Kamis, April 16, 2026

DBD Mengamuk, Wali Kota Jaksel Dorong Lurah-Camat PSN Dua Kali Seminggu

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin mendorong jajarannya untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dua kali dalam seminggu.

Selain hari Jumat, Munjirin meminta PSN dilakukan di hari lainnya menyusul mengamuknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jakarta.

“Saya minta karena ini tinggi kasusnya (DBD), maka waktu pemeriksaan pada hari Jumat bisa ditambahkan hari lain, jadi seminggu dua kali,” kata Munjirin, saat dihubungi Jumat (29/3/2024).

Pemberantasan jentik nyamuk penyebar wabah DBD tersebut juga sudah ditegaskan Munjirin saat rapim kepada jajarannya.

Baca Juga :  Wali Kota Jaksel Instruksikan Jajarannya Siaga di Lokasi Rawan Bencana

Dalam rapat yang juga dihadiri pimpinan SKPD Pemkot Jaksel, ia mengimbau kepada para lurah dan camat untuk mendorong kader juru pemantau jentik (jumantik) di wilayahnya agar menambah jadwal PSN.

PSN tambahan tersebut perlu dilakukan mengingat kasus DDB sedang tinggi.

“Rabu pagi kemarin sudah sudah dilaksanakan PSN massal, dan saya mohon para Lurah yang punya kader jumantik dan para camat, agar didorong kader jumantiknya untuk lebih teliti lagi memeriksa jentik pada bulan-bulan ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Sidak Laporan Warga, Wali Kota Jaksel Temukan Ini di Dasar Saluran Air

Munjirin menekankan pentingnya jumantik mandiri di setiap wilayah untuk melakukan pemeriksaan pada rumah-rumah yang dicurigai menjadi tempat sarang nyamuk.

Selain memeriksa, jumantik tersebut juga bisa mengedukasi masyarakat terkait kegiatan PSN.

“Saya yakin Pak Camat dan Pak Lurah sudah paham untuk memotivasi para kader jumantiknya untuk dapat memberikan sanksi bagi warga yang di rumahnya kedapatan jentik ketika diperiksa,” ujar Munjirin.

Pada rapat tersebut, Munjirin juga memberikan plakat berwarna untuk kecamatan dengan kasus DBD terendah dengan plakat hijau, dan kasus DBD tertinggi plakat merah.

Baca Juga :  Kampanye Gemarikan, Wali Kota Jaksel Makan Sosis Ikan Bersama 300 Anak SD

Untuk kecamatan yang memiliki kasus DBD hingga warganya meninggal dunia mendapatkan bendera hitam.

Adapun plakat hijau diraih Kecamatan Tebet, plakat merah diraih oleh Kecamatan Setiabudi, dan bendera hitam didapat Kecamatan Kebayoran Lama.

Penyerahan plakat itu disaksikan oleh Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Edi Sumantri, dan Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan, Ali Murthadho.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Peras Anggota DPR Rp 300 Juta, Empat KPK Gadungan Ditangkap di Jakbar

Aliansi.co, Jakarta-Tim gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polda Metro Jaya menangkap empat orang terduga pelaku pemerasan yang menyasar anggota DPR RI. Para pelaku ditangkap...

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...

Sosok Dua Terduga Pelaku Mutilasi dalam Freezer, Terungkap Usai Kabur ke Majalengka

Aliansi.co,Jakarta- Polisi akhirnya mengungkap identitas dua terduga pelaku dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam freezer di Kabupaten Bekasi. Keduanya diketahui sempat...

Pelarian Dua Pelaku Kasus Mayat dalam Freezer Berakhir di Majalengka

Aliansi.co, Jakarta- Pelarian dua pelaku kasus penemuan mayat dalam freezer di Kabupaten Bekasi akhirnya berakhir di Majalengka, Jawa Barat. Keduanya berhasil ditangkap oleh Tim Subdit...

Dilaporkan ke Polda, Dugaan Transaksi Fiktif Fasilitas Kredit di Medan Diadukan hingga OJK

Aliansi.co-Jakarta- PT Toba Surimi Industries (PT TSI) melaporkan dugaan penarikan dana fiktif senilai Rp124,4 miliar dari fasilitas kredit modal kerja (KMK) miliknya ke Polda...