Jumat, Oktober 9, 2026

Partai Syah Afandin yang Ditangkap KPK di Langkat, Dari Wabup Maju Bupati

WIB

Aliansi.co,Jakarta– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Langkat, Syah Afandin, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di Sumatera Utara.

Kepala daerah yang terpilih pada Pilkada serentak 2024, itu diduga terjaring dalam perkara yang berkaitan dengan proyek pengadaan barang dan jasa (PBJ) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.

Penangkapan dilakukan pada Kamis (2/7/2026).

KPK membenarkan adanya operasi senyap tersebut, namun belum mengungkap secara rinci pihak-pihak yang diamankan maupun konstruksi perkara yang sedang ditangani.

Baca Juga :  Jokowi Yakin Presiden Mendatang Tak Berani Potong Anggaran Riset Perguruan Tinggi

“Benar,” ujar Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2026).

Fitroh mengatakan, pihaknya belum dapat memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai operasi tersebut.

Berdasarkan informasi awal, OTT diduga berkaitan dengan proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.

Syah Afandin, yang akrab disapa Ondim, merupakan politikus PAN yang baru menjabat sebagai Bupati Langkat untuk periode 2025–2030.

Ia dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, bersama Wakil Bupati Tiorita Br. Surbakti.

Baca Juga :  Naik Tahap Penyidikan, KKP Terima Rp 2 Miliar dari Kasus Pagar Laut Bekasi

Sebelum menjadi bupati definitif, pria kelahiran Pangkalan Brandan, Sumatera Utara, 23 Juni 1966 itu telah meniti karier panjang di pemerintahan daerah.

Ia menjabat sebagai Wakil Bupati (Wabup) Langkat periode 2019–2024 sebelum kemudian dipercaya menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat sejak 20 Januari 2022 menyusul terjadinya kekosongan kepemimpinan di daerah tersebut.

Dalam Pilkada Langkat 2024, Syah Afandin berpasangan dengan Tiorita Br. Surbakti yang diusung Partai Golkar.

Baca Juga :  KPK Sita Rp 26,1 Miliar Hasil Korupsi Bupati Meranti, Sebagian Buat Nyawer Tim BPK Riau

Pasangan tersebut memenangkan pemilihan dengan raihan 216.918 suara atau sekitar 55,37 persen dari total suara sah, sehingga mengantarkan Syah Afandin sebagai Bupati Langkat untuk masa jabatan 2025–2030.

Hingga kini, KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.

Lembaga antirasuah itu dijadwalkan akan menyampaikan perkembangan perkara, termasuk penetapan status hukum para pihak, setelah proses pemeriksaan awal selesai dilakukan.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...