Aliansi.co, Jakarta- Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan memastikan komitmen kolaborasi dalam mengembangkan kawasan Teras Lenteng Agung (Teras LA) sebagai sentra kuliner dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengatakan sinergi lintas instansi menjadi kunci utama dalam menghidupkan aktivitas ekonomi di Teras LA, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Salah satu bentuk kolaborasi yang telah berjalan adalah dukungan dari Wali Kota Jakarta Selatan melalui penerbitan Surat Keputusan (SK) yang menggerakkan aparatur sipil negara (ASN) untuk berkunjung dan makan siang di kawasan tersebut.
“Pertama-tama, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Bapak Wali Kota yang telah menerbitkan SK untuk menggerakkan seluruh ASN di wilayah Jakarta Selatan secara bergantian untuk mengunjungi Teras Lenteng Agung dan makan siang bersama di sini,” ujar Ratu saat ditemui di Teras LA, Senin (26/1/2026).
Menurut Ratu, Dinas PPKUKM tidak berjalan sendiri dalam pengembangan Teras LA.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Selatan serta Suku Dinas PPKUKM setempat guna memastikan kawasan tersebut ramai pengunjung dan tertata dengan baik.
“Tentu saja, kami akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kota serta Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan untuk meramaikan tempat ini,” kata dia.
Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk mendorong penataan aktivitas UMKM agar lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.
Ratu menegaskan, pemerintah telah menyiapkan lokasi usaha yang layak sehingga para pelaku UMKM tidak perlu berjualan di trotoar maupun badan jalan.
“Kami ingin menyosialisasikan bahwa para pelaku UMKM seharusnya berjualan di tempat-tempat yang telah ditentukan oleh pemerintah, bukan di trotoar atau di badan jalan yang dapat mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat umum,” ujarnya.
Hingga kini, hasil kolaborasi tersebut mulai terlihat dari meningkatnya tingkat keterisian gerai di Teras LA.
Ratu menyebut, sebanyak 51 gerai kuliner telah terisi, sementara sentra fauna telah diisi sekitar 17 gerai.
“Hingga saat ini, gerai kuliner yang sudah terisi berjumlah 51, sedangkan untuk sentra fauna sudah terisi kurang lebih 17 gerai. Kami berharap jumlah ini akan terus bertambah setiap harinya hingga seluruh area terisi penuh,” jelasnya.
Selain dengan Pemkot Jakarta Selatan, Dinas PPKUKM juga menggandeng pihak eksternal untuk mendukung para pedagang.
Salah satunya melalui kerja sama dengan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo).
“Upaya dari pihak dinas antara lain adalah bekerja sama dengan asosiasi Hippindo melalui program ‘Hippindo Peduli’ untuk membagikan sembako kepada para pedagang yang sudah mulai beraktivitas di sini,” kata Ratu.
Sebagai bagian dari kolaborasi lintas sektor, fasilitas penunjang seperti jaringan Wi-Fi juga telah disediakan di kawasan Teras LA.
Selain itu, koordinasi dengan camat dan lurah setempat terus dilakukan untuk menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat menarik kunjungan masyarakat.
“Kami juga telah menyediakan fasilitas Wi-Fi di lokasi ini. Kami juga aktif berkoordinasi dengan Bapak Camat dan Bapak Lurah untuk menyelenggarakan berbagai acara guna menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah Jagakarsa,” tambahnya.
Untuk mendukung keberlangsungan usaha para pedagang, Dinas PPKUKM dan Pemkot Jakarta Selatan juga memberikan insentif berupa pembebasan biaya sewa pada tahap awal operasional.
“Kami memberikan fasilitas sewa gratis selama tiga bulan pertama. Setelah periode tersebut berakhir, kami akan melakukan evaluasi lebih lanjut,” pungkas Ratu.
