Senin, Juni 1, 2026

Pramono Temukan Pelanggaran Harga Sewa Kios yang Viral Mencekik Pedagang Blok M

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan telah mengambil langkah tegas soal polemik mahalnya harga sewa kios yang dikeluhkan para pedagang di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Pramono memutuskan untuk menghentikan kerja sama dengan koperasi yang selama ini mengelola sebagian area perdagangan di Blok M.

“Saya minta untuk kerja sama yang dilanggar oleh koperasi, kalau mereka tidak memenuhi apa yang menjadi kesepakatan, maka saya minta untuk dipostpone, kerja samanya dihentikan saja,” kata Pramono dalam keterangan persnya, dikutip Kamis (4/9/2025).

Baca Juga :  Tekan Polusi, Pramono dan Wali Kota Jaktim Tanam Pohon di Kawasan Industri Cakung 

Pramono menyarankan kepada para pedagang untuk membuka usaha di Blok M Hub, area baru yang dikelola langsung oleh PT MRT Jakarta (Perseroda).

Pramono menegaskan, pedagang yang bersedia pindah di area baru tersebut, dibebaskan dari biaya sewa kios selama dua bulan.

“Kalau mereka mau menggunakan tempat ini (Blok M Hub), maka nanti selama dua bulan kami berikan kebebasan, free, gratis, supaya mereka mau pindah ke tempat ini. Tempat ini jauh lebih bagus sebenarnya, lebih nyaman, ada AC-nya, dan fasilitasnya juga bagus,” jelasnya.

Baca Juga :  1.500 Pasukan Diterjunkan Pengamanan Malam Takbiran di Jakarta Selatan

Ia juga mengingatkan agar pedagang tetap menjaga lingkungan usaha yang tertib dan aman.

Ke depannya, pengelolaan penuh kawasan Blok M Hub akan dilakukan oleh PT MRT Jakarta (Perseroda), tanpa keterlibatan pihak koperasi.

“Karena saya tahu, Blok M ini sekarang menjadi hub baru bagi Jakarta. Saya tidak mau ini berkepanjangan. Ini harus segera diselesaikan,” tutup Gubernur Pramono.

Baca Juga :  Heru Cuci Gudang, Uus Kuswanto Kembali Duduki Kursi Wali Kota Jakarta Barat

Polemik ini bermula dari keluhan pedagang terkait melonjaknya biaya sewa kios yang dikenakan oleh koperasi.

Harga sewa kios yang mencekik pedagang sempat viral di media sosial.

Padahal, sebelumnya telah disepakati bahwa sewa kios UMKM di Blok M ditetapkan sebesar Rp300.000 per bulan, sesuai hasil audiensi PT MRT Jakarta dengan perwakilan koperasi, dua fraksi DPRD DKI, serta Badan Pembinaan BUMD (BP BUMD).

Namun dalam praktiknya, harga sewa mengalami kenaikan hingga Rp 1,8 juta.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...