Senin, Juni 1, 2026

DBD Mengamuk, Wali Kota Jaksel Dorong Lurah-Camat PSN Dua Kali Seminggu

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin mendorong jajarannya untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dua kali dalam seminggu.

Selain hari Jumat, Munjirin meminta PSN dilakukan di hari lainnya menyusul mengamuknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jakarta.

“Saya minta karena ini tinggi kasusnya (DBD), maka waktu pemeriksaan pada hari Jumat bisa ditambahkan hari lain, jadi seminggu dua kali,” kata Munjirin, saat dihubungi Jumat (29/3/2024).

Pemberantasan jentik nyamuk penyebar wabah DBD tersebut juga sudah ditegaskan Munjirin saat rapim kepada jajarannya.

Baca Juga :  Marak Bentrokan Warga, Pemkot Jaktim Siapkan Satgas hingga Pos Pantau Tawuran

Dalam rapat yang juga dihadiri pimpinan SKPD Pemkot Jaksel, ia mengimbau kepada para lurah dan camat untuk mendorong kader juru pemantau jentik (jumantik) di wilayahnya agar menambah jadwal PSN.

PSN tambahan tersebut perlu dilakukan mengingat kasus DDB sedang tinggi.

“Rabu pagi kemarin sudah sudah dilaksanakan PSN massal, dan saya mohon para Lurah yang punya kader jumantik dan para camat, agar didorong kader jumantiknya untuk lebih teliti lagi memeriksa jentik pada bulan-bulan ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Satpol PP DKI Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Sitaan, Pemasok dan Penjual Diburu

Munjirin menekankan pentingnya jumantik mandiri di setiap wilayah untuk melakukan pemeriksaan pada rumah-rumah yang dicurigai menjadi tempat sarang nyamuk.

Selain memeriksa, jumantik tersebut juga bisa mengedukasi masyarakat terkait kegiatan PSN.

“Saya yakin Pak Camat dan Pak Lurah sudah paham untuk memotivasi para kader jumantiknya untuk dapat memberikan sanksi bagi warga yang di rumahnya kedapatan jentik ketika diperiksa,” ujar Munjirin.

Pada rapat tersebut, Munjirin juga memberikan plakat berwarna untuk kecamatan dengan kasus DBD terendah dengan plakat hijau, dan kasus DBD tertinggi plakat merah.

Baca Juga :  Banyak Peminat, Munjirin Dorong Baznas Bazis Jakarta Rutin Gelar Hapus Tato Gratis

Untuk kecamatan yang memiliki kasus DBD hingga warganya meninggal dunia mendapatkan bendera hitam.

Adapun plakat hijau diraih Kecamatan Tebet, plakat merah diraih oleh Kecamatan Setiabudi, dan bendera hitam didapat Kecamatan Kebayoran Lama.

Penyerahan plakat itu disaksikan oleh Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Edi Sumantri, dan Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan, Ali Murthadho.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...