Sabtu, Oktober 3, 2026

Babak Baru Pengusutan Tragedi Nikahan Anak Dedi Mulyadi, Polisi Buka Peluang Periksa EO

WIB

Aliansi-GARUT –Kasus meninggalnya tiga orang dalam tragedi Pesta Rakyat dalam rangkaian pernikahan anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, memasuki babak baru.

Polda Jawa Barat resmi mengambil alih penanganan kasus yang menewaskan anggota polri dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat berdesak-desakan di Pendopo Kabupaten Garut, Jumat (18/7/2025).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan membenarkan pihaknya kini menangani langsung proses penyelidikan insiden tersebut.

“Diambil Polda Jabar (penanganan kasus). Kami masih terus lakukan asistensi terhadap penyelidikan kasus,” ujar Kombes Hendra kepada wartawan, Senin (21/7/2025).

Baca Juga :  Viral Kepala Satpol PP Dianiaya Anggota Hingga Berdarah-darah

Polda Jabar membuka peluang memeriksa pihak penyelenggara acara atau event organizer (EO).

Menurutnya, EO yang mengelola jalannya pesta rakyat, memiliki tanggung jawab utama dalam pelaksanaan acara tersebut.

Hal itu mengingat pihak keluarga mempelai telah menyerahkan seluruh pelaksanaan kegiatan kepada EO sebagai penyelenggara profesional.

“Tahapan kami adalah penyelidikan awal. Kalau mempelai kan sudah menyerahkan (penyelenggaraan acara) kepada EO,” jelasnya.

Dari informasi awal yang dihimpun kepolisian, kejadian bermula ketika panitia menyiapkan sekitar 5.000 paket makanan gratis yang rencananya dibagikan kepada warga yang datang.

Namun, antusiasme masyarakat yang datang jauh melebihi kapasitas, mencapai hampir dua kali lipat dari jumlah paket yang tersedia.

Baca Juga :  Karyawati Perusahaan di Cikarang Resmi Polisikan Bos yang Ajak Mesum ke Hotel

“Kronologi awalnya, di pendopo disiapkan paket makanan gratis. Jumlahnya, informasi awal yang kami dapatkan adalah 5.000 pack. Masyarakat mengantre di luar pintu pendopo,” terang Kombes Hendra.

Sejak pagi hari, ribuan warga dari berbagai wilayah, termasuk luar Garut, sudah memadati kawasan pendopo untuk mengikuti rangkaian acara pernikahan Maula Akbar dan Putri Karlina.

Ketika gerbang pendopo dibuka, massa yang telah menunggu sejak lama langsung menyerbu masuk.

“Masyarakat yang berdatangan dari luar itu lebih banyak. Mereka mau masuk semua. Sehingga ketika dibatasi seberapa, akhirnya dorongan dari luar sangat deras,” tambah Kombes Hendra.

Baca Juga :  Ditangkap di Majalaya, Begini Tampang Taufik Hidayat Usai Dibawa Polisi

Untuk mengantisipasi kekacauan di area makan, aparat keamanan sempat menutup sebagian gerbang.

Namun langkah ini justru membuat massa menumpuk di satu titik, menyebabkan sejumlah warga terjatuh dan terinjak-injak.

Tiga di antaranya meninggal dunia, sementara sekitar 30 orang lainnya mengalami luka-luka dan sempat pingsan.

Para korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan.

“Para korban terjatuh, kemudian terinjak-injak di sini (gerbang pendopo),” ungkap Hendra.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...