Mako Pusat BANG JAPAR atau langsung kepada saya,” tutupnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...