Sabtu, Oktober 3, 2026

Rapat dengan Menhut, Titiek Soeharto Marah Lihat Truk Pengangkut Kayu Masih Berseliweran di Lokasi Banjir Sumatera

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus kemarahan atas dugaan penebangan liar yang masih berlangsung di Sumatera, meski wilayah tersebut baru saja dilanda banjir dan longsor.

Pernyataan ini disampaikan Titiek dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR dengan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, pada Kamis (4/12/2025) di Komplek Parlemen Senayan.

Dalam rapat tersebut, Titiek Soeharto menayangkan video viral yang memperlihatkan truk-truk besar mengangkut kayu dengan diameter besar melintas di jalan Sumatera pasca banjir.

“Baik Saudara Menteri, terus terang saya sedih, miris, dan saya marah. Bayangkan kayu sebesar itu, diameter satu setengah meter, itu berapa ratus tahun perlu tumbuh. Ini manusia mana di Indonesia yang seenaknya bisa motong-motong kayu seperti itu? Apa salah pohon itu? Dia memberikan banyak kebaikan bagi manusia. Penjaga erosi, memberikan udara segar. Kok dipotong begitu saja?” ujar Titiek, dikutip Jumat (5/12/2025).

Baca Juga :  Jokowi Sebut Indonesia Butuh Presiden yang Berani dan Konsisten

Kayu-kayu tersebut diketahui berasal dari hutan di Sibolga, Sumatera Utara, yang juga terdampak parah bencana.

Menurut Titiek, video itu menjadi bukti bahwa pembalakan liar masih berlangsung saat warga berjuang memulihkan kondisi pasca bencana.

“Yang lebih menjengkelkan, truk itu lewat di Jalan Raya dua hari setelah peristiwa banjir. Dengan kemajuan teknologi, truk itu lewat di depan hidung kita. Sungguh menyakitkan, Pak Menteri. Baru kita kena bencana, dia lewat di depan muka kita. Ini menyakitkan dan menghina rakyat Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :  Langkah Kepala Sudin Bina Marga Usai Anak Buah Terseret Kasus Penebangan Pohon di Jaksel

Politisi Fraksi Gerindra sekaligus putri mendiang Presiden RI ke-2 ini meminta Menteri Kehutanan menindak tegas perusahaan yang terlibat.

“Saya minta kepada Pak Menteri untuk cari tahu siapa perusahaan itu dan tolong, jangan ada pohon-pohon besar lagi yang ditebang. Hentikan semua ini! Kami tidak mau hanya sekadar moratorium, tapi dihentikan. Nggak usah ada lagi pohon-pohon besar yang dipotong-potong,” tegasnya.

Selain kasus truk, Titiek menyoroti ratusan potong kayu yang hanyut memenuhi pantai dan sungai pasca banjir.

Baca Juga :  Dua Pohon di Jalan Metro Pondok Indah Ditebang, Sudin Pertamanan Jaksel Cek Perizinan

Ia menilai hal ini sebagai indikasi pembukaan lahan baru untuk perkebunan dan pertambangan yang semakin tidak terkendali.

“Pembukaan lahan baru untuk perkebunan, pertambangan, ini harus diperketat lagi syarat-syaratnya. Jangan kita biarkan begitu saja. Sudah cukup lah ini,” ujarnya.

Sebagai Ketua Komisi IV DPR, Titiek menegaskan pihaknya mendukung penuh penegakan hukum terhadap pihak yang merusak alam.

“Kita mewakili rakyat Indonesia. Bapak juga ditunjuk sebagai pembantu presiden yang dipilih rakyat Indonesia. Kita tegakkan hukum setegak-tegaknya. Siapapun yang merugikan bangsa dan negara, merusak tanah dan hutan kita, ditindak saja. Bapak nggak usah takut-takut, kami di belakang Bapak,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...