Selasa, September 1, 2026

Prabowo Bongkar Modus BUMN Sembunyikan Uang Negara

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Presiden Prabowo Subianto mengungkap dugaan modus penyembunyian uang negara melalui pembentukan anak perusahaan hingga perusahaan turunan di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN).

Menurutnya, praktik tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah melakukan penertiban besar-besaran terhadap BUMN yang dinilai tidak efisien.

Prabowo mengatakan, dirinya baru mengetahui besarnya jumlah entitas BUMN setelah resmi dilantik sebagai presiden. Ia mengaku semula memperkirakan jumlah BUMN hanya sekitar 300 hingga 400 perusahaan.

“Dulu saya juga waktu dilantik jadi presiden, minggu-minggu pertama saya kaget. Saya tidak pernah tahu bahwa BUMN kita begitu banyak. Perkiraan saya dari dulu BUMN kita ya 300, maksimal 400,” kata Prabowo dalam sambutannya saat meresmikan pembangunan bendungan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (10/7/2026).

Baca Juga :  Viral Pria Tawarkan Bantuan Gratis kepada Amien Rais dan Rizal Ramli kalau Frustrasi Lengserkan Jokowi

Namun, lanjut Prabowo, setelah menerima laporan resmi, ia mengetahui jumlah BUMN mencapai 1.007 entitas.

Menurutnya, jumlah tersebut kemungkinan masih bertambah jika menghitung perusahaan turunannya.

“Begitu saya dilantik jadi presiden, baru saya diberi tahu BUMN kita 1.007. Itu pun jangan-jangan ada lagi anak perusahaan, ada lagi cucu perusahaan, ada lagi cicit perusahaan, dan itu adalah cara mereka untuk sembunyi, sembunyiin uang negara, sembunyiin uang rakyat. Ini kita tertibkan,” ujarnya.

Prabowo menegaskan pemerintah kini tengah melakukan pembenahan menyeluruh terhadap BUMN.

Ia mengklaim perusahaan-perusahaan pelat merah yang selama puluhan tahun menjadi sumber praktik korupsi mulai menunjukkan perubahan.

Baca Juga :  Jokowi Resmikan Proyek Pengelolaan Air Limbah di Pekanbaru, Biayanya Rp 902 Miliar

“Saya juga merasa besar hati, bangga, beberapa hari ini saya dapat laporan-laporan hasil, hasil-hasil yang kita dapatkan. BUMN yang merupakan sarang korupsi puluhan tahun sedikit demi sedikit mulai kita benahi,” katanya.

Menurut Prabowo, hasil pembenahan mulai terlihat dari kinerja sejumlah BUMN yang sebelumnya terus mengalami kerugian.

“Jadi saya dapat laporan bahwa beberapa BUMN yang sekian puluh tahun rugi-rugi, tahun ini mulai untung. Mulai untung,” ucapnya.

Sebagai bagian dari langkah efisiensi, pemerintah telah menutup ratusan BUMN yang dinilai tidak sehat dan terus merugi.

“Sampai hari ini, kita sudah tutup 240 BUMN yang tidak beres, sudah kita tutup. Nanti akhir Juli ini akan 250 BUMN kita tutup. Desember 31, 2026, akan tutup jumlahnya 800 BUMN yang tidak efisien, yang tidak pernah untung, yang merugi terus kita tutup,” ungkap Prabowo.

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Arus Mudik, Kerja Fleksibel ASN Berlaku Mulai 24 Maret

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi di media sosial.

Menurutnya, media sosial dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk membentuk opini yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Karena ada suatu penyakit, bukan hanya di negara kita tapi di dunia ini, sosmed ini bisa diperalat. Orang punya duit, dia bisa main di sosmed. Jadi cerita di sosmed belum tentu cerita yang sebenarnya. Rakyat jangan tertipu. Percayalah kepada pemimpin yang telah kau pilih,” kata Prabowo.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Viral Pria Gesek-gesek Kolong Mobil di GBK, Dugaan Polisi Debt Collector

Aliansi.co,jakarta- Aksi dua pria yang diduga menggesek nomor rangka kendaraan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, viral di media sosial. Aksi keduanya terekam...

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...