Senin, April 20, 2026

Bantah Isu Beras Bulog Berstiker Prabowo-Gibran, TKN Semakin Yakin Satu Putaran

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka membantah terlibat dalam pemasangan stiker paslon nomor urut 2 di karung beras produksi Bulog.

TKN menduga ada pihak yang melakukan orkestrasi di balik isu tersebut untuk menjatuhkan elektabilitas Prabowo-Gibran yang saat ini kian meroket.

“Kami merasa ada pihak-pihak yang melakukan orkestrasi terkait pemberitaan tersebut agar menyudutkan kami, di saat elektabilitas Prabowo-Gibran sedang meroket,” ucap Wakil Ketua TKN Habiburokhman dalam jumpa pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tadi malam (26/1/2024).

Baca Juga :  Geger Film Dirty Vote, 3 Pakar Hukum Ungkap Dugaan Kecurangan Pemilu 2024

Habib menduga isu tersebut mencuat setelah elektabiltas Prabowo-Gibran naik hingga lebih dari 50 persen.

Dengan tingginya elektablitas itu, ia pun meyakini satu putaran untuk Pilpres 2024.

“Bahkan info terbaru sudah melebihi 50 persen. Artinya kalau untuk 1 putaran sudah melewati ambang batas psikologis,” tuturnya.

Habiburokhman menegaskan pihaknya tak pernah menjadikan beras Bulog berstiker Prabowo-Gibran sebagai komoditas politik.

“Dengan ini kami sampaikan bahwa tidak benar bahwa kalau ada tuduhan kami yang memasang stiker tersebut, lalu menjadikan beras itu sebagai komoditas politik untuk menguntungkan kami,” katanya.

Baca Juga :  Bawaslu Minta Debat Cawapres Tak Lagi Digelar di KPU, Ada Apa?

Habiburokhman menjelaskan, berdasar penulusuran TKN, sumber isu perihal pemasangan stiker Prabowo-Gibran di beras Bulog berasal dari akun X Jhon Sitorus (@Miduk17).

Namun, dalam cuitan @Miduk17, tidak dijelaskan lokasi, waktu, hingga siapa yang melakukan perbuatan itu.

“Kami cermati sumber berita tersebut adalah tweet dari akun X yang namanya akun Jhon Sitorus @Miduk17,” kata dia.

Habiburokhman mengatakan @Miduk17 juga membuat cuitan bernada fitnah yang menyeret nama Presiden Jokowi.

“Dalam tweet tersebut ada juga kalimat yang bernada fitnah yang menyebut kabinet Jokowi sedang mengabdi untuk Prabowo-Gibran,” ujarnya.

Baca Juga :  Koalisi Besar Hampir Pasti Terwujud, PAN Enggan Terburu-buru Tentukan Capres

Saat ini dia belum melihat ada yang melaporkan kejadian tersebut ke Bawaslu.

Ia menegaskan TKN tengah mengumpulkan bukti-bukti terhadap pihak-pihak yang menyebarkan fitnah dan tuduhan menempel stiker untuk menuntut secara hukum.

“Saat ini kami sedang kumpulkan bukti dan kami mencadangkan hak kami untuk menuntut secara hukum siapa pun yang fitnah, yang sebarkan fitnah, yang menuduh bahwa kami melakukan perbuatan penempelan stiker tersebut,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...

Dana Umat Rp28 Miliar Diduga Digelapkan, BNI Janji Kembalikan Bertahap

Aliansi.co, Jakarta- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memastikan akan mengembalikan dana umat senilai sekitar Rp28 miliar yang diduga digelapkan dalam kasus...

Ombudsman Angkat Bicara, Singgung Asas Praduga Tak Bersalah terhadap Kasus Hery Susanto

Aliansi.co,Jakarta- Ombudsman RI angkat bicara menyikapi kasus hukum yang menjerat Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto Ombudsman menyinggung pentingnya asas praduga tak bersalah dan tetap berkomitmen...

Ketua Ombudsman Jadi Tersangka Korupsi Tambang Nikel, Bermula dari Keberatan Bayar PNBP 

Aliansi.co,Jakarta- Tim penyidik Kejaksaan Agung menetapkan Ketua Ombudsman RI Hery Susanto (HS) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola usaha pertambangan nikel di...

Peras Anggota DPR Rp 300 Juta, Empat KPK Gadungan Ditangkap di Jakbar

Aliansi.co, Jakarta-Tim gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polda Metro Jaya menangkap empat orang terduga pelaku pemerasan yang menyasar anggota DPR RI. Para pelaku ditangkap...