Selasa, Mei 19, 2026

Viral Siswa SMP Dipukuli hingga Diinjak-injak oleh Ketua Geng Sekolah, Pelaku Langsung Diamankan Polisi

WIB

Aliansi.co, Cilacap- Viral video yang memperlihakan aksi penganiayaan seorang pelajar SMP yang dilakukan oleh ketua geng sekolahnya.

Aksi penganiayaan dinarasikan terjadi pada siswa SMP Negeri di Kecamatan Cimanggu, Cilacap, Jawa Tengah.

Dalam video terlihat seorang siswa SMP yang tidak berdaya dipukul berkali-kali hingga diinjak-injak oleh seorang siswa dengan seragam sekolah yang sama.

Video berdurasi 4 menit 15 detik memperlihatkan dua orang pelajar berseragam baju kotak-kotak berwarna biru dan celana panjang warna putih.

Baca Juga :  Heboh Video Tarik Tunai Rp 100 Ribu di ATM yang Keluar Rp 52 Ribu

Korban sama sekali tidak melakukan perlawanan terhadap pelaku yang menggunakan topi.

Di akhir video, pelaku tampak melakukan selebrasi sambil mengangkat kedua tangannya dan meninggalkan korban tergeletak tak berdaya di sebuah lapangan.

Setelah viral, pelaku penganiayaan terhadap siswa SMP Negeri Cimanggu tersebut langsung ditangkap polisi.

Pelaku diamankan dari rumahnya pada Rabu (27/9/2023) dini hari.

Pelaku berinisial ML, siswa kelas 9 di salah satu SMP di Cimanggu, Cilacap.

Baca Juga :  Wanita di Depok Diteror Orderan Gofood Fiktif hingga Rp 1 Juta, Berawal Kenalan Cowok di TikTok

Wakapolresta Cilacap AKBP Arief Fajar Satria mengatakan pelaku ML sudah diamankan setelah menerima laporan dari keluarga korban.

“Kami menerima informasi adanya video perundungan oleh siswa salah satu SMP di wilayah Kecamatan Cimanggu pada pukul 15.00. Pelaku sudah diamankan dan dibawa ke Polresta,” kata Arief, Rabu (2/9/2023).

Dia mengatakan, saat ini korban sudah berada di rumah setelah sempat mendapatkan perawatan di RSUD Majenang.

Korban sendiri mengalami sejumlah luka akibat terkena pukulan dan tendangan dari pelaku.

Baca Juga :  Heboh di Medsos, Polisi Temukan Sosok Pemeran Video Syur 'Shella Trenggalek', Ternyata...

“Korban luka di wajah, memar di perut dan bahu kanan,” katanya.

Dia mengungkapkan warga sempat geram setelah melihat video penganiayaan siswa SMP oleh temannya.

Hal itu karena pelaku disebut sebagai ketua geng di sekolahnya dan memiliki 30 anggota.

Warga sempat berkerumun saat pelaku akan dimankan ke kantor polisi.

“Ini jadi PR khusus, Kapolsek besok turun ke sekolah,” ujarnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...