Sabtu, Juli 4, 2026

Babak Baru Pengusutan Tragedi Nikahan Anak Dedi Mulyadi, Polisi Buka Peluang Periksa EO

WIB

Aliansi-GARUT –Kasus meninggalnya tiga orang dalam tragedi Pesta Rakyat dalam rangkaian pernikahan anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, memasuki babak baru.

Polda Jawa Barat resmi mengambil alih penanganan kasus yang menewaskan anggota polri dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat berdesak-desakan di Pendopo Kabupaten Garut, Jumat (18/7/2025).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan membenarkan pihaknya kini menangani langsung proses penyelidikan insiden tersebut.

“Diambil Polda Jabar (penanganan kasus). Kami masih terus lakukan asistensi terhadap penyelidikan kasus,” ujar Kombes Hendra kepada wartawan, Senin (21/7/2025).

Baca Juga :  Gus Samsudin Akhirnya Ditetapkan Tersangka Konten Pengajian Tukar Pasangan

Polda Jabar membuka peluang memeriksa pihak penyelenggara acara atau event organizer (EO).

Menurutnya, EO yang mengelola jalannya pesta rakyat, memiliki tanggung jawab utama dalam pelaksanaan acara tersebut.

Hal itu mengingat pihak keluarga mempelai telah menyerahkan seluruh pelaksanaan kegiatan kepada EO sebagai penyelenggara profesional.

“Tahapan kami adalah penyelidikan awal. Kalau mempelai kan sudah menyerahkan (penyelenggaraan acara) kepada EO,” jelasnya.

Dari informasi awal yang dihimpun kepolisian, kejadian bermula ketika panitia menyiapkan sekitar 5.000 paket makanan gratis yang rencananya dibagikan kepada warga yang datang.

Namun, antusiasme masyarakat yang datang jauh melebihi kapasitas, mencapai hampir dua kali lipat dari jumlah paket yang tersedia.

Baca Juga :  Kisah Pilu Tewasnya 3 Warga Gunungkidul usai Santap Daging Sapi yang Sudah Mati dan Dikubur 

“Kronologi awalnya, di pendopo disiapkan paket makanan gratis. Jumlahnya, informasi awal yang kami dapatkan adalah 5.000 pack. Masyarakat mengantre di luar pintu pendopo,” terang Kombes Hendra.

Sejak pagi hari, ribuan warga dari berbagai wilayah, termasuk luar Garut, sudah memadati kawasan pendopo untuk mengikuti rangkaian acara pernikahan Maula Akbar dan Putri Karlina.

Ketika gerbang pendopo dibuka, massa yang telah menunggu sejak lama langsung menyerbu masuk.

“Masyarakat yang berdatangan dari luar itu lebih banyak. Mereka mau masuk semua. Sehingga ketika dibatasi seberapa, akhirnya dorongan dari luar sangat deras,” tambah Kombes Hendra.

Baca Juga :  Rekam Video Tak Senonoh dengan Anak Angkat, Mamah Muda di Sambas Ditetapkan Tersangka

Untuk mengantisipasi kekacauan di area makan, aparat keamanan sempat menutup sebagian gerbang.

Namun langkah ini justru membuat massa menumpuk di satu titik, menyebabkan sejumlah warga terjatuh dan terinjak-injak.

Tiga di antaranya meninggal dunia, sementara sekitar 30 orang lainnya mengalami luka-luka dan sempat pingsan.

Para korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan.

“Para korban terjatuh, kemudian terinjak-injak di sini (gerbang pendopo),” ungkap Hendra.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...