Aliansi.co,Jakarta- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mendorong Jakarta tetap menjadi kota yang inklusif dan harmonis.
Hal itu dikatakan Rano saat menghadiri perayaan Paskah bersama masyarakat di Taman Fatahillah, kawasan Kota Tua Jakarta, Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (18/4).
Dalam sambutannya, Rano menegaskan bahwa Paskah membawa pesan harapan dan pembaruan yang relevan dengan dinamika Jakarta sebagai kota yang terus berkembang dan dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Paskah membawa pesan harapan dan pembaruan. Ini sejalan dengan semangat Jakarta sebagai kota yang dinamis, beragam, dan terus bergerak maju. Tema ‘Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita’ menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperbarui diri, baik secara pribadi maupun sebagai bagian dari masyarakat,” ujar Rano dalam keterangannya, dikutip Minggu (19/4/2026).
Rano menekankan, semangat pembaruan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berlandaskan empati, saling menghargai, dan kepedulian sosial.
“Pembaruan di Jakarta bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun masyarakat yang lebih empatik, saling menghargai, dan memiliki kepedulian sosial tinggi,” tuturnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman dengan memastikan setiap warga memiliki ruang yang setara tanpa memandang latar belakang.
Menurut dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menghadirkan fasilitas publik yang inklusif, mulai dari transportasi umum hingga ruang terbuka yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.
“Tantangan kita adalah memastikan setiap warga memiliki ruang yang setara. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus menghadirkan fasilitas publik yang inklusif, seperti transportasi umum, taman kota, dan ruang publik lain yang dapat diakses semua kalangan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Rano menilai keberagaman merupakan kekuatan Jakarta yang harus dirawat melalui ruang dialog dan interaksi lintas budaya.
Dengan begitu, perbedaan tidak menjadi sumber konflik, melainkan memperkaya kehidupan kota.
“Keberagaman di Jakarta adalah kekuatan. Kita perlu terus membuka ruang dialog dan interaksi lintas budaya agar perbedaan justru memperkaya kehidupan kota,” katanya.
Ia juga menyebut capaian Jakarta sebagai kota teraman kedua di ASEAN dengan skor keamanan 0,72 versi Global Residence Index 2026 sebagai hasil kerja kolektif pemerintah dan masyarakat.
“Capaian ini adalah buah dari kerja bersama. Ini menunjukkan kohesi sosial di Jakarta terjaga dengan baik dan harus terus dirawat,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Rano mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga nilai kebersamaan, persaudaraan, dan toleransi demi mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang aman, nyaman, inklusif, dan merangkul semua kalangan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat merawat nilai kebersamaan, persaudaraan, dan toleransi melalui semangat #JagaJakarta, agar Jakarta tetap menjadi kota global yang aman, nyaman, inklusif, dan merangkul semua,” pungkasnya.
