Sabtu, Oktober 17, 2026

Awal Mula Pengusutan Kasus Pengadaan Mesin Jahit hingga Kantor Sudin UMKM Digeledah Kejaksaan

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pengusutan dugaan korupsi dalam proyek pengadaan mesin jahit di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menemui titik terang.

Setelah melalui proses penyelidikan sejak 2022, tim penyidik kejaksaan akhirnya menggeledah Kantor Suku Dinas (Sudin) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Jakarta Timur.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasie Pidsus) Kejari Jakarta Timur, Adri Eddyanto Pontoh mengungkapkan, penggeledahan dilakukan oleh tim penyidik sebagai tindak lanjut dari penyidikan yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir.

“Penggeledahan dilakukan oleh tim penyidik dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur terkait pengadaan mesin jahit dengan total Rp9 miliar lebih,” ujar Adri Eddyanto Pontoh dalam keterangan persnya, dikutip Selasa (12/11/2025).

Baca Juga :  Kejaksaan Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Mesin Jahit Sudin PPKUKM Jaktim, Dua Pejabat Pengadaan

Menurut Adri, proyek pengadaan tersebut merupakan bagian dari program Pemprov DKI Jakarta yang bertujuan mendukung pelaku UMKM di seluruh wilayah kota administrasi, mulai dari Jakarta Timur, Barat, Utara, Selatan, Pusat, hingga Kepulauan Seribu.

Untuk wilayah Jakarta Timur, proyek ini mencakup sekitar 3.000 unit mesin jahit yang dipesan melalui salah satu distributor di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Karena proyek ini dari tahun 2022 sampai 2024 untuk keseluruhan DKI. Tapi karena kami dari Kejari Jakarta Timur, kami fokus untuk wilayah Jakarta Timur,” jelasnya.

Baca Juga :  DPR Dorong Kejagung Bersih-bersih BUMN, Ungkit Kasus Korupsi PT Waskita Karya

Selain menggeledah Kantor Sudin UMKM Jakarta Timur, penyidik juga mendatangi lokasi lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan proyek tersebut.

“Untuk hari ini ada dua tempat yang kami geledah sesuai izin pengadilan, yaitu di Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Di Jakarta Utara kami geledah distributor di kawasan Kelapa Gading,” ungkap Adri.

Adri menjelaskan, penggeledahan dilakukan untuk mencari dokumen, barang bukti, dan data pendukung terkait mekanisme pengadaan serta dugaan penyimpangan anggaran.

Baca Juga :  Wujudkan Data Terintegrasi, Pemkot Jaksel Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Pihak Kejari Jakarta Timur kini tengah menelusuri aliran dana dan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, Kejaksaan belum mengumumkan jumlah pihak yang telah diperiksa maupun hasil temuan awal dari penggeledahan.

“Kami akan dalami seluruh prosesnya untuk memastikan apakah ada penyimpangan anggaran negara dalam pengadaan ini,” tegas Adri.

Laporan InaCO Jadi Pemicu Awal Pengusutan

Dugaan penyimpangan dalam pengadaan mesin jahit ini sebenarnya sudah lebih dulu tercium oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesian Corruption Observer (InaCO).

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

BGN Buka Suara soal Penemuan Mayat di Dapur MBG

Aliansi.co,Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal penemuan mayat yang dikaitkan dengan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan BGN menyusul beredarnya informasi...

Mutasi Besar-besaran Polri, Wakabaintelkam-Kakorlantas hingga Kapolda Berganti

Aliansi.co, Jakarta – Polri kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap 199 personel yang terdiri dari perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Sejumlah jabatan strategis mulai...

Polri Gerebek Dua Kampung Narkoba Legendaris Jakarta, 24 Orang Diamankan

Aliansi.co, Jakarta- Polri menggerebek dua kampung legendaris yang terkenal sebagai basis peredaran narkoba di Jakarta, yakni Kampung Ambon, Jakarta Barat, dan Kampung Boncos, Jumat...

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...