Sabtu, Oktober 3, 2026

Prabowo Tegaskan Negara Harus Berdiri di Atas Hukum dan Konstitusi

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penegakan hukum, konstitusi, dan konsensus kebangsaan sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan negara serta kehidupan demokrasi Indonesia.

Ia menekankan bahwa negara harus berdiri di atas hukum dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Tidak ada negara tanpa hukum, tidak ada negara tanpa undang-undang dasar, tanpa konstitusi. Tanpa undang-undang dasar, tidak ada negara. Yang ada adalah kekuatan rimba, hukum rimba, hukum senjata, dan rakyat kita tidak menghendaki itu,” ujar Prabowo saat memberikan taklimat kepada Kabinet Merah Putih, di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Baca Juga :  Presiden Prabowo: Profesi Perwira Adalah Kehormatan dan Tanggung Jawab Luar Biasa bagi Bangsa

Prabowo menekankan seluruh unsur pemerintahan harus bekerja keras menegakkan hukum yang berlandaskan kesepakatan dan konsensus nasional.

Dalam hal ini, ia mengingatkan dua konsensus besar bangsa, yakni Sumpah Pemuda dan lahirnya Undang-Undang Dasar 1945.

Menurutnya, Sumpah Pemuda menjadi tonggak penting yang menyatukan bangsa di tengah keberagaman.

Para pendiri bangsa, kata dia, menunjukkan kebesaran jiwa dengan memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, meski bukan berasal dari kelompok mayoritas.

Baca Juga :  Jokowi Bangun Memorial Park Senilai Rp 361 Miliar di IKN, Untuk Apa?

“Kalau prinsip demokrasi di mana-mana dikatakan rule of the majority. Bisa saja dulu bangsa Jawa yang paling banyak,” ujarnya.

“Namun kita memilih bahasa dari suku yang kecil di Sumatra, yakni Melayu, menjadi bahasa kebangsaan, dan diterima oleh mayoritas. Kini, dari Sabang sampai Merauke, kita memiliki bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia,” lanjutnya.

Selain itu, Prabowo menjelaskan bahwa konsensus besar kedua adalah perumusan konstitusi pada 1945 yang menetapkan Indonesia sebagai negara berideologi Pancasila.

Ia menegaskan, Pancasila menjadi dasar dalam membangun negara yang menghormati keberagaman agama tanpa mengutamakan golongan tertentu.

Baca Juga :  Bertemu di Malacanang, Jokowi dan Marcos Jr Bahas Kerja Sama Polkam hingga Alutsista

“Kita telah memilih bernegara secara demokrasi, di mana kedaulatan berada di tangan rakyat,” tegasnya.

Menutup arahannya, Prabowo mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk tetap berpegang pada nilai persatuan, hukum, dan demokrasi guna menjaga keutuhan bangsa serta stabilitas negara.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia bukan sekadar negara besar, melainkan negara yang dibangun di atas kesepakatan luhur yang harus terus dijaga, diperkuat, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...