Aliansi.co,Jakarta- Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memutuskan mencabut skema one way nasional arus balik secara bertahap mulai Rabu (25/3/2026) siang.
Kebijakan ini diambil setelah evaluasi menunjukkan kondisi arus lalu lintas di ruas Tol Trans Jawa mulai landai dan terkendali.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan, sebelumnya rekayasa lalu lintas one way nasional diberlakukan dari KM 414 Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah.
Namun, hasil evaluasi pada pukul 10.00 WIB menunjukkan situasi yang semakin kondusif.
“Hari ini Rabu pukul 10.00 WIB, kami evaluasi bersama Pak Dirlantas, Pejabat Utama Korlantas Polri, dan Satgas Kamsel, kondisi arus lalu lintas mulai landai dan cukup terkendali. Oleh sebab itu, atas izin Bapak Kapolri, kami melakukan sosialisasi,” ujar Agus dalam keterangannya, Rabu.
Ia menjelaskan, setelah tahap sosialisasi dilakukan, petugas akan melakukan sterilisasi jalur sebelum mencabut skema one way nasional dari KM 414 Tol Kalikangkung hingga KM 263 Tol Pejagan.
“Setelah sosialisasi, kami akan melakukan sterilisasi dan mencabut one way nasional lokal dari KM 414 sampai KM 263. Namun untuk KM 263 sampai KM 70 masih berlangsung one way lokal tahap kedua,” ujar Agus.
“Setelah sosialisasi, sekitar pukul 12.00 akan dibuka dua jalur normal menuju Jakarta, termasuk bagi masyarakat dari arah Pejagan menuju Semarang,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Agus mengungkapkan puncak arus balik Lebaran tahun ini terjadi pada Selasa (24/3/2026), dengan jumlah kendaraan mencapai 256.388 unit.
Angka tersebut meningkat sekitar 14,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 223.163 kendaraan.
Sementara itu, hingga saat ini sebanyak sekitar 58 persen kendaraan pemudik telah kembali ke arah Jakarta.
Total kendaraan yang sudah kembali tercatat hampir 1,96 juta unit.
“Saat ini kendaraan yang sudah kembali ke Jakarta mencapai hampir 58 persen atau sekitar 1.958.000 kendaraan. Sisa kendaraan diperkirakan sekitar 1,4 juta hingga tanggal 29 Maret 2026,” ucap Agus.
Ia menambahkan, meskipun Operasi Ketupat akan segera berakhir, masih terdapat kendaraan yang perlu dikelola di jalur Trans Jawa menuju Jakarta.
“Artinya, setelah Operasi Ketupat selesai, masih ada sekitar 250.000 kendaraan yang perlu dikelola di Trans Jawa menuju Jakarta,” lanjutnya.
Di akhir keterangannya, Agus mengapresiasi kedisiplinan masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Menurut dia, kepatuhan pengguna jalan turut berkontribusi terhadap kelancaran lalu lintas secara keseluruhan.
“Tahun ini tidak terdapat kejadian kecelakaan yang menonjol, sehingga kondisi secara umum terkendali. Keberhasilan ini juga didukung oleh meningkatnya disiplin para pengguna jalan. Ini merupakan kesuksesan bersama,” pungkasnya.
