Minggu, Oktober 4, 2026

Cerita Husen Pesta Miras-Pesan PSK lalu Mutilasi Bos Depot Isi Ulang di Semarang

WIB

Memutilasi Korban

Usai berpesta miras, Husen kembali pulang ke kios depot air minum isi ulang pada Jumat (5/5/2023) pagi.

Menjelang subuh, Husen memutilasi korban menjadi beberapa bagian.

Ia memotong kepala, lengan, dan kaki menggunakan pisau dapur yang ditemukannya di dalam kios.

“Sekitar jam 4 pagi (Jumat) saya masuk lagi, saya mulai eksekusi (mutilasi) lagi, terus saya masukin ke dalam karung warna putih,” katanya tanpa rasa bersalah.

Ia pun menyeret jasad korban ke samping setelah selesai memutilasinya di ruang tengah.

Baca Juga :  Keji! Panca Darmansyah Bunuh Empat Anaknya Secara Bergilir sambil Direkam

Tersangka menyeretnya dengan kondisi tanpa kepala dan lengan kiri kanan.

Usai memutilasi korban, Husen kemudian kembali menemui Imam.

Berbekal uang dan sepeda motor milik bosnya, keduanya pun berangkat ke daerah Banjarsari, Kota Semarang.

Lalu mereka memesan dua pekerja seks komersial (PSK) lewat aplikasi MiChat dengan tarif Rp300.000 untuk sekali kencan.

“Saya butuh buat hidup, juga senang-senang buat ngurangin beban pikiran,” kata Husen.

Baca Juga :  Polisi Gulung Sindikat Narkotika Jaringan Sumatera-Jawa, 140 Kg Ganja Disita

Keesokan harinya, tepatnya Sabtu (6/5/2023), Husen pun kembali ke kios untuk mengecor potongan tubuh korban.

Dirinya kemudian menggali lubang persis di samping kios dan memasukkan potongan tubuh korban ke dalamnya.

Selanjutnya, Husen mengecor lubang tersebut menggunakan satu sak semen yang sebelumnya diambil dari rumah korban di daerah Sumurbroto.

“Soalnya di sana jarang ada yang akses, kecuali saya. Di situ kemarin (jasadnya) ditimbun dan diberi semen. Selang sekitar satu harian, Sabtunya dicor,” terang Husen.

Baca Juga :  Menkomdigi Digoyang Pegawai Judol, Meutya Hafid Langsung Lapor Prabowo

Usai mengecor jasad bosnya, ia mencoba menghilangkan jejak dengan membuang barang bukti termasuk karpet tempat tidur dan tas milik korban.

Kemudian menutupi lubang yang sudah dicor tersebut dengan menggunakan perabotan.

Selanjutnya, Husen berpamitan ke rekannya yang bernama Yuli untuk pulang ke kampung halaman di Banjarnegara.

Namun ternyata ia bersembunyi di rumah temannya bernama Feri dan merahasiakan aksi kejinya tersebut.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...