Selasa, Agustus 18, 2026

Babak Baru Pengusutan Tragedi Nikahan Anak Dedi Mulyadi, Polisi Buka Peluang Periksa EO

WIB

Aliansi-GARUT –Kasus meninggalnya tiga orang dalam tragedi Pesta Rakyat dalam rangkaian pernikahan anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, memasuki babak baru.

Polda Jawa Barat resmi mengambil alih penanganan kasus yang menewaskan anggota polri dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat berdesak-desakan di Pendopo Kabupaten Garut, Jumat (18/7/2025).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan membenarkan pihaknya kini menangani langsung proses penyelidikan insiden tersebut.

“Diambil Polda Jabar (penanganan kasus). Kami masih terus lakukan asistensi terhadap penyelidikan kasus,” ujar Kombes Hendra kepada wartawan, Senin (21/7/2025).

Baca Juga :  Viral Minta AC ke Bos Kasur, Lurah Jatiraden Bekasi Disanksi Administratif 

Polda Jabar membuka peluang memeriksa pihak penyelenggara acara atau event organizer (EO).

Menurutnya, EO yang mengelola jalannya pesta rakyat, memiliki tanggung jawab utama dalam pelaksanaan acara tersebut.

Hal itu mengingat pihak keluarga mempelai telah menyerahkan seluruh pelaksanaan kegiatan kepada EO sebagai penyelenggara profesional.

“Tahapan kami adalah penyelidikan awal. Kalau mempelai kan sudah menyerahkan (penyelenggaraan acara) kepada EO,” jelasnya.

Dari informasi awal yang dihimpun kepolisian, kejadian bermula ketika panitia menyiapkan sekitar 5.000 paket makanan gratis yang rencananya dibagikan kepada warga yang datang.

Namun, antusiasme masyarakat yang datang jauh melebihi kapasitas, mencapai hampir dua kali lipat dari jumlah paket yang tersedia.

Baca Juga :  Buntut Study Tour, Dedi Mulyadi Kini Perintahkan Inspektorat Audit Keuangan SMAN 6 Depok

“Kronologi awalnya, di pendopo disiapkan paket makanan gratis. Jumlahnya, informasi awal yang kami dapatkan adalah 5.000 pack. Masyarakat mengantre di luar pintu pendopo,” terang Kombes Hendra.

Sejak pagi hari, ribuan warga dari berbagai wilayah, termasuk luar Garut, sudah memadati kawasan pendopo untuk mengikuti rangkaian acara pernikahan Maula Akbar dan Putri Karlina.

Ketika gerbang pendopo dibuka, massa yang telah menunggu sejak lama langsung menyerbu masuk.

“Masyarakat yang berdatangan dari luar itu lebih banyak. Mereka mau masuk semua. Sehingga ketika dibatasi seberapa, akhirnya dorongan dari luar sangat deras,” tambah Kombes Hendra.

Baca Juga :  Warga Nusa Loka Tangsel Minta Pembenahan Gorong-gorong, DPRD: Saya Akan Turun ke Lapangan

Untuk mengantisipasi kekacauan di area makan, aparat keamanan sempat menutup sebagian gerbang.

Namun langkah ini justru membuat massa menumpuk di satu titik, menyebabkan sejumlah warga terjatuh dan terinjak-injak.

Tiga di antaranya meninggal dunia, sementara sekitar 30 orang lainnya mengalami luka-luka dan sempat pingsan.

Para korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan.

“Para korban terjatuh, kemudian terinjak-injak di sini (gerbang pendopo),” ungkap Hendra.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...