Sabtu, Juli 4, 2026

Ribuan Sapi Australia Masuk Jakarta, Solusi Inflasi atau Beban Baru?

WIB

Aliansi.co, Jakarta-Masuknya ribuan sapi impor asal Australia ke Jakarta memunculkan pertanyaan: apakah langkah ini benar-benar menjadi solusi menekan inflasi jelang Ramadan dan Idulfitri, atau justru berpotensi menimbulkan persoalan baru?

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan kebijakan tersebut diambil demi menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau langsung kedatangan 3.100 ekor sapi impor di Dermaga 101 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2/2026).

Total sapi yang direncanakan masuk pada tahap awal mencapai 7.500 ekor melalui Perumda Dharma Jaya.

“Dengan masuknya sapi dari Australia ini, kami berharap harga daging bisa tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan,” ujar Pramono dalam keterangannya, dikutip Selasa (24/2/2026).

Baca Juga :  Ketua DPRD Dorong Baznas BAZIS DKI Perbanyak Bedah Rumah Warga Tak Mampu

Menurut Pramono, inflasi di Jakarta cenderung meningkat saat Ramadan dan Idulfitri, terutama pada komoditas daging, cabai, dan beras.

Karena itu, langkah impor dinilai sebagai upaya antisipatif agar lonjakan harga tidak memberatkan masyarakat.

Pramono menyebut, ini merupakan impor sapi langsung pertama yang dilakukan Jakarta setelah 28 tahun.

Ia menilai kepercayaan dari Australia kepada Jakarta menunjukkan kesiapan Pemprov DKI dalam mengelola pasokan daging secara mandiri dan profesional.

“Kami memiliki kerja sama sister city dengan beberapa kota di Australia, dan itu ikut memperkuat hubungan serta kepercayaan yang ada. Dengan dasar kerja sama tersebut, proses impor ini dapat berjalan lebih baik dan terkontrol,” katanya.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Pria yang Viral Intip Istri Tetangga Mandi Sambil Lakukan Ini...

Ia menegaskan, kepercayaan tersebut harus dijaga dengan memastikan seluruh prosedur, termasuk aspek kesehatan dan kelayakan ternak, dipenuhi secara ketat.

Pemprov DKI mencatat, cadangan daging sapi saat ini mencapai sekitar 1.000 ton.

Sementara stok sapi hidup di kandang Perumda Dharma Jaya sekitar 1.500 ekor, termasuk 590 ekor yang baru diturunkan dari kapal.

Kebutuhan daging sapi dan kerbau di Jakarta mencapai sekitar 65 ton per hari dan biasanya meningkat sekitar 4 persen saat hari besar keagamaan.

“Stok ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan Ramadan sekaligus menggantikan sebagian sapi yang akan dipanen bulan ini. Jadi, pasokan tetap aman dan terjaga,” ujar Pramono.

Baca Juga :  Tekan Polusi, Pramono dan Wali Kota Jaktim Tanam Pohon di Kawasan Industri Cakung 

Masyarakat juga dapat memantau perkembangan stok dan harga melalui sistem Info Pangan Jakarta yang terintegrasi dalam aplikasi JAKI (Jakarta Kini).

Di tengah kekhawatiran soal penyakit hewan, Pramono memastikan seluruh sapi impor dalam kondisi sehat dan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebelum keberangkatan dan setelah tiba di Jakarta.

“Kami sudah mendapatkan laporan bahwa sapi yang datang dari Australia dalam kondisi sehat dan tidak terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku. Dari sekitar 2.000 ekor yang sudah tiba sebelumnya, tidak ada satu pun yang terindikasi sakit,” tegasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...