Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi.
Sejak waktu subuh, sejumlah pengemudi ojek online (ojol) tampak berseliweran keluar-masuk permukiman.
Penampilan mereka yang dinilai berbeda dari pengemudi ojol yang biasa terlihat, membuat seorang warga sempat merasa heran.
Warga Kampung Bahari, sebut saja Bunga (bukan nama sebenarnya) mengungkapkan, sebelum penggerebekan oleh aparat, dirinya melihat sejumlah pengemudi ojol seusai menunaikan salat subuh di masjid.
“Pagi itu pas saya di jalan ya, saya lihat kok banyak bang ojol ganteng nih,” cerita Bunga saat ditemui, Jumat (14/8/2026).
Meski merasa ada yang berbeda, Bunga mengaku saat itu belum mengaitkan keberadaan para pengemudi ojol tersebut dengan operasi aparat.
Dia mengira para pengemudi tersebut hanya sedang menjalankan aktivitas seperti biasa.
Apalagi, menurutnya, ojol memang cukup sering keluar masuk kawasan Kampung Bahari.
“Awalnya saya pikir biasa saja. Siang hari juga banyak ojol keluar masuk, kan begitu,” ujarnya.
Bunga kemudian melanjutkan perjalanan menuju rumah.
Tidak ada dugaan bahwa beberapa jam setelah itu, suasana permukiman akan berubah.
Dari dalam rumah, Bunga kemudian mendengar suara seperti petasan atau mercon yang terdengar berulang kali.
Suara tersebut disusul bunyi kembang api yang membuat dirinya mulai bertanya-tanya mengenai situasi di luar.
Karena penasaran, Bunga mengintip dari balik jendela rumah.
Dia melihat sejumlah personel kepolisian mengenakan pakaian serba hitam bergerak di sekitar permukiman.
“Saya dengar suara mercon sama kembang api terus. Saya intip dari jendela, ternyata banyak polisi pakai baju hitam berjalan di depan rumah,” katanya.
Pemandangan itu membuat Bunga kembali teringat dengan apa yang dilihatnya beberapa jam sebelumnya.
Menurut dia, saat petugas mulai merangsek ke kawasan permukiman, terdapat pula sejumlah orang yang sebelumnya terlihat seperti pengemudi ojol.
“Saya baru curiga, jangan-jangan yang saya lihat subuh tadi ada hubungannya dengan polisi. Karena waktu polisi masuk, ada juga yang seperti ojol mengikuti dari belakang,” tuturnya.
Ia pun mulai menyadari bahwa kemunculan sejumlah pengemudi ojol sejak subuh kemungkinan bukan aktivitas biasa.
Meski demikian, Bunga mengaku tidak mengetahui secara pasti identitas maupun tugas orang-orang yang dilihatnya tersebut.
“Saya enggak tahu mereka siapa. Saya cuma lihat dari jauh, pakai seperti atribut ojol dan berseliweran,” ujarnya.
Tak lama setelah pergerakan aparat terlihat, kawasan Kampung Bahari mulai dipenuhi personel.
Ia dan keluarganya memilih bertahan di rumah sambil mengamati situasi dari balik pintu dan jendela.
“Kalau sebelum polisi datang, saya pikir ya ojol biasa. Tapi setelah lihat polisi masuk, baru kepikiran lagi yang tadi pagi,” katanya.
