Kamis, Agustus 20, 2026

Respon KPK Usai Menhut Raja Juli Ngaku Sudah Kembalikan Amplop Bupati Kuansing

WIB

Aliansi.co,Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespon pemgakun Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni yang sempat menerima amplop dan kemudian mengembilkannya usai pertemuan dengan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby.

Meski Raja Juli mengaku telah mengembalikan amplop tersebut, KPK menegaskan pelaporan tetap menjadi bagian dari kewajiban penyelenggara negara.

“Ya, mestinya itu kesadaran dari pihak penyelenggara negaranya,” ujar Plh Direktur Penindakan KPK Achmad Taufik Husein saat jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu dini hari.

Pernyataan itu muncul setelah Raja Juli Antoni mengungkap kronologi dirinya menerima kunjungan Bupati Kuansing Suhardiman Amby di Kantor Kementerian Kehutanan sebelum kepala daerah tersebut ditangkap KPK dalam kasus dugaan suap jabatan dan gratifikasi terkait pelepasan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).

Baca Juga :  PKS Sorot Putusan Hakim PN Jakpus Bolehkan Nikah Beda Agama

Raja Juli menjelaskan pertemuan dengan Suhardiman berlangsung pada Selasa (2/6/2026) dalam audiensi resmi yang diawali dengan surat permohonan dari Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.

Menurutnya, seluruh proses pertemuan berlangsung secara terbuka dan mengikuti prosedur yang berlaku.

Namun, setelah audiensi selesai, ia mengetahui Suhardiman meninggalkan sebuah amplop yang dibungkus map di ruang pertemuan.

Baca Juga :  Wapres ke-6 Try Sutrisno Dimakamkan di TMP Kalibata Secara Kenegaraan

“Dalam audiensi itu ternyata Pak Bupati Kuansing meninggalkan amplop yang ditutup dengan map. Dan ketika beliau pergi saya meminta ajudan saya untuk mengembalikan amplop tersebut. Saya tidak tahu isinya apa tapi saya merasa tidak memiliki hak atas amplop tersebut,” kata Raja Juli dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).

Ia menegaskan amplop tersebut tidak pernah menjadi miliknya karena langsung diperintahkan untuk dikembalikan kepada pihak yang memberikan.

“Oleh karena itu, saya meminta ajudan saya untuk mengembalikan amplop tersebut,” lanjutnya.

Raja Juli juga menyebut pengembalian amplop dilakukan sekitar 17 hari sebelum KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Suhardiman Amby.

Baca Juga :  Bertemu Presiden Tanzania, Jokowi Sampaikan Kerja Sama Investasi hingga Kesehatan

Di sisi lain, KPK membuka kemungkinan memanggil Raja Juli Antoni sebagai saksi apabila keterangannya dibutuhkan dalam proses penyidikan.

Juru Bicara KPK Taufik mengatakan pemanggilan saksi sepenuhnya bergantung pada kebutuhan penyidik untuk melengkapi alat bukti dan mengungkap fakta-fakta perkara.

“Apabila memang diperlukan untuk memperdalam bukti-bukti atau memperkuat fakta mengenai pertemuan-pertemuan yang mendukung pemenuhan unsur perkara, maka pemanggilan akan dilakukan. Namun, kita akan melihat bagaimana perkembangan penyidikan ke depan,” ujar Taufik.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...