Jumat, September 25, 2026

Pemkot Jaksel Imbau Warga Waspadai Dampak Konsumsi Ikan Sapu-Sapu

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan mengimbau warga untuk mewaspadai dampak konsumsi ikan sapu-sapu yang dinilai berpotensi membahayakan kesehatan.

Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, M Anwar mengatakan, masyarakat perlu lebih selektif dalam mengonsumsi makanan, terutama yang tidak jelas asal-usul bahan bakunya.

Ia mengingatkan, ikan sapu-sapu yang hidup di perairan tercemar berisiko mengandung zat berbahaya.

“Saya khawatir masyarakat yang tidak mengetahui asal-usulnya tetap mengonsumsi. Dampaknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi bisa muncul dalam dua hingga tiga tahun ke depan,” ujar Anwar dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026).

Baca Juga :  Khoirudin PKS Diusulkan jadi Ketua DPRD Jakarta 2024-2029

Anwar menjelaskan, ikan sapu-sapu termasuk spesies invasif yang banyak ditemukan di kali dan sungai Jakarta Selatan.

Selain merusak ekosistem, ikan tersebut juga kerap hidup di perairan dengan tingkat pencemaran tinggi.

Pemkot Jakarta Selatan sebelumnya juga telah menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di 10 kecamatan.

Dalam operasi tersebut, petugas menargetkan penangkapan hingga lima ton ikan untuk mengendalikan populasinya.

Baca Juga :  Ikuti Saran MUI, Pemkot Jaksel Belah Kepala Ikan Sapu-Sapu Sebelum Dikubur

Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan, Ridho Sosro menjelaskan, pihaknya akan terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya konsumsi ikan sapu-sapu.

“Ke depan, kami akan memperkuat sosialisasi agar masyarakat memahami bahwa ikan ini berpotensi mengandung logam berat seperti merkuri dan timbal,” kata Ridho.

Ia menambahkan, dalam jangka pendek, penangkapan ikan sapu-sapu akan terus dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari petugas PPSU, Dinas Lingkungan Hidup, hingga komunitas warga.

Baca Juga :  Tak Perlu Bayar, Lapangan Padel di Taman Bendera Pusaka Dibuka untuk Umum

“Hal ini dikarenakan kandungan logam berat seperti merkuri dan timbal di dalam tubuh ikan sapu-sapu sangat tinggi,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...

Karaoke di PIK Jakarta, Mahasiswi Asal Banten Tewas Overdosis Diduga Narkoba

Aliansi.co,Jakarta- Seorang mahasiswi berinisial S asal Serang, Banten, ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (9/9/2026). Korban diduga...

Modus Live Pornografi Berbayar Terbongkar: Penonton Digiring dari TikTok ke Tevi

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri membongkar praktik live streaming berbayar bermuatan pornografi yang memanfaatkan TikTok dan aplikasi Tevi. Dalam praktiknya, penonton lebih...