Senin, Oktober 5, 2026

Kisruh Bau Sampah di RDF Rorotan, Ahli Lingkungan ITB Buka Suara

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Isu bau menyengat yang sempat dikeluhkan warga sekitar fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan kini mulai terjawab.

Setelah dilakukan serangkaian perbaikan dan evaluasi teknis, pabrik pengolah sampah terbesar di dunia itu dinyatakan bebas dari bau dan asap, dan bahkan telah memenuhi standar emisi Euro-6.

RDF Plant Rorotan kini mampu mengolah 2.500 ton sampah per hari menjadi 875 ton bahan bakar RDF, yang dijual ke pabrik semen seperti Indocement dengan harga USD 24–44 per ton.

Cerobong pabrik kini tampak bersih tanpa asap, menandakan sistem pengendalian emisi bekerja optimal.

Ahli Teknik Lingkungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Haryo Satriyo Tomo buka suara soal kekhawatiran masyarakat.

Baca Juga :  Pj Gubernur DKI Cabut Perda Tentang Penataan Kepulauan Seribu, Dasarnya Apa?

Ia menegaskan bahwa RDF Plant Rorotan aman bagi lingkungan dan kesehatan warga.

“RDF Plant Rorotan telah dilengkapi Air Pollution Control Devices (APCD) dengan konfigurasi menyeluruh untuk mereduksi polutan secara optimal,” ujar Haryo, dikutip dari laman resmi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Senin (10/11/2025).

Menurutnya, sistem pengendalian pencemaran udara di RDF Rorotan menggunakan kombinasi unit penyaring canggih, mulai dari Cyclone, Baghouse Filter, Wet Scrubber, Wet Electrostatic Precipitator (Wet ESP), hingga filter karbon aktif.

“Standar baku mutu yang digunakan merujuk pada Peraturan Menteri LHK Nomor 70 Tahun 2016, dan hasil uji emisi terakhir sudah memenuhi kriteria Euro-6,” jelasnya.

Baca Juga :  266 RW di Jaksel Kini Sudah Tak BAB Sembarangan, Berikut Lokasinya  

Haryo menambahkan, proses pengeringan sampah menjadi RDF dilakukan dengan pembakaran sebagian produk RDF pada suhu 800–1.000°C.

Kemudian, gas panas hasilnya disaring secara berlapis sebelum dilepas melalui cerobong.

“Sistem berlapis ini menangkap partikulat, sulfur dioksida, oksida nitrogen, hingga gas penyebab bau. Jadi udara yang dilepaskan sudah aman,” paparnya.

Bau Sempat Dipicu Air Lindi dari Truk Sampah

Klarifikasi juga datang dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menyebut bahwa sumber bau bukan berasal dari sistem RDF itu sendiri.

“RDF Plant Rorotan sekarang sudah bebas dari bau dan asap. Masalah bau yang sempat muncul ternyata berasal dari air lindi yang menetes dari truk pengangkut sampah,” ungkap Pramono di Jakarta.

Baca Juga :  Buntut Penggeledahan Kejati, Kepala Dinas Kebudayaan Jakarta Dicopot Sementara

Untuk sementara, Pemprov DKI menurunkan kapasitas RDF Rorotan dari 2.500 ton menjadi 1.000 ton per hari, sambil menunggu kesiapan truk compactor baru yang mampu menahan air lindi agar tidak berceceran di area sekitar.

RDF Plant Rorotan disebut sebagai fasilitas pengolahan sampah terbesar dan terbaik di dunia dalam mengolah sampah basah menjadi bahan bakar alternatif.

Teknologi ini dikembangkan oleh Poltak Sitinjak, inventor yang telah mematenkan sistem RDF tersebut.

“Dari 2.500 ton sampah yang masuk, RDF Plant Rorotan mampu menghasilkan 875 ton RDF siap jual. Teknologi ini kami rancang agar efisien, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi,” kata Poltak

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...