“Pada perang Riau itu nenek-moyang mereka disebut Pasukan Pertikaman Kesultanan. Nukilan itu ada ditulis di dalam Tuhfat al-Nafis karya Raja Ali Haji. Semoga mereka senantiasa dilindungi Allah SWT,” sambungnya.
Menutup postingannya, Ustadz Abdul Somad mengutip pantun Tokoh Masyarakat Melayu Serantau.
Ustadz Abdul Somad berharap masyarakat Pulau Rempang mendapat pertolongan.
“Yang ada jabatan, tolong dengan kuasa. Yang sanggup berteriak, tolong dengan suara,” tulisnya.
Postingan Ustadz Abdul Somad disambut positif oleh masyarakat.
Mereka meminta kepada Ustadz Abdul Somad untuk mendoakan masyarakat Pulau Rempang tidak diusik dari tanah kelahirannya.
“Salam dari masyarakat rempang dan galang. Minta doa agar tanah kelahiran kami tidak diusik lagi,” tulis akun @awang_hermann.
“Terima kasih menjadikan tulisan Ayahanda kami Abdul Malik sebagai caption di postingan Ustadz,” tulis akun @annisabestari.
Diketahui masyarakat Pulau Rempang menolak pengosongan lahan yang dilakukan aparat.
Bahkan terjadi bentrok antara masyarakat dengan aparat saat akan pemasangan patok di Pulau Rempang.
Pemasangan patok itu sebagai upaya pengembangan kawasan Pulau Rempang menjadi Rampang Eco City yang digarap PT Makmur Elok Graha (MEG).
