Kamis, April 16, 2026

Masalah Banjir Tak Terselesaikan, DPRD Minta Gubernur Pramono Evaluasi Kinerja Bawahannya

WIB

Aliansi.co, Jakarta– Anggota Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta, Pantas Nainggolan, mengkritik kinerja bawahan Gubernur DKI Jakarta yang tak maksimal dalam penanganan banjir.

Ia menilai persoalan banjir di ibu kota merupakan masalah klasik yang tidak kunjung diselesaikan secara serius dan terstruktur.

“Banjir ini bukan hal baru, sudah terjadi sejak zaman kolonial. Tapi sampai hari ini, satu pun aliran sungai belum tuntas penanganannya,” ujar Pantas dalam keterangannya di laman resmi DPRD DKI Jakarta, dikutip Jumat (11/7/2025).

Menurut Pantas, kompleksitas persoalan banjir saat ini semakin meningkat akibat perubahan lingkungan, alih fungsi lahan yang tidak terkendali, serta penataan kota yang dinilainya dilakukan secara serampangan.

Baca Juga :  Hari Pertama jadi Wali Kota, Anwar Mengaku Berhasil Atasi Banjir di Jakarta Timur

Ia menyampaikan perlu ada rencana jangka panjang yang konsisten dan dijadikan pedoman oleh setiap pemimpin daerah.

“Sayangnya, banyak program pengendalian banjir yang tidak dilanjutkan oleh pemimpin berikutnya. Selalu buat program baru, tapi hasilnya tidak terlihat,” ujarnya.

Pantas secara khusus meminta kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, agar berani mengambil langkah konkret dan menunjukkan komitmen serius.

Ia menegaskan bahwa permasalahan banjir tidak akan selesai tanpa tata kelola yang baik dan kepemimpinan yang konsisten.

Baca Juga :  Tinjau Lokasi Terdampak Banjir, Wali Kota Jaksel Temukan Saluran Tertutup Bangunan Pemicu Genangan

“Sudah dua pemimpin berganti, tapi banjir tetap saja menjadi masalah utama warga Jakarta,” tambahnya.

Ia juga menekankan perlunya evaluasi terhadap pejabat terkait yang kinerjanya belum maksimal, terutama dalam pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti sodetan, normalisasi sungai, dan pengelolaan waduk.

“Jika kita serius, semua itu bisa dilakukan. Tapi kalau pejabatnya tidak mau bekerja maksimal, ya tentu rakyat terus jadi korban,” pungkasnya.

Selain itu, Pantas juga mengusulkan optimalisasi fungsi sodetan Sungai Ciliwung dan Bendungan Sukamahi agar maksimal dalam mengendalikan debit air dari hulu.

Baca Juga :  Wali Kota Jaksel Minta Posko Banjir di Daerah Rawan Bencana Mulai Disiapkan

Ia mendorong Pemprov DKI Jakarta mempercepat normalisasi 13 Sungai besar di DKI Jakarta.

Terutama pelebaran, pengerukan, dan penguatan tanggul Sungai Ciliwung, Pesanggrahan dan Angke secara menyeluruh.

Di samping itu, merelokasi warga bantaran sungai secara layak dan menambah embung, waduk, dan danau buatan.

“Ada 13 aliran sungai, satu sungai pun tidak pernah terselesaikan secara tuntas. Kira-kira ini hanya semacam pesan, siapa tahu bermanfaat untuk kita ke depan,” imbuhnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Peras Anggota DPR Rp 300 Juta, Empat KPK Gadungan Ditangkap di Jakbar

Aliansi.co, Jakarta-Tim gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polda Metro Jaya menangkap empat orang terduga pelaku pemerasan yang menyasar anggota DPR RI. Para pelaku ditangkap...

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...

Sosok Dua Terduga Pelaku Mutilasi dalam Freezer, Terungkap Usai Kabur ke Majalengka

Aliansi.co,Jakarta- Polisi akhirnya mengungkap identitas dua terduga pelaku dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam freezer di Kabupaten Bekasi. Keduanya diketahui sempat...

Pelarian Dua Pelaku Kasus Mayat dalam Freezer Berakhir di Majalengka

Aliansi.co, Jakarta- Pelarian dua pelaku kasus penemuan mayat dalam freezer di Kabupaten Bekasi akhirnya berakhir di Majalengka, Jawa Barat. Keduanya berhasil ditangkap oleh Tim Subdit...

Dilaporkan ke Polda, Dugaan Transaksi Fiktif Fasilitas Kredit di Medan Diadukan hingga OJK

Aliansi.co-Jakarta- PT Toba Surimi Industries (PT TSI) melaporkan dugaan penarikan dana fiktif senilai Rp124,4 miliar dari fasilitas kredit modal kerja (KMK) miliknya ke Polda...