Minggu, Juli 5, 2026

KPK Ungkap Ada Komitmen Fee Paket Proyek dari Eks Timses ke Bupati Langkat

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan aliran uang dari puluhan paket proyek yang diterima mantan tim sukses Bupati Langkat Syah Afandin pada Pilkada 2024.

Proyek senilai sekitar Rp10,2 miliar itu diduga menjadi sumber pembayaran komitmen fee kepada Syah Afandin.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan mantan tim sukses Syah Afandin, Yaqub Abdhal Al Mu’arif (YQB), memperoleh total 85 paket proyek melalui mekanisme pengadaan langsung di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.

Baca Juga :  Sosok Kabareskrim Komjen Wahyu Widada, Peraih Adhi Makayasa-Perumus Visi Polri Presisi

“Pada 2025, YQB selaku pihak swasta sekaligus tim sukses SAF pada Pilkada 2024 mendapat paket pekerjaan proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Langkat melalui metode pengadaan langsung,” kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dikutip Sabtu.

KPK merinci, sebanyak 80 paket pekerjaan berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat dengan nilai sekitar Rp9,5 miliar.

Sementara itu, lima paket lainnya berasal dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat dengan nilai sekitar Rp748 juta.

Baca Juga :  Momen Nadiem Makarim Bacakan Teks usai Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Laptop

“Dengan demikian, total nilai proyek yang diterima YQB mencapai sekitar Rp10,2 miliar,” ujar Taufik.

Menurut KPK, proyek-proyek tersebut diduga tidak diberikan secara cuma-cuma.

Penyidik menduga Syah Afandin, yang juga dikenal dengan sapaan Ondim, meminta komitmen fee sebagai imbalan atas pemberian paket pekerjaan kepada Yaqub.

Untuk proyek di Dinas Pendidikan, Syah Afandin diduga meminta komitmen fee sebesar 10 persen dari nilai proyek.

Baca Juga :  Usai OTT di Kuansing, KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin

Sementara itu, untuk proyek di Dinas Perkim, besaran komitmen fee yang diminta mencapai 17 persen.

Dugaan tersebut menjadi salah satu temuan dalam penyidikan perkara suap dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.

KPK menduga aliran dana dari proyek-proyek tersebut menguntungkan pihak-pihak tertentu melalui mekanisme pembayaran komitmen fee.

Penyidik menegaskan perkara ini masih terus dikembangkan, termasuk menelusuri keterlibatan pihak lain serta aliran dana yang berasal dari proyek-proyek pemerintah di Kabupaten Langkat.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...