Selasa, Agustus 18, 2026

KPK Ungkap Modus Getok Jabatan Desa Bupati Pati, Uang Rp 2,6 Miliar Dikemas Karung

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap modus dugaan pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa yang menjerat Bupati Pati, Sudewo.

Uang hasil praktik getok jabatan tersebut dikumpulkan secara bertahap dan disimpan tanpa pengamanan khusus dalam sebuah karung beras berwarna hijau.

Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), KPK mengamankan uang tunai senilai Rp 2,6 miliar yang diduga berasal dari pemerasan pengisian jabatan perangkat desa periode 2025–2030.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengatakan uang tersebut dikumpulkan dari sejumlah calon perangkat desa melalui perantara kepala desa.

Baca Juga :  Bentuk Satgas, Jokowi Serukan Berantas Judi Online

“Uang ini dikumpulin dari beberapa orang, dimasukin karung warna hijau. Dibawa gitu saja, kayak bawa beras. Ada yang diikat pakai karet, ada yang tidak,” ujar Asep saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, dikutip Rabu (21/1/2026).

Asep menjelaskan, modus pemerasan dilakukan secara berlapis.

Di tingkat atas, Sudewo diduga mematok tarif pengisian jabatan perangkat desa sebesar Rp 125 juta hingga Rp 150 juta per posisi.

Namun, di tingkat bawah, harga tersebut diduga dinaikkan oleh oknum kepala desa sebelum disetorkan ke pihak tertentu.

Baca Juga :  Nasib Terkini Bupati Sudewo, DPRD Pati Sepakat Proses Pemakzulan

“Di bawah terjadi mark up. Oleh oknum kepala desa dipatok antara Rp 165 juta sampai Rp 225 juta,” kata Asep.

Uang yang terkumpul dari para calon perangkat desa itu kemudian diserahkan secara tunai dengan pecahan beragam, mulai dari nominal besar hingga pecahan kecil.

“Uangnya itu tadi kelihatan ada yang Rp 10 ribuan. Ada berbagai pecahan,” ujarnya.

KPK menilai cara penyimpanan uang tersebut menunjukkan praktik yang tidak profesional dan dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tanpa pencatatan maupun pengamanan.

Baca Juga :  Tiba di Jakarta, Bupati Kolaka Timur Lanjut Diperiksa KPK

Dalam OTT tersebut, KPK menyita uang Rp 2,6 miliar dari penguasaan Sudewo serta sejumlah kepala desa yang tergabung dalam klaster kepala desa.

Mereka antara lain Abdul Suyono selaku Kepala Desa Karangrowo, Sumarjiono selaku Kepala Desa Arumanis, dan Karjan selaku Kepala Desa Sukorukun.

Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Uang Rp 2,6 miliar ini disita dari penguasaan saudara Sudewo, termasuk klaster kepala desa yang juga kami tetapkan sebagai tersangka,” ujar Asep.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...