Sabtu, Juli 4, 2026

Cerita Husen Pesta Miras-Pesan PSK lalu Mutilasi Bos Depot Isi Ulang di Semarang

WIB

Memutilasi Korban

Usai berpesta miras, Husen kembali pulang ke kios depot air minum isi ulang pada Jumat (5/5/2023) pagi.

Menjelang subuh, Husen memutilasi korban menjadi beberapa bagian.

Ia memotong kepala, lengan, dan kaki menggunakan pisau dapur yang ditemukannya di dalam kios.

“Sekitar jam 4 pagi (Jumat) saya masuk lagi, saya mulai eksekusi (mutilasi) lagi, terus saya masukin ke dalam karung warna putih,” katanya tanpa rasa bersalah.

Ia pun menyeret jasad korban ke samping setelah selesai memutilasinya di ruang tengah.

Baca Juga :  Noverizky Tri Putra Siap Nahkodai Ilumni FH Unpar

Tersangka menyeretnya dengan kondisi tanpa kepala dan lengan kiri kanan.

Usai memutilasi korban, Husen kemudian kembali menemui Imam.

Berbekal uang dan sepeda motor milik bosnya, keduanya pun berangkat ke daerah Banjarsari, Kota Semarang.

Lalu mereka memesan dua pekerja seks komersial (PSK) lewat aplikasi MiChat dengan tarif Rp300.000 untuk sekali kencan.

“Saya butuh buat hidup, juga senang-senang buat ngurangin beban pikiran,” kata Husen.

Baca Juga :  KPK Tetapkan Kadis PUPR Tersangka Penerima Suap Kasus Korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe

Keesokan harinya, tepatnya Sabtu (6/5/2023), Husen pun kembali ke kios untuk mengecor potongan tubuh korban.

Dirinya kemudian menggali lubang persis di samping kios dan memasukkan potongan tubuh korban ke dalamnya.

Selanjutnya, Husen mengecor lubang tersebut menggunakan satu sak semen yang sebelumnya diambil dari rumah korban di daerah Sumurbroto.

“Soalnya di sana jarang ada yang akses, kecuali saya. Di situ kemarin (jasadnya) ditimbun dan diberi semen. Selang sekitar satu harian, Sabtunya dicor,” terang Husen.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Panggil Firli Bahuri sebagai Tersangka, Jumat Mau Diperiksa di Bareskrim

Usai mengecor jasad bosnya, ia mencoba menghilangkan jejak dengan membuang barang bukti termasuk karpet tempat tidur dan tas milik korban.

Kemudian menutupi lubang yang sudah dicor tersebut dengan menggunakan perabotan.

Selanjutnya, Husen berpamitan ke rekannya yang bernama Yuli untuk pulang ke kampung halaman di Banjarnegara.

Namun ternyata ia bersembunyi di rumah temannya bernama Feri dan merahasiakan aksi kejinya tersebut.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...