Sabtu, Oktober 3, 2026

Wah! Lukisan SBY Terlelang dengan Harga Fantastis, Pembelinya Petinggi Partai Demokrat

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Lukisan karya Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terjual dengan harga fantastis.

Lukisan bertajuk Kabut Pagi di Dusun Sunyi itu, terjual dalam acara lelang yang digelar Jogja Disability Arts dan Yayasan Urun Daya Kota di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Kamis (24/8/2023) malam.

Dalam video singkat, tampak SBY menceritakan bahwa objek lukisan itu dipilih karena ingin memperlihatkan bagaimana keindahan yang telah diciptakan Tuhan.

“Dan kalau kita sering melihat keindahan alam, suasana yang teduh, hati kita ikut teduh. Pemandangan alam yang indah, rasanya kita makin menyukai keindahan,” kata SBY dalam video tersebut.

Baca Juga :  Tak Hanya Melahirkan, ASN Pria Akan Diberikan Hak Cuti saat Istri Keguguran

SBY mengaku memiliki pesan moral sendiri terkait lukisan pemandangan tersebut.

Kata dia, jika manusia, masyarakat, mencintai perdamaian, keindahan, kerukunan, maka hasilnya akan bagus.

“Jadi melalui lukisan pun kita bisa memberikan andil untuk menciptakan kehidupan masyarakat di negeri yang kita cintai ini agar menjadi masyarakat yang baik. The good society,” ujarnya

Baca Juga :  Lima Kriteria Cawapres yang Akan Dampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024

Dalam proses lelang, lukisan SBY awalnya dibuka dengan harga Rp135 juta.

Seketika banyak tamu yang hadir tunjuk tangan dengan tawaran awal tersebut.

Namun tak sampai semenit, tamu lainnya langsung menaikkan tawaran menjadi Rp 200 juta.

Lelang pun berlangsung seru karena para tamu yang hadir menginginkan lukisan karya SBY itu.

Bahkan, kelipatan penawaran harga yang awalnya hanya Rp10 juta, melonjak hingga berlipat-lipat.

Mulai dari Rp230 juta, Rp250 juta, Rp300 juta, lalu melonjak menjadi Rp400 juta, hingga tembus di angka Rp510 juta.

Baca Juga :  Legislator Ragu Pemicu Ledakan Gudang Peluru TNI Gegara Amunisi Kedaluwarsa

Sampai akhirnya, lukisan tersebut diperebutkan oleh tiga orang, yakni anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat sekaligus Wakil Ketua MPR Syarief Hasan.

Lalu, calon anggota legislatif (caleg) Partai Demokrat Rinto Subekti, dan pria bernama Miftah Sobri.

Miftah Sobri membuka penawaran sebesar Rp475 juta.

Kemudian, penawaran itu ditawar lagi oleh Rinto dengan harga Rp500 juta.

Dan akhirnya lukisan itu terjual kepada Syarief Hasan dengan menaikkan tawarannya menjadi Rp510 juta.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...