Aliansi.co, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menyoroti kinerja sejumlah pejabat yang hanya pintar berbicara tetapi kurang bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.
Pernyataan itu disampaikannya saat meresmikan 218 jembatan secara virtual dari Istana Negara, Senin (9/3/2026).
“Banyak petugas yang bekerja dengan luar biasa, namun ada unsur pimpinan tertentu yang mengecewakan dari segi tanggung jawab kepada bangsa dan negara. Ini harus kita akui, janganlah kita selalu bicara yang baik-baik, yang manis-manis,” ujar Prabowo dilansir dari kanal YouTube Setpres, Selasa (10/3/2026).
Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan rakyat menderita atau terjebak dalam kesulitan.
Menurutnya, Indonesia harus berani menghadapi masalah tanpa hanya berlindung di balik peraturan atau sistem yang ada.
Selain itu, Prabowo menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan negara yang lebih baik.
Ia menyebut praktik korupsi, penyalahgunaan wewenang, penipuan, dan kolusi dengan pengusaha nakal sebagai penyebab kebocoran negara dan hilangnya potensi kekayaan yang seharusnya bisa digunakan menghadapi bencana atau pembangunan nasional.
“Kekuatan kita, kekayaan kita yang luar biasa, sesungguhnya harus lebih baik lagi kita kelola, lebih baik lagi kita kendalikan. Untuk itu, saya tegaskan kembali, kita harus memerangi korupsi di setiap tingkat,” tegasnya.
