Aliansi.co, Jakarta – Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengawali hari pertama masuk sekolah dengan menginspeksi pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMKN 57 Jakarta, Jalan Margasatwa Raya, Pasar Minggu, Senin (13/7/2026).
Inspeksi tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah berlangsung aman, nyaman, serta bebas dari praktik perundungan (bullying), perpeloncoan, maupun diskriminasi terhadap peserta didik baru.
Syafrin tiba di SMKN 57 sekitar pukul 06.30 WIB dan disambut kepala sekolah, para guru, serta siswa.
Setibanya di lokasi, ia langsung menghadiri upacara pembukaan MPLS bersama ratusan peserta didik baru.
Usai upacara, Syafrin menyematkan tanda pengenal MPLS kepada sejumlah perwakilan siswa sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.
“Selamat mengikuti pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027. Ini menjadi awal petualangan kalian dalam menapaki langkah untuk menjalin teman baru sekaligus menumbuhkan karakter sebagai penerus generasi Jakarta,” kata Syafrin saat menyematkan tanda pengenal.
Setelah itu, Syafrin berkeliling memantau jalannya kegiatan MPLS dan berdialog dengan pihak sekolah mengenai pelaksanaan program tersebut.
Menurut Syafrin, inspeksi dilakukan sebagai bentuk pengawasan agar pelaksanaan MPLS berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan Kementerian Pendidikan serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Hari ini kami meninjau MPLS di SMK Negeri 57 Jakarta. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pelaksanaan MPLS bagi para peserta didik baru berlangsung dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Syafrin menegaskan selama pelaksanaan MPLS tidak boleh ada praktik kekerasan yang dialami anak didik baru.
Ia juga memastikan tidak ada aksi perundungan (bullying), perpeloncoan, maupun tindakan diskriminatif lainnya terhadap siswa baru.
“Saya ingin memastikan tidak ada kekerasan, perundungan (bullying), perpeloncoan, maupun diskriminasi saat MPLS,” tegasnya.
Ia mengatakan sekolah harus menjadi lingkungan yang ramah dan mampu membentuk karakter peserta didik sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di sekolah.
“Kami berharap anak-anak kita, melalui sekolah baru ini, dapat memahami bahwa lingkungan yang mereka masuki adalah lingkungan pendidikan yang siap membangun karakter mereka agar lebih disiplin, berintegritas, serta mampu bersahabat dengan sesama,” katanya.
Menurut Syafrin, pelaksanaan MPLS harus dapat menumbuhkan semangat belajar siswa sehingga mereka siap mengikuti proses pendidikan di sekolah barunya.
Karena itu, ia berharap seluruh rangkaian MPLS selama beberapa hari ke depan berlangsung aman dan nyaman sehingga mampu mendukung terwujudnya generasi Jakarta yang siap menghadapi tantangan global.
“Kami berharap anak-anak dapat mengikuti MPLS dengan aman dan nyaman, sehingga visi pendidikan kita untuk menghadirkan generasi yang siap menghadapi tantangan globalisasi di masa depan dapat terwujud. Hal ini sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global yang berbudaya,” tuturnya.
Sementara itu, salah seorang peserta didik baru, Nayla Cantika, mengaku terkejut sekaligus bangga karena hari pertamanya masuk sekolah dihadiri langsung oleh Wali Kota Jakarta Selatan.
“Bangga banget, enggak nyangka hari pertama masuk sekolah ada Pak Wali Kota,” ujar Nayla.
Ia mengaku tidak mendapat informasi sebelumnya mengenai kunjungan tersebut.
“Enggak ada informasi sebelumnya, eh tiba-tiba Pak Wali Kota sudah di sekolah,” katanya.
