Kamis, April 16, 2026

Ungkap Ada Ordal Terlibat, Pramono Laporkan Kasus Gangguan Bank DKI ke Bareskrim Polri

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Gubernur Jakarta Pramono Anung memutuskan memecat Direktur IT Bank DKI, Amirul Wicaksono imbas gangguan layanan transaksi sejak akhir Maret 2025 lalu.

Pramono juga melaporkan permasalahan ini ke Bareskrim Polri untuk mengungkap adanya keterlibatan orang dalam (ordal) dalam kasus gangguan layanan Bank DKI.

“Saya putuskan pembebastugasan Direktur IT-nya segera dilakukan dan harus dilakukan sekarang,” ujar Pramono dalam rapat terbatas bersama jajaran Direksi Bank DKI di Balai Kota Jakarta, dikutip dari akun Instagram @pramonoanungw, Rabu (9/4/2025).

Baca Juga :  Plh Wali Kota Jaksel Lepas Rombongan Haji Kloter 63

“Laporkan ke Bareskrim, proses hukum. Karena ini sudah keterlaluan. Enggak mungkin enggak melibatkan orang dalam, enggak mungkin,” sambungnya.

Pramono menyatakan, tidak ada pejabat di lingkungan Pemprov DKI maupun BUMD yang kebal hukum.

Ia pun menegaskan akan mengambil tindakan tegas bagi pihak yang mencoba mencampuri penyelesaian masalah ini.

“Siapa pun yang ikut campur, saya akan ambil tindakan. Kenapa ini dilakukan? Untuk membangun trust kepada publik, bahwa publik ini tidak ada yang terganggu,” ucap Pramono.

Baca Juga :  Habiskan Anggaran Rp 62 Miliar, Rano Ingin Waduk Kebagusan Optimal Cegah Banjir

Ia mengingatkan bahwa gangguan layanan Bank DKI telah terjadi sebanyak tiga kali.

Menurutnya, hal ini tidak boleh terulang karena bisa mengancam kepercayaan masyarakat terhadap bank milik daerah itu.

“Enggak boleh lagi ada kejadian keempat. Kalau bisa, Bank DKI ini IPO. Enggak mungkin diselesaikan satu setengah tahun, maksimal enam bulan,” ujarnya.

Sebelumnya, gangguan aplikasi JakOne Mobile Bank DKI telah dikeluhkan nasabah sejak 30 Maret 2025, atau malam sebelum Hari Raya Idulfitri.

Baca Juga :  Akui Rutin Tunaikan ZIS, Pramono Ajak Orang Kaya di Jakarta Lunasi Zakat

Namun, Pramono memastikan dana nasabah tetap aman.

“Kami memberikan jaminan kepada nasabah Bank DKI di mana pun, di cabang mana pun, bahwa dananya dijamin oleh Bank DKI,” kata Pramono menjelaskan.

Sementara itu, Direktur Utama Bank DKI, Agus Widodo menjelaskan kepada wartawan, bahwa gangguan terjadi akibat sistem pemeliharaan otomatis yang seharusnya tidak berjalan saat lebaran.

Hal ini menyebabkan transfer antarbank dan pembayaran QRIS terganggu.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Peras Anggota DPR Rp 300 Juta, Empat KPK Gadungan Ditangkap di Jakbar

Aliansi.co, Jakarta-Tim gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polda Metro Jaya menangkap empat orang terduga pelaku pemerasan yang menyasar anggota DPR RI. Para pelaku ditangkap...

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...

Sosok Dua Terduga Pelaku Mutilasi dalam Freezer, Terungkap Usai Kabur ke Majalengka

Aliansi.co,Jakarta- Polisi akhirnya mengungkap identitas dua terduga pelaku dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam freezer di Kabupaten Bekasi. Keduanya diketahui sempat...

Pelarian Dua Pelaku Kasus Mayat dalam Freezer Berakhir di Majalengka

Aliansi.co, Jakarta- Pelarian dua pelaku kasus penemuan mayat dalam freezer di Kabupaten Bekasi akhirnya berakhir di Majalengka, Jawa Barat. Keduanya berhasil ditangkap oleh Tim Subdit...

Dilaporkan ke Polda, Dugaan Transaksi Fiktif Fasilitas Kredit di Medan Diadukan hingga OJK

Aliansi.co-Jakarta- PT Toba Surimi Industries (PT TSI) melaporkan dugaan penarikan dana fiktif senilai Rp124,4 miliar dari fasilitas kredit modal kerja (KMK) miliknya ke Polda...