Aliansi.co,Jakarta- Presiden Prabowo Subianto mengungkap dugaan modus penyembunyian uang negara melalui pembentukan anak perusahaan hingga perusahaan turunan di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN).
Menurutnya, praktik tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah melakukan penertiban besar-besaran terhadap BUMN yang dinilai tidak efisien.
Prabowo mengatakan, dirinya baru mengetahui besarnya jumlah entitas BUMN setelah resmi dilantik sebagai presiden. Ia mengaku semula memperkirakan jumlah BUMN hanya sekitar 300 hingga 400 perusahaan.
“Dulu saya juga waktu dilantik jadi presiden, minggu-minggu pertama saya kaget. Saya tidak pernah tahu bahwa BUMN kita begitu banyak. Perkiraan saya dari dulu BUMN kita ya 300, maksimal 400,” kata Prabowo dalam sambutannya saat meresmikan pembangunan bendungan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (10/7/2026).
Namun, lanjut Prabowo, setelah menerima laporan resmi, ia mengetahui jumlah BUMN mencapai 1.007 entitas.
Menurutnya, jumlah tersebut kemungkinan masih bertambah jika menghitung perusahaan turunannya.
“Begitu saya dilantik jadi presiden, baru saya diberi tahu BUMN kita 1.007. Itu pun jangan-jangan ada lagi anak perusahaan, ada lagi cucu perusahaan, ada lagi cicit perusahaan, dan itu adalah cara mereka untuk sembunyi, sembunyiin uang negara, sembunyiin uang rakyat. Ini kita tertibkan,” ujarnya.
Prabowo menegaskan pemerintah kini tengah melakukan pembenahan menyeluruh terhadap BUMN.
Ia mengklaim perusahaan-perusahaan pelat merah yang selama puluhan tahun menjadi sumber praktik korupsi mulai menunjukkan perubahan.
“Saya juga merasa besar hati, bangga, beberapa hari ini saya dapat laporan-laporan hasil, hasil-hasil yang kita dapatkan. BUMN yang merupakan sarang korupsi puluhan tahun sedikit demi sedikit mulai kita benahi,” katanya.
Menurut Prabowo, hasil pembenahan mulai terlihat dari kinerja sejumlah BUMN yang sebelumnya terus mengalami kerugian.
“Jadi saya dapat laporan bahwa beberapa BUMN yang sekian puluh tahun rugi-rugi, tahun ini mulai untung. Mulai untung,” ucapnya.
Sebagai bagian dari langkah efisiensi, pemerintah telah menutup ratusan BUMN yang dinilai tidak sehat dan terus merugi.
“Sampai hari ini, kita sudah tutup 240 BUMN yang tidak beres, sudah kita tutup. Nanti akhir Juli ini akan 250 BUMN kita tutup. Desember 31, 2026, akan tutup jumlahnya 800 BUMN yang tidak efisien, yang tidak pernah untung, yang merugi terus kita tutup,” ungkap Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi di media sosial.
Menurutnya, media sosial dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk membentuk opini yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Karena ada suatu penyakit, bukan hanya di negara kita tapi di dunia ini, sosmed ini bisa diperalat. Orang punya duit, dia bisa main di sosmed. Jadi cerita di sosmed belum tentu cerita yang sebenarnya. Rakyat jangan tertipu. Percayalah kepada pemimpin yang telah kau pilih,” kata Prabowo.
