Kamis, April 16, 2026

Buntut Pesta LGBT, Pemkot Jaksel Soroti Dua Hal Ini di Bunker Bar Permata Hijau

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Kota Jakarta Selatan menyoroti dua hal ini di Bunker Bar di ITC Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Dua hal ini direkomendasikan buntut penggerebekan pesta LGBT di Bunker Bar pada malam tahun baru 2025 lalu.

Saat digerebek warga, puluhan pemuda didapati sedang pesta di bar tersebut.

Penggerebekan pesta LGBT divideokan warga dan viral di media sosial.

Usai viral, pemilik Bunker Bar memilih tutup.

Menindaklanjuti hal itu, Pemkot Jaksel menekankan dua hal sebagai rekomendasi untuk bar LGBT tersebut.

Rekomendasi itu terungkap dalam rapat koordinasi di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (8/1/2025).

Baca Juga :  Jelang KTT Asean, Mobil Khusus Penyisir Sampah Dikerahkan di Area Ring Satu

Rapat tersebut dipimpin oleh Sekretaris Kota Jakarta Selatan Ali Murthado, dan dihadiri Lurah Gorogol Utara, Camat Kebayoran Lama, Sudin Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), serta Satpol PP Jakarta Selatan.

“Jadi hasil rapat terkait Bunker Bar ada dua hal yang direkomendasikan, yaitu pencabutan izin (usaha) dan peninjauan lapangan,” kata Kepala Seksi Trantibum Satpol PP Jakarta Selatan Adji Kumala, dihubungi Kamis (9/1/2025).

Adji mengatakan, terkait izin usaha pimpinan meminta Sudin Parekraf untuk mengeluarkan rekomendasi pencabutan.

Sudin Parekraf ditekankan segera menerbitkan rekomendasi pencabutan seluruh perizinan Bunker Bar jika terbukti menjadi tempat pesta LGBT seperti dilaporkan oleh masyarakat.

Baca Juga :  Pramono Evaluasi Izin Lapangan Padel Usai Keluhan Warga Cilandak Viral

“Kalau soal perizinan semua ada, makanya kalau terbukti ada LGBT Sudin Parekraf rekomendasi pencabutan semua izinnya,” ujarnya.

Terkait peninjauan lapangan, lanjutnya, pimpinan rapat merekomendasikannya kepada jajaran Satpol PP.

Satpol PP, kata dia, diinstruksikan terus melakuan peninjauan lapangan untuk memastikan penutupan Bunker Bar secara permanen, dan bukan tutup akal-akalan.

“Kita diminta terus melakukan peninjauan lapangan masih buka atau benar tutup permanen. Itu nanti kita periksa secara random, ninjau dadakan begitu,” tandasnya.

Diketahui, dalam penggerebekan malam tahun baru lalu, warga tidak memberitahukan kepada Satpol PP maupun pihak kepolisian.

Baca Juga :  Penataan Kawasan Barito, Pemprov DKI Siapkan Enam Pasar, Pedagang Bebas Pilih

Lurah Grogol Utara Muhammad Rasyid Darwis mengatakan, warga memilih tidak melapor karena sudah melakukan mediasi dengan pihak bar dan pengelola mall.

“Mereka tidak melapor karena sudah dimediasi oleh pihak kecamatan,” kata Rasyid.

Rasyid mengungkapkan, mediasi dilakukan sebanyak tiga kali.

Namun hanya satu kali mediasi yang difasilitasi oleh pihak Kecamatan Kebayoran Lama.

Mediasi tersebut menghasilkan kesepakatan untuk menutup Bunker Bar secara permanen.

“Ada sekira tiga kali (mediasi). Tapi dari pemerintah baru sekali, kecamatan. Kesepakatannya menutup dan dari warga juga menolak,” ungkap Darwis.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Peras Anggota DPR Rp 300 Juta, Empat KPK Gadungan Ditangkap di Jakbar

Aliansi.co, Jakarta-Tim gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polda Metro Jaya menangkap empat orang terduga pelaku pemerasan yang menyasar anggota DPR RI. Para pelaku ditangkap...

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...

Sosok Dua Terduga Pelaku Mutilasi dalam Freezer, Terungkap Usai Kabur ke Majalengka

Aliansi.co,Jakarta- Polisi akhirnya mengungkap identitas dua terduga pelaku dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam freezer di Kabupaten Bekasi. Keduanya diketahui sempat...

Pelarian Dua Pelaku Kasus Mayat dalam Freezer Berakhir di Majalengka

Aliansi.co, Jakarta- Pelarian dua pelaku kasus penemuan mayat dalam freezer di Kabupaten Bekasi akhirnya berakhir di Majalengka, Jawa Barat. Keduanya berhasil ditangkap oleh Tim Subdit...

Dilaporkan ke Polda, Dugaan Transaksi Fiktif Fasilitas Kredit di Medan Diadukan hingga OJK

Aliansi.co-Jakarta- PT Toba Surimi Industries (PT TSI) melaporkan dugaan penarikan dana fiktif senilai Rp124,4 miliar dari fasilitas kredit modal kerja (KMK) miliknya ke Polda...