Rabu, September 2, 2026

Sudinsos Jaksel Serahkan Bantuan Kaki Palsu kepada 20 Penyandang Disabilitas

WIB

Aliansi.co,Jakarta-Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Selatan menyerahkan bantuan kaki palsu kepada 20 penyandang disabilitas agar dapat kembali beraktivitas secara lebih mandiri.

Bantuan diberikan di Kantor Sudin Sosial Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Bernard Tambunan mengatakan, seluruh penerima bantuan telah melalui proses pengusulan, verifikasi lapangan, hingga pengukuran untuk memastikan alat bantu yang diberikan sesuai kebutuhan masing-masing.

“Penerima kaki palsu ini telah melalui beberapa tahapan, di antaranya pengusulan terlebih dahulu dan verifikasi atau visit ke lokasi untuk mengecek kondisi yang bersangkutan, khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu,” ujar Bernard.

Menurut Bernard, setelah dinyatakan layak menerima bantuan, calon penerima menjalani proses pengukuran kaki palsu.

Baca Juga :  Cegah Judol Marak, Pengurus RT/RW Diminta Awasi Tempat Nongkrong Warga

Pembuatan alat bantu tersebut memerlukan waktu sekitar dua minggu hingga satu bulan.

“Setelah pengecekan dilakukan dan dinyatakan layak sesuai persyaratan, langkah selanjutnya adalah pengukuran untuk memastikan kecocokan ukuran kaki palsu tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh warga yang menerima bantuan pada Senin ini merupakan mereka yang telah menyelesaikan seluruh tahapan sejak Maret 2026.

“Hari ini adalah jadwal pemasangan bagi warga yang sudah melewati semua proses sejak Maret kemarin,” ucap Bernard.

Untuk tahun ini, Sudinsos Jakarta Selatan mengalokasikan bantuan kaki palsu bagi 20 orang.

Namun, pihaknya masih membuka peluang untuk menambah bantuan jika kebutuhan warga meningkat.

Baca Juga :  Gegara Bendera Parpol, Pasutri Lanjut Usia Kecelakaan di Flyover Mampang

“Besar harapan kami, dengan pemberian bantuan ini, warga disabilitas dapat beraktivitas dan menjalankan kegiatannya dengan lebih baik lagi,” tutur Bernard.

Kepala Seksi Perlindungan, Jaminan, dan Rehabilitasi Sosial Sudinsos Jakarta Selatan, Yan Vetansyah mengatakan, semula ada 24 warga disabilitas yang mengajukan bantuan kaki palsu.

Dari jumlah itu, sebanyak 20 orang diakomodasi melalui anggaran Sudinsos, sedangkan empat warga lainnya memperoleh bantuan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Alhamdulillah, keempat warga yang membutuhkan itu juga bisa kami akomodir hari ini,” kata Yan.

Yan menambahkan, Sudinsos Jakarta Selatan tetap membuka pengajuan bantuan kaki palsu dari warga.

Baca Juga :  Selama KTT ASEAN, Mobil Angkutan Barang Dilarang Masuk 4 Ruas Tol Jakarta

Jika permintaan terus bertambah, usulan tambahan anggaran akan diajukan dalam perubahan APBD tahun ini.

“InsyaAllah bantuan kaki palsu akan kami usulkan pada anggaran perubahan jika memang ada permintaan dari warga,” ujarnya.

Salah seorang penerima bantuan asal Kecamatan Setiabudi, Sadian, mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi kehidupannya.

Pria berusia 63 tahun itu mengatakan, kakinya diamputasi akibat diabetes.

Meski begitu, ia tetap bekerja sebagai pengemudi ojek untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kaki ini diamputasi karena saya menderita diabetes. Namun, itu tidak menyurutkan saya narik ojek untuk kebutuhan sehari-hari. Saya sangat bersyukur akhirnya mendapatkan bantuan ini karena sangat membantu,” ujar Sadian.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Viral Pria Gesek-gesek Kolong Mobil di GBK, Dugaan Polisi Debt Collector

Aliansi.co,jakarta- Aksi dua pria yang diduga menggesek nomor rangka kendaraan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, viral di media sosial. Aksi keduanya terekam...

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...