Minggu, Oktober 4, 2026

Wali Kota Minta Kontingen Jumbara PMR Jaksel Jaga Nama Baik

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Muhammad Anwar menekankan bahwa kegiatan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) bukan sekedar ajang berkumpul dan bermain.

Anwar menegaskan anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang dikirim sebagai peserta kontingen Jumbara dapat menjaga nama baik Jakarta Selatan dan menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.

Hal itu disampaikan Anwar saat melepas ratusan PMR Jakarta Selatan yang akan mengikuti Jumbara di Bumi Perkemahan Wiladatika, Cibubur.

Baca Juga :  Bahayakan Pengguna Jalan, Wali Kota Jaksel Turun Tangan Rapikan Kabel Semrawut di Cipete Utara

“Kegiatan Jumbara akan membentuk pribadi yang tangguh, peduli dan berjiwa sosial tinggi, nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan oleh bangsa ini di masa depan,” ujar Anwar, Selasa (1/7/2025).

Anwar juga meminta kepada para peserta kontingen, untuk menjaga nama baik Jakarta Selatan dengan menunjukkan semangat, sportivitas dan sikap terbaik selama mengikuti Jumbara selama tiga hari di Cibubur.

“Peserta ini nantinya sepulang Jumbara, saya harapkan menjadi agen perubahan baik di sekolah atau pun lingkungannya, terutama dalam hal atau perilaku negatif seperti, tawuran dan kenalan remaja, mereka harus bisa menjadi pelopor untuk menghindari hal itu,” tuturnya.

Baca Juga :  Sidak Pasar Tradisional, Wali Kota Jaksel Pastikan Harga Pangan Stabil Jelang Nataru

Sementara itu, Ketua PMI Jakarta Selatan, Abdul Haris, menjelaskan, pada tahun ini ada sebanyak 219 peserta dari PMI Jakarta Selatan yang mengikuti kegiatan Jumbara selama tiga hari pada 30 Juni hingga 2 Juli 2025.

Adapun peserta terdiri dari PMR tingkat Mula sebanyak 40 orang, PMR tingkat Madya 65 orang, PMR tingkat Wira 60 orang, 24 dari unsur pembina atau guru dan sisanya merupakan petugas dari unsur PMI Jakarta Selatan.

Baca Juga :  Heru Budi Minta Waktu Sebulan Proses Kasus Judi Online Satpol PP Jakarta 

“Jadi mereka para peserta ini telah mengikuti seleksi yang sangat ketat dalam beberapa waktu lalu, total ada 61 sekolah kita libatnya, baik swasta, negeri ataupun madrasah. Mereka harus serius, karena nantinya mereka akan mendapatkan sertifikat yang bisa dipakai dalam proses penerimaan siswa baru sekolah,” ucapnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...