Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengaudit dokumen perizinan kelayakan gedung-gedung di Jakarta menyusul maraknya peristiwa kebakaran yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Audit ini difokuskan pada bangunan bertingkat serta gedung yang mengalami perubahan fungsi dan penambahan struktur.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan, pihaknya telah memerintahkan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) serta sejumlah dinas terkait untuk melakukan pemeriksaan ulang terhadap kelengkapan perizinan dan standar keselamatan bangunan.
“Hal yang berkaitan dengan gedung-gedung, saya sudah memerintahkan dinas terkait, yakni Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan, kemudian Bina Marga, kemudian Dinas Perizinan, semuanya untuk memeriksa kembali,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta. dikutip Senin (15/12/2025).
Menurut Pramono, audit kelayakan gedung ini merupakan langkah preventif agar kejadian kebakaran tidak kembali terulang.
Ia menilai banyak bangunan yang mengalami perubahan struktur, namun tidak disertai pengaturan keselamatan yang memadai.
“Ini dilakukan sebagai upaya pencegahan supaya kejadian serupa tidak kembali terulang dan tidak membahayakan masyarakat,” ujarnya.
Pramono berharap, pemeriksaan ulang tersebut dapat memperketat pengawasan perizinan bangunan di Jakarta serta mencegah munculnya gedung-gedung bermasalah yang berpotensi mengancam keselamatan publik.
Ia juga mencontohkan kasus kebakaran hebat yang terjadi di kawasan Jalan Suprapto, Jakarta Pusat.
Menurutnya, kebakaran tersebut terjadi pada bangunan yang mengalami penambahan struktur signifikan dari bangunan awal atau yang ia sebut sebagai “gedung yang tumbuh”.
“Jadi ada bangunan lama, tiba-tiba dibangun satu gedung yang tumbuh, yang berbeda dengan kiri-kanannya. Ketinggiannya enam tingkat,” ungkap Pramono.
Namun, lanjut Pramono, penambahan bangunan tersebut tidak diiringi dengan pengaturan akses dan standar keselamatan yang layak.
Ia menyebut jalur naik dan turun di dalam gedung tidak tertata dengan baik dan justru dipenuhi benda-benda berisiko.
“Baik jalan ke atas maupun ke bawah tidak diatur. Bahkan di sepanjang jalan naik ke atas itu ditempatkan baterai untuk drone. Itulah yang menyebabkan kebakaran yang sangat dahsyat,” tegasnya.
