Kamis, Agustus 20, 2026

Kisruh Bau Sampah di RDF Rorotan, Ahli Lingkungan ITB Buka Suara

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Isu bau menyengat yang sempat dikeluhkan warga sekitar fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan kini mulai terjawab.

Setelah dilakukan serangkaian perbaikan dan evaluasi teknis, pabrik pengolah sampah terbesar di dunia itu dinyatakan bebas dari bau dan asap, dan bahkan telah memenuhi standar emisi Euro-6.

RDF Plant Rorotan kini mampu mengolah 2.500 ton sampah per hari menjadi 875 ton bahan bakar RDF, yang dijual ke pabrik semen seperti Indocement dengan harga USD 24–44 per ton.

Cerobong pabrik kini tampak bersih tanpa asap, menandakan sistem pengendalian emisi bekerja optimal.

Ahli Teknik Lingkungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Haryo Satriyo Tomo buka suara soal kekhawatiran masyarakat.

Baca Juga :  4 Tahun Peras Pedagang Jamu, Polisi Gadungan Bersenjata Airsoft Gun Ditangkap

Ia menegaskan bahwa RDF Plant Rorotan aman bagi lingkungan dan kesehatan warga.

“RDF Plant Rorotan telah dilengkapi Air Pollution Control Devices (APCD) dengan konfigurasi menyeluruh untuk mereduksi polutan secara optimal,” ujar Haryo, dikutip dari laman resmi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Senin (10/11/2025).

Menurutnya, sistem pengendalian pencemaran udara di RDF Rorotan menggunakan kombinasi unit penyaring canggih, mulai dari Cyclone, Baghouse Filter, Wet Scrubber, Wet Electrostatic Precipitator (Wet ESP), hingga filter karbon aktif.

“Standar baku mutu yang digunakan merujuk pada Peraturan Menteri LHK Nomor 70 Tahun 2016, dan hasil uji emisi terakhir sudah memenuhi kriteria Euro-6,” jelasnya.

Baca Juga :  Pengamat Soroti Pembangunan RDF Rorotan: Berisiko Gagal dan Timbulkan Kerugian Negara

Haryo menambahkan, proses pengeringan sampah menjadi RDF dilakukan dengan pembakaran sebagian produk RDF pada suhu 800–1.000°C.

Kemudian, gas panas hasilnya disaring secara berlapis sebelum dilepas melalui cerobong.

“Sistem berlapis ini menangkap partikulat, sulfur dioksida, oksida nitrogen, hingga gas penyebab bau. Jadi udara yang dilepaskan sudah aman,” paparnya.

Bau Sempat Dipicu Air Lindi dari Truk Sampah

Klarifikasi juga datang dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menyebut bahwa sumber bau bukan berasal dari sistem RDF itu sendiri.

“RDF Plant Rorotan sekarang sudah bebas dari bau dan asap. Masalah bau yang sempat muncul ternyata berasal dari air lindi yang menetes dari truk pengangkut sampah,” ungkap Pramono di Jakarta.

Baca Juga :  Safari Ramadhan di Cilandak, Munjirin Ingatkan Anak-anak Jaksel Tidak Tawuran

Untuk sementara, Pemprov DKI menurunkan kapasitas RDF Rorotan dari 2.500 ton menjadi 1.000 ton per hari, sambil menunggu kesiapan truk compactor baru yang mampu menahan air lindi agar tidak berceceran di area sekitar.

RDF Plant Rorotan disebut sebagai fasilitas pengolahan sampah terbesar dan terbaik di dunia dalam mengolah sampah basah menjadi bahan bakar alternatif.

Teknologi ini dikembangkan oleh Poltak Sitinjak, inventor yang telah mematenkan sistem RDF tersebut.

“Dari 2.500 ton sampah yang masuk, RDF Plant Rorotan mampu menghasilkan 875 ton RDF siap jual. Teknologi ini kami rancang agar efisien, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi,” kata Poltak

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...