Sabtu, Oktober 17, 2026

Ungkap Ada Ordal Terlibat, Pramono Laporkan Kasus Gangguan Bank DKI ke Bareskrim Polri

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Gubernur Jakarta Pramono Anung memutuskan memecat Direktur IT Bank DKI, Amirul Wicaksono imbas gangguan layanan transaksi sejak akhir Maret 2025 lalu.

Pramono juga melaporkan permasalahan ini ke Bareskrim Polri untuk mengungkap adanya keterlibatan orang dalam (ordal) dalam kasus gangguan layanan Bank DKI.

“Saya putuskan pembebastugasan Direktur IT-nya segera dilakukan dan harus dilakukan sekarang,” ujar Pramono dalam rapat terbatas bersama jajaran Direksi Bank DKI di Balai Kota Jakarta, dikutip dari akun Instagram @pramonoanungw, Rabu (9/4/2025).

Baca Juga :  Pansus DPRD Ungkap Temuan Gedung yang Tak Kantongi SLF, Ancam Cabut Izin hingga Penutupan Paksa

“Laporkan ke Bareskrim, proses hukum. Karena ini sudah keterlaluan. Enggak mungkin enggak melibatkan orang dalam, enggak mungkin,” sambungnya.

Pramono menyatakan, tidak ada pejabat di lingkungan Pemprov DKI maupun BUMD yang kebal hukum.

Ia pun menegaskan akan mengambil tindakan tegas bagi pihak yang mencoba mencampuri penyelesaian masalah ini.

“Siapa pun yang ikut campur, saya akan ambil tindakan. Kenapa ini dilakukan? Untuk membangun trust kepada publik, bahwa publik ini tidak ada yang terganggu,” ucap Pramono.

Baca Juga :  Pramono Dorong ASN Jakarta Naik Transportasi Gratis Setiap Rabu

Ia mengingatkan bahwa gangguan layanan Bank DKI telah terjadi sebanyak tiga kali.

Menurutnya, hal ini tidak boleh terulang karena bisa mengancam kepercayaan masyarakat terhadap bank milik daerah itu.

“Enggak boleh lagi ada kejadian keempat. Kalau bisa, Bank DKI ini IPO. Enggak mungkin diselesaikan satu setengah tahun, maksimal enam bulan,” ujarnya.

Sebelumnya, gangguan aplikasi JakOne Mobile Bank DKI telah dikeluhkan nasabah sejak 30 Maret 2025, atau malam sebelum Hari Raya Idulfitri.

Baca Juga :  Lepas Bus Mudik Gratis dari Monas, Pramono: Animo Masyarakat Luar Biasa

Namun, Pramono memastikan dana nasabah tetap aman.

“Kami memberikan jaminan kepada nasabah Bank DKI di mana pun, di cabang mana pun, bahwa dananya dijamin oleh Bank DKI,” kata Pramono menjelaskan.

Sementara itu, Direktur Utama Bank DKI, Agus Widodo menjelaskan kepada wartawan, bahwa gangguan terjadi akibat sistem pemeliharaan otomatis yang seharusnya tidak berjalan saat lebaran.

Hal ini menyebabkan transfer antarbank dan pembayaran QRIS terganggu.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

BGN Buka Suara soal Penemuan Mayat di Dapur MBG

Aliansi.co,Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal penemuan mayat yang dikaitkan dengan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan BGN menyusul beredarnya informasi...

Mutasi Besar-besaran Polri, Wakabaintelkam-Kakorlantas hingga Kapolda Berganti

Aliansi.co, Jakarta – Polri kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap 199 personel yang terdiri dari perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Sejumlah jabatan strategis mulai...

Polri Gerebek Dua Kampung Narkoba Legendaris Jakarta, 24 Orang Diamankan

Aliansi.co, Jakarta- Polri menggerebek dua kampung legendaris yang terkenal sebagai basis peredaran narkoba di Jakarta, yakni Kampung Ambon, Jakarta Barat, dan Kampung Boncos, Jumat...

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...