Sabtu, Oktober 17, 2026

Buntut Pesta LGBT, Pemkot Jaksel Soroti Dua Hal Ini di Bunker Bar Permata Hijau

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Kota Jakarta Selatan menyoroti dua hal ini di Bunker Bar di ITC Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Dua hal ini direkomendasikan buntut penggerebekan pesta LGBT di Bunker Bar pada malam tahun baru 2025 lalu.

Saat digerebek warga, puluhan pemuda didapati sedang pesta di bar tersebut.

Penggerebekan pesta LGBT divideokan warga dan viral di media sosial.

Usai viral, pemilik Bunker Bar memilih tutup.

Menindaklanjuti hal itu, Pemkot Jaksel menekankan dua hal sebagai rekomendasi untuk bar LGBT tersebut.

Rekomendasi itu terungkap dalam rapat koordinasi di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (8/1/2025).

Baca Juga :  Terbukti Tempat Pesta LGBT, Pemkot Jaksel Rekomendasikan Cabut Izin Bunker Bar

Rapat tersebut dipimpin oleh Sekretaris Kota Jakarta Selatan Ali Murthado, dan dihadiri Lurah Gorogol Utara, Camat Kebayoran Lama, Sudin Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), serta Satpol PP Jakarta Selatan.

“Jadi hasil rapat terkait Bunker Bar ada dua hal yang direkomendasikan, yaitu pencabutan izin (usaha) dan peninjauan lapangan,” kata Kepala Seksi Trantibum Satpol PP Jakarta Selatan Adji Kumala, dihubungi Kamis (9/1/2025).

Adji mengatakan, terkait izin usaha pimpinan meminta Sudin Parekraf untuk mengeluarkan rekomendasi pencabutan.

Sudin Parekraf ditekankan segera menerbitkan rekomendasi pencabutan seluruh perizinan Bunker Bar jika terbukti menjadi tempat pesta LGBT seperti dilaporkan oleh masyarakat.

Baca Juga :  Ternyata Begini yang Dirasakan Wali Kota Jaksel usai Naik Angkutan Umum Menuju Kantor

“Kalau soal perizinan semua ada, makanya kalau terbukti ada LGBT Sudin Parekraf rekomendasi pencabutan semua izinnya,” ujarnya.

Terkait peninjauan lapangan, lanjutnya, pimpinan rapat merekomendasikannya kepada jajaran Satpol PP.

Satpol PP, kata dia, diinstruksikan terus melakuan peninjauan lapangan untuk memastikan penutupan Bunker Bar secara permanen, dan bukan tutup akal-akalan.

“Kita diminta terus melakukan peninjauan lapangan masih buka atau benar tutup permanen. Itu nanti kita periksa secara random, ninjau dadakan begitu,” tandasnya.

Diketahui, dalam penggerebekan malam tahun baru lalu, warga tidak memberitahukan kepada Satpol PP maupun pihak kepolisian.

Baca Juga :  Pemkot Jaksel Evaluasi Pengelolaan BOP dan BOS, Para Kepsek Diminta Bijak Gunakan Dana

Lurah Grogol Utara Muhammad Rasyid Darwis mengatakan, warga memilih tidak melapor karena sudah melakukan mediasi dengan pihak bar dan pengelola mall.

“Mereka tidak melapor karena sudah dimediasi oleh pihak kecamatan,” kata Rasyid.

Rasyid mengungkapkan, mediasi dilakukan sebanyak tiga kali.

Namun hanya satu kali mediasi yang difasilitasi oleh pihak Kecamatan Kebayoran Lama.

Mediasi tersebut menghasilkan kesepakatan untuk menutup Bunker Bar secara permanen.

“Ada sekira tiga kali (mediasi). Tapi dari pemerintah baru sekali, kecamatan. Kesepakatannya menutup dan dari warga juga menolak,” ungkap Darwis.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

BGN Buka Suara soal Penemuan Mayat di Dapur MBG

Aliansi.co,Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal penemuan mayat yang dikaitkan dengan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan BGN menyusul beredarnya informasi...

Mutasi Besar-besaran Polri, Wakabaintelkam-Kakorlantas hingga Kapolda Berganti

Aliansi.co, Jakarta – Polri kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap 199 personel yang terdiri dari perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Sejumlah jabatan strategis mulai...

Polri Gerebek Dua Kampung Narkoba Legendaris Jakarta, 24 Orang Diamankan

Aliansi.co, Jakarta- Polri menggerebek dua kampung legendaris yang terkenal sebagai basis peredaran narkoba di Jakarta, yakni Kampung Ambon, Jakarta Barat, dan Kampung Boncos, Jumat...

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...