Sabtu, Oktober 17, 2026

Laga PSIS Semarang Vs PSS Sleman Sempat Ricuh, Begini Kronologisnya

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Kericuhan antara suporter PSIS Semarang dan PSS Sleman mengguncang laga lanjutan BRI Liga 1 2023 pada Minggu (2/4/2023).

Kericuhan antara kedua kelompok suporter tersebut terjadi menjelang berakhirnya babak pertama.

Kronologi kericuhan tersebut dimulai dari saling adu yel-yel yang kemudian berkembang menjadi saling lempar.

Meskipun sempat reda, namun kericuhan kembali terjadi setelah suporter PSS Sleman berhasil menjebol pagar pembatas.

Kondisi semakin memburuk ketika suporter PSIS Semarang, yang tergabung dalam kelompok Snex, bahkan sampai turun dan keluar dari tribun utara untuk menyelamatkan diri.

Beberapa suporter mengalami luka-luka akibat kejadian ini dan mendapat pertolongan medis sebelum kemudian dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga :  Shin Tae: Tanpa Messi, Argentina Tetap Kuat di FIFA Matchday Malam Ini

Akibat kerusuhan ini, babak kedua sempat mundur dari waktu yang seharusnya.

Namun, pertandingan akhirnya dapat dilanjutkan dengan kedudukan akhir 5-2 untuk kemenangan PSIS Semarang.

Setelah pertandingan berakhir, suporter Brigata Curva Sud (BCS) PSS Sleman masih tertahan di Stadion Jatidiri untuk mencegah adanya tindakan yang lebih buruk.

Polisi berhasil mengamankan situasi dan menjaga keamanan para penonton yang lain.

Kejadian ini mengundang keprihatinan dari banyak pihak, termasuk penggemar sepak bola dan otoritas sepak bola nasional.

Baca Juga :  PSSI Tanggapi Rumor Lionel Messi Batal ke Indonesia: 100 Persen Tidak Ada

Karo Ops Polda Jateng, Kombes Pol Basya Radyananda menyebutkan, kejadian antarsuporter PSIS dan PSS Sleman yang terjadi di Stadion Jatidiris, Semarang bukanlah kerusuhan.

Menurut Basya, kejadian itu hanya gesekan yang dikarenakan emosi sesaat dari kelompok tertentu.

Gesekan yang menimbulkan kerusuhan itu pun bisa ditertibkan setelah himbauan dilakukan oleh pihak keamanan pertandingan dan tidak sampai ada pihak yang diamankan oleh kepolisian.

“Masih bisa dihimbau mereka (suporter PSIS Semarang dan PSS Sleman, red) untuk tertib,” ucap Basya dalam keterangannya, Minnggu (2/4/2023).

“Kemudian kami lokalisir. Tidak ada yang diamankan. Itu cuma emosi sesaat karena gol ada kata-kata yang membuat marah,” tambahnya.

Baca Juga :  Erick Thohir Butuh Anggaran Rp 260 Miliar untuk Mengelola Timnas

Sementara itu, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menegaskan, tidak ada kerusuhan seperti yang dituliskan di media.

Ungkapannya senada dengan Basya yang menegaskan itu hanya keributan dari luapan emosi sesaat.

“Situasi itu masih dapat dikendalikan dengan cara memberi himbauan dan mereka bisa tertib setelah itu kita melokalisir agar tidak berkembang dan itu pun bisa tertib,” bebernya.

“Saat ini biasa saja dan penonton pulang tertib,” jelasnya.

 

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

BGN Buka Suara soal Penemuan Mayat di Dapur MBG

Aliansi.co,Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal penemuan mayat yang dikaitkan dengan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan BGN menyusul beredarnya informasi...

Mutasi Besar-besaran Polri, Wakabaintelkam-Kakorlantas hingga Kapolda Berganti

Aliansi.co, Jakarta – Polri kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap 199 personel yang terdiri dari perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Sejumlah jabatan strategis mulai...

Polri Gerebek Dua Kampung Narkoba Legendaris Jakarta, 24 Orang Diamankan

Aliansi.co, Jakarta- Polri menggerebek dua kampung legendaris yang terkenal sebagai basis peredaran narkoba di Jakarta, yakni Kampung Ambon, Jakarta Barat, dan Kampung Boncos, Jumat...

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...