Selasa, Agustus 18, 2026

Nasib Lurah Manggarai Selatan Babak Belur Dikeroyok Massa Demo, Disangka Anggota DPR

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Lurah Manggarai Selatan, Muhammad Sidik, tak pernah menyangka perjalanan pulangnya pada Senin malam (25/8/2025) akan berubah menjadi mimpi buruk.

Bersama sopirnya, Asep Yudiana, ia menjadi korban pengeroyokan brutal massa yang tengah menggelar aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI.

Ironisnya, insiden itu terjadi karena massa mengira Sidik adalah anggota DPR.

Kericuhan bermula saat Sidik dan Asep hendak pulang ke kediaman mereka di kawasan Tanah Abang Dalam, Jakarta Pusat.

Setelah seharian bekerja di Kelurahan Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan, mereka memutuskan untuk mengambil jalan pintas lewat Jalan S Parman karena lalu lintas yang padat.

Baca Juga :  Pemkot Jaksel Gelar Peringatan 1 Muharam, Ali Murtadho: ASN Harus Menjadi Teladan Nilai Kejujuran

Namun nahas, saat melintas di Bundaran Slipi, kendaraan dinas mereka justru menarik perhatian massa.

“Massa tiba-tiba mendekati mobil kami sambil berteriak kalau ini mobil anggota DPR,” ujar Sidik saat dihubungi wartawan, Selasa (26/8/2025).

Situasi dengan cepat berubah mencekam.

Kaca mobil dilempari dan dihantam hingga pecah.

Dalam kepanikan, Sidik meminta sopirnya terus melaju untuk menghindari amukan.

Baca Juga :  Dalami Penyebab Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, 54 Orang Sudah Diperiksa

Tapi upaya mereka sia-sia.

Mobil sempat menabrak gerobak siomay dan sepeda motor sebelum akhirnya berhenti.

“Saya minta sopir untuk jalan terus, tetapi massa terus mengejar sambil memecahkan kaca mobil,” jelasnya.

Di saat itu, Sidik dan Asep memutuskan keluar dari kendaraan.

Mereka mencoba menjelaskan bahwa mereka bukan anggota DPR, melainkan lurah dan sopir.

Namun, penjelasan itu tak didengar oleh massa.

Pukulan, tendangan, dan amukan terus mengarah ke tubuh mereka.

“Saya sudah bilang saya lurah, bukan anggota dewan. Tapi tetap saja kami dipukuli,” ungkap Sidik dengan nada getir.

Baca Juga :  Tok, Pramono Larang Lapangan Padel di Permukiman, Tegaskan Sanksi yang Melanggar Perizinan

Akibat kejadian itu, keduanya mengalami luka lebam di bagian wajah, mata, badan, hingga kaki.

Selain itu, dua unit ponsel, dompet, dan barang berharga milik Sidik turut dirampas oleh massa.

Beruntung, mereka berhasil menyelamatkan diri dengan masuk ke sebuah gang terdekat.

“Alhamdulillah saya dan sopir saya selamat setelah berlari ke sebuah gang. Tapi kejadian ini benar-benar di luar dugaan,” kata Sidik.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...