Aliansi.co, Jakarta- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjadi sorotoan publik usai mengaitkan ukuran celana seorang laki-laki dengan kematian.
Diketahui, Budi Ginadi sebelumnya mengatakan, bahwa laki-laki yang memakai celana jeans berukuran 33-34 akan lebih cepat menghadap Allah SWT.
Setelah blunder, Budi Gunadi Sadikin buru-buru mengklarifikasi pernyataannya.
Dia mengklaim, pernyataan tersebut merupakan sebuah analogi.
Budi mengatakan, pernyataan itu memberikan analogi akan berbahayanya visceral fat atau lemak yang menumpuk di rongga perut dan mengelilingi organ penting yang disebabkan oleh makanan-makanan berlemak.
“Begini, kalau kita makan normalnya masuk di bawah kulit. Kalau lemak lebih, dia nempel ke organ, jantung dan lever. Itu namanya visceral fat, ini bahaya,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, dikutip Jumat (16/5/2025).
Dia menjelaskan, pernyatan yang disampaikan sebelumnya bertujuan menyerukan kepada masyarakat agar memperhatikan body mass index atau BMI yang ideal yakni di bawah 24.
Pesan tersebut mungkin sulit dipahami oleh masyarakat awam, sehingga dirinya memilih untuk menyederhanakannya dengan lingkar pinggang.
“Lebih gampang kalau lingkar perut laki-laki di bawah 90, lingkar perut wanita di bawah 80,” katanya.
“Pokoknya laki-laki kalau beli celana jeans masih di atas 32-33. Ukurannya berapa celana jeans? 34-33. Sudah pasti obesitas. Itu menghadap Allah-nya lebih cepat dibandingkan dengan yang celana jeans-nya 32,” sambungnya.
